Tag Archives: traveling

Salahkan Saja Tol Cipali

Awalnya karena penasaran, lalu datang kesempatan untuk mencoba jalan tol terbaru di Indonesia Raya ini. Kebetulan mbak Bromo pulang ke Indonesia dan harus ke Cirebon, maka saya pun menawarkan diri untuk mengantarnya ke sana. Jadi jujurly, bukan karena sok romantis mau menikmati perjalanan bersama mbak Bromo, ini beneran karena penasaran kepingin nyoba jalan tol yang baru itu (semoga mbak Bromo gak baca). Continue reading

Advertisements

2015

When you walk through a storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of the storm
There’s a golden sky
And the sweet silver song of a lark
Continue reading

Samalona, Si Cantik Dari Makassar

Kalau bahas tentang pulau-pulau kecil di sekitaran Makassar, mungkin perbandingan yang tepat itu kalau kita, yang cowok terutama, ngebayangin sedang berada di tengah finalis Miss Universe. Ibarat kata, walau kita asal nunjuk sambil merem pun pasti yang tertunjuk adalah gadis cantik. Continue reading

Ke Cilacap Dengan Susi Air

Nggak tau kenapa, sejak pertama kali mendengar nama Susi Air saya pingin sekali merasakan terbang dengan maskapai kecil ini. Mungkin karena kagum dengan latar belakang Bu Susi si pemilik Susi Air itu. Atau karena saya memang kangen terbang menggunakan pesawat baling-baling, entahlah.

Sebetulnya saat merantau di Bengkulu, saya juga lihat ada Susi Air yang melayani rute ke beberapa kota kabupaten. Tapi waktu itu agak mikir juga kalau nekat traveling naik pesawat, lha wong ngatur cash flow untuk hidup selama di rantau aja saya megap-megap. Jadi untuk sementara waktu saya tahan dulu nafsu jalan-jalannya, toh sebetulnya saya sudah sempat keliling provinsi Bengkulu dari ujung ke ujung karena menjadi juri sebuah acara dari suatu perusahaan rokok.

Keinginan naik Susi Air akhirnya bisa terlaksana di bulan Oktober yang lalu, itu pun karena saya dapat pekerjaan membuat company profile sebuah perusahaan kapal tanker. Kebetulan kota yang dituju adalah Cilacap, salah satu kota di Jawa yang dilayani penerbangan Susi Air. Lumayan deh, jalan-jalan gratis (lagi).

Jujurly, saya sudah ngerasa kegirangan gilak sejak menerima tiket dari klien. Karena di tiket itu yang tertera adalah kode bandara HLP (Halim Perdana Kusuma), bukan CGK. Terus terang  saya bosan dengan bandara Soekarno-Hatta, lagipula saya punya banyak kenangan masa kecil di bandara Halim. Saya masih sempat merasakan pergi dan pulang melalui bandara ini, saat Garuda Indonesia masih berkelir merah, saat bapak masih ada. Duh…jadi kangen bapak.

Saat hari keberangkatan, perasaan senang itu betul-betul membuncah. Bahkan rasa malu ketika ditimbang berat badanpun hilang saking gembiranya saya. Iya, ada kejadian memalukan saat check in di counter Susi Air. Jadi, selain barang yang masuk ke bagasi, kalau kita naik pesawat kecil seperti Cessna Caravan yang digunakan oleh Susi Air ini setiap penumpang juga wajib ditimbang beserta tas yang dibawa ke kabin. Saat itu saya menenteng tas ransel berisi kamera dan pakaian, dan saat ditimbang, bukan angka kilogram yang muncul…tapi sebuah bunyi alarm sebagai tanda kalau berat saya melebihi berat maksimal. Blah. Tapi tenang aja, kelebihan berat itu gak akan dikenakan biaya tambahan kok. Kalau mau tahu kenapa penumpang juga ditimbang beratnya, ya tanya saja sama petugas di sana. Hih.

Singkat cerita, akhirnya saya merasakan (lagi) terbang dengan pesawat kecil berpropeler ganda. Semoga foto-foto di bawah ini bisa menceritakan kenapa saya lebih suka terbang dengan pesawat komersial kecil ketimbang pesawat besar yang terbang di ketinggian puluhan ribu feet.

Wangi semerbak dari parfum mbak-mbak hijabers.

Wangi semerbak dari parfum mbak-mbak hijabers.

Bisa ngejitak pilotnya kalau mereka nakal.

Bisa ngejitak pilotnya kalau mereka nakal.

Masih terasa dekat dengan bumi.

Masih terasa dekat dengan bumi.

Dan yang pasti, sulit bisa dapat view ini kalau naik jet besar.

Dan yang pasti, sulit bisa dapat view ini kalau naik jet besar.