Tag Archives: kiat foto

Cara Membuat Foto Panning. Nomer 3 Mungkin agak Sulit

“Pan” dalam bahasa fotografi adalah istilah ketika kita menggerakkan kamera pada satu poros dari kanan ke kiri, atau sebaliknya. Terlalu teknis ya bahasanya? Hmm, kalau bahasa yang gampang, pan ini gerakannya sama seperti saat kita menoleh. Masih bingung? Itu lho, kalau misal ada cewek cantik atau cowok ganteng (tergantung referensi seksual masing-masing), lewat di depan kita dan hanya kepala kita yang bergerak mengikuti lintasan gerak dia, itulah yang namanya menoleh.

Panning ya kayak gitu itu. Kalau masih bingung juga, mending stop baca tulisan ini, haha!

Untuk yang baru belajar fotografi, ada baiknya baca dulu 3 Hal Penting Dalam Fotografi supaya inget apa itu shutter speed karena shutter speed atau kecepatan rana punya porsi yang besar di teknik panning.

Gunanya teknik panning itu untuk menguatkan kesan bergerak pada suatu benda, atau orang, dengan cara membuat latar belakangnya tampak blurry. Apakah teknik ini penting dan perlu dipelajari, tentunya kembali ke masing-masing orang. Bagi yang jomblo mungkin lebih penting belajar teknik cari pacar. Lah?

Untuk sebagian besar penyuka fotografi, teknik ini perlu dipelajari ketika ingin membuat foto yang terkesan dinamis. Punya konsep tapi enggak tau cara mbikinnya kan ya repot juga, ya?

Teknik panning bisa dipakai saat kita sedang jalan-jalan atau juga ketika menonton sebuah balapan. Bisa balap mobil atau juga balap lari. Caranya sederhana banget kok.

Pertama, cari lokasi yang kira-kira banyak obyek bergerak. Jalan raya adalah salah satunya. Di sana kita bisa mencoba memotret mobil atau motor yang sedang melaju. Sepeda atau orang yang sedang berlari juga bisa. Apa aja sih sebetulnya, pokoknya dia bergerak secara konsisten. Pastikan tempat kita berdiri aman dan enggak terhalang benda apapun.

Kedua, set kamera di mode S atau Tv. Ini adalah mode di kamera untuk mengatur shutter speed. Kemudian coba atur speed (kecepatan rana) di 1/60 detik. Kecepatan rana ini sebetulnya akan tergantung dengan seberapa cepat pergerakan obyek yang kita foto, tapi 1/60 adalah angka yang menurut saya cukup nyaman untuk memulai mencoba. Kalau ternyata kurang cepat, ya tinggal diset lebih cepat lagi, 1/150 misalnya. Kalau kurang lambat, coba 1/30. Oiya, ada yang bilang akan lebih mudah melakukan teknik panning ini dengan lensa yang focal length-nya panjang. Misalnya 70mm, 100mm, dan seterusnya. Minimal 50mm.

Jujur aja, saya belum pernah mencoba panning dengan lensa wide, jadi nggak bisa berkomentar soal ini.

Lalu kalau sudah mengatur kecepatan dan sudah dapat targetnya, arahkan kamera ke target, tekan tombol rana setengah untuk mengunci fokusnya, ikuti pergerakan tergetnya dengan gerakan yang sangat lembut, dan ketika target sudah ada di depan kita, tekan penuh tombol rana untuk mengambil gambar.

Mengunci fokus, memilih kecepatan rana yang tepat, dan bergerak dengan lembut ini sangat penting demi membuat targetnya tetap tajam, tapi latarnya blurry. Contohnya seperti ini.

Panning di jalanan Jakarta. Foto: Ragil Duta.

Nah yang ketiga, ini yang paling susah nih, harus mau sabar dan pantang menyerah dalam mencoba, hehe. Bagi sebagian orang, panning ini memang agak sulit. Namun bagi yang sudah ngerti logikanya dan paham teknik dasarnya, biasanya bakal cepat bisa menghasilkan foto yang dimaui.

Pokoknya mah kuncinya di pengaturan kecepatan rana, fokus, dan gerakan lembut. Memotret orang berlari tentu berbeda pengaturan ketika memotret benda yang bergerak lebih cepat. Seperti ketika memotret pembalap gokart ini, kalau saya tidak salah ingat, kecepatan rana saya atur 1/200. Foto gokarting ini, karena berbagai faktor di lokasi saat itu, baru berhasil saya ambil pada percobaan ketiga kalau enggak salah ingat.

Gokarting. Foto: Ragil Duta

Jadi jangan gampang nyerah ya. Coba lagi, lagi, dan lagi, sampai berhasil. Motretnya juga harus sambil bergembira, jangan sampai panning bikin kamu pening.

Have fun!

Advertisements

Tips Motret Di Tempat Umum

Pagi-pagi dapet pertanyaan kayak gini dari salah satu blogger, penyunting dan translator idola saya, Teh Rini, ini bagai kena sambar petir gara-gara keingetan udah 2 bulan nggak nulis di blog. Padahal sih pernah 6 bulan gak ngeblog, ahak. Continue reading

Fotografi Dasar Untuk Cari Pacar

Setelah menjadi single, saya mulai belajar ilmu fotografi. Sebelumnya memang cuma hobbyist, tapi kemudian menjadi profesi karena terpaksa. Dan saya suka. Apalagi kemudian saya sadar kalau ilmu fotografi bisa diterapkan untuk mendapatkan pacar.

Mari kita urai satu persatu ya. Eh iya, bacanya jangan serius dong, mblo. Santai aja. Tulisannya bakal panjang nih, bacanya sambil senderan gih. Nafsu bener mau dapat pacar ^^

Continue reading

Apakah Sempat Terpikir Olehnya?

Apakah sempat terpikir oleh ibu ini soal sering hilangnya sinyal telepon?

Mungkin saja iya. Tapi kalau ngelihat pekerjaannya yang nggak terlalu tergantung dengan perangkat telekomunikasi, mungkin juga ia nggak peduli. Malah mungkin dia nggak punya telepon seluler. Atau punya ponsel tapi pulsa minim, jadi ia bukan pengguna aktif sehingga soal sinyal bukan urusan penting untuknya.

Apakah terpikir olehnya soal kisruh masalah hukum yang dialami Gubernurnya?

Continue reading