Tag Archives: semrawut

Judulnya Apa Ya?

Hari Blogger dan Hari Sumpah Pemuda sudah lewat. Terus mau apa? Mbuh, gak tau. Lha mikir judul postingan ini aja gue bingung kok.

Kalau dipikir-pikir, istilah blogger itu artinya apa tho? Kok banyak banget orang yang mau menyebut dirinya blogger? Malah sampai ada Hari Blogger Nasional juga. Emangnya kalau udah jadi blogger terus kenapa? Hmmm mungkin suatu saat nanti gue bisa menjawab pertanyaan gue sendiri ini.

Yang jelas, untuk sekarang ini, kalau di depan mertua atau calon mertua kita bilang bahwa kita adalah blogger, gue yakin mereka bakal bingung. Apaan tuh blogger? Pasti pertanyaan itu yang bakal mereka tanyakan.

Continue reading

Advertisements

Gak mau kalah (part 2)

Dialog 1: Di dalam kamar, sedang baca buku.
Anak: Boleh main PS gak?
Bapak: Enggak, kamu kan lagi EHB. Harusnya belajar.
Anak: Aku kan pusing karena EHB, jadi perlu main PS buat hiburan.

Dialog 2: Di rumah, baru pulang dari Semarang,
Anak: Bapak kemaren abis ketemu pakdhe Nanang?
Bapak: Iya.
Anak: Pakdhe itu kakaknya bapak kan?
Bapak: Iya.
Anak: Lahirnya duluan, sekolahnya duluan. Iya kan?
Bapak: Iya. Kenapa sih?
Anak: Kok nikahnya duluan bapak?
Bapak: Ya waktu itu, pakdhe belum punya pacar.
Anak: Harusnya pacar  bapak dikasih ke pakdhe dong
Bapak: Mbuh ah..

Dialog 3: Di ruang keluarga, sambil nonton tv.
Bapak: Jangan tiduran di lantai, itukan dingin. Ambil karpet dari kamar mu gih.
Anak: Gak mau, gak dingin kok.
Bapak: Eh kok mbandel sih. Ntar kalau kamu sakit, bapak gak mau bawa ke dokter ya.
Anak: Ya aku telpon Eyang aja, minta jemput.

Dooooh anak sapa seeeh neeeehhh…

Siapa yang butuh MacBook???

Dan siapa juga yang perlu gadget macam-macam kalau sudah asyik sama hobi yang satu ini? Banyak temen-temen gue yang punya hobi nulis, diving, fotografi, merajut dan traveling. Terus waktu mereka denger hobi gue, kebanyakan dari mereka, alisnya jadi kayak alisnya Artalyta. Tapi cuma satu alis aja yang mecetat begitu.

Ada juga yang berusaha memperlihatkan ekspresi normal, tapi ada jeda sepersekian detik sebelum mereka melanjutkan obrolan. Entah apa yang berkecamuk dalam hati mereka saat jeda sepersekian detik itu (ceileee, sok pakai kata berkecamuk pulak hahaha).

Continue reading

Wedhusss!

Iya, gue memang bukan muslim yang taat. Jadi pada saat tulisan saya hilang satu bab gara-gara kena virus dan lupa nge-back up, seperti yang sedang terjadi sekarang ini, maka yang terucap ya kata wedhuss! itu. Kalau gue muslim yang taat, pasti yang terucap adalah kata-kata istigfar.

Rasanya susah banget kalau harus ngulang. Ya memang, pas mau mulai belajar nulis novel ini juga susah. Tapi ternyata, mengulang apa yang sudah pernah kita tulis itu jauh lebih susah. Mungkin karena “hawanya” beda ya? Haaah! Sekali lagi wedhuuus!

Eh tapi jangan buru-buru nuduh gue punya sifat kasar dan gak beradab cuma gara-gara gue nyebut wedhuuuss! berulang-ulang. Gue sama sekali gak bermaksud kasar karena, kadang, kalau gue pas lagi senang pun gue mengucapkan kata wedhus itu juga.

Sama seperti waktu gue selesai nonton film Ayat-Ayat Cinta. Kata wedhus itu juga yang keluar karena gue suka sama filmnya.

Continue reading

Mesin Waktu.

Walaupun idenya termasuk seksi dan keliatan lezat, buat gue, konsep mesin waktu itu omong kosong. Gue pikir, kita sebagai manusia itu dianugrahi sebuah petualangan sama Tuhan. Terus apa serunya hidup kita kalau ada mesin waktu? Ini kan sama aja kayak kita punya fasilitas undo dalam hidup. Tiap kali kita salah ambil keputusan, undo aja. Duh, pasti hidup jadi ngebosenin.

Continue reading