Tag Archives: Movie

Quickie Express

Dulu gue sempet nyesel gara-gara gak sempat nonton film ini. Semua teman gue bilang ini film bagus kalau buat ngakak-ngakak. Nah kemaren dewi gemblung beli vcd-nya. Asli bukan bajakan.

Pas deh, soale kemaren gue emang lagi pengen ngakak. Dan ternyata, gue malah bete nonton itu film.

Continue reading

Advertisements

Laskar Pelangi (LaPel)

Akhirnya nonton juga, setelah banyak film yang terlewat, akhirnya hari ini menyempatkan nonton bareng obelix dan batu menhir.

Seperti biasa, kalau jalan bareng kgb, minimal 3 tempat yang kita singgahi. Pertama kita nonton di Hollywood KC, terus ke Gramedia Grand Indonesia dan terakhir makan di Rawon Setan Tebet.

Tapi itu ndak penting lah, gue nih mau ngecuprus soal film LaPel. Seperti biasa, kalau nonton film yang diangkat dari novel, kita pasti membanding-bandingkan dengan novelnya. Ya sudah jelas jelas gak adil, lha tapi salah siapa? Kok mau-maunya bikin film dari novel? Haah? Hah? sapa yang salah? Hah?

Continue reading

Helen Nima.

Bagi yang suka film-film non main stream, pasti suka juga nonton film-film produksi Thailand. Industri film di Thailand itu kayak lebih cepat pertumbuhannya. Mungkin karena didukung sama regulasi-regulasi yang dibuat oleh pemerintah mereka.

Beberapa film yang layak tonton, ini menurut gue ya; Bang Rajan, Shutter, Nang Nak, Jan Dara dan tentunya Jan Dara 2. Jan Dara 2 ini kalau gue gak salah, gak ada hubungannya sama Jan Dara. Jujurly gue agak lupa soal hubungan antara dua film itu. Tapi gue 90% yakin kalau Jan Dara 2 itu bukan sequel dari Jan Dara. Kenapa gue lupa? Karena gue lebih fokus sama artis yang main di Jan Dara 2. Phew…pokoke bikin gak konsen sama alur cerita film itu deh.

Continue reading

Dexter season 2.

Waks! Ada tokoh Lila di serial Dexter! Lila ini sempat jadi pacar Dexter dan ngebuat cerita makin seru. Tokoh Lila diperankan sama Jaime Murray, artis London kelahiran 21 Juli 1977. Oikss makin betah lah gue nonton serial ini. Selain cerita yang makin seru karena Dexter nyaris ketangkep sama Doakes, juga karena banyak love scene antara Dexter dan Lila ini 😉

Duh, gue tuh emang suka sama muka – muka kayak gini. Apalagi logatnya yang British sexy gitu.

Tadinya sempat sebel karena harus nonton serial ini malem – malem. Lha kalau nonton pas anakku masih berkeliaran kan bahaya, lha wong serial ini banyak scene yang masuk kategori violence.

Tapi begitu karakter Lila ini nongol, wohohoho..makin betah nonton malem – malem 0000ythn.gif

*isht. How old am I, really?

Dexter.

Lagi doyan nonton serial Dexter. Film ini campuran antara CSI dan Dark Justice. Tapi jauh lebih extreme. Si Dexter ini punya kelainan jiwa, mungkin, sejak dia masih dalam kandungan. Ok, soal bakat sejak dari kandungan ini cuma pendapat gue aja karena gue juga baru sempat nonton empat episode. Tapi dari empat episode ini, sudah bikin gue ketagihan. Persis kayak nonton 24 dulu, hanya beda jenis nagihnya aja. Jelas beda, karena Dexter nawarin ketegangan yang juga berbeda. Unik.

Inti ceritanya: si Dexter ini anak yang punya kelainan jiwa dan diadopsi oleh seorang polisi. Nah orangtua angkatnya ini lah yang mengajarkan Dexter cara menyalurkan kelainan jiwaannya dengan benar dan bisa menjadi sesuatu yang “berguna”. Tentunya berguna menurut persepsi mereka. Dan berhasil. Dexter bisa menyalurkan kelainannya dengan sangat rapi dan di jalur yang “benar” pada saat dia tidak sedang menjadi seorang petugas forensik. Kesimpulannya, si Dexter ini adalah seorang psikopat yang disiplin (yang bekerja sebagai petugas forensik pula!) dan bertemu dengan lawan yang seimbang dalam dunia ke-psikopatan-nya. Ini yang bikin seru! Tonton aja filmnya.

Setting film ini di kota Miami. Kota yang cantik dan Dexter pun punya adik tiri seorang polisi wanita yang, enak untuk di tonton 🙂