Tag Archives: Indonesia

How “Indon” Can You Go?

Bukan bermaksud melunturkan semangat memperingati kemerdekaan Indonesia, tapi sekedar menumpahkan uneg-uneg saja. Kemarin saya melihat karikatur ini di akun twitter @ndorokakung.

Menurut saya, karikatur ini sarat makna. Siapapun pembuatnya, saya salut! Maafkan karena keterbatasan yang saya punya, saya nggak bisa menelusuri siapa pembuat karikatur ini.

Melihat tikus-tikus yang menggerogoti bendera Indonesia yang sedang dijahit, pikiran saya nggak cuma terbayang ganasnya koruptor di dunia nyata tapi juga jadi teringat pengalaman sehari-hari.

Continue reading

Advertisements

Republik Hore

Negara ini berhasil keluar dari penjajahan dan bertahan dari berbagai macam pemberontakan. Sempat punya pemimpin dengan berbagai macam karakter, mulai dari yang kharismatik, otoriter, ilmuwan, nyeleneh, tukang ngambek sampai yang mudah prihatin dan bisa di-“bully” di sosial media. Hore banget kan.

Konon sejak jaman presiden pertama sampai dengan presiden yang sekarang, negara ini selalu terlilit masalah. Mulai dari masalah hutang sampai soal ketimpangan sosial. Bahkan dulu ada yang bilang kalau Indonesia ini negara yang rumit dan rentan perpecahan karena punya berbagai keragaman. Beragam suku, beragam agama dan beragam budaya. Semua itu punya potensi untuk membuat Republik ini bubar. Tapi nyatanya kita masih di sini, masih berbendera merah putih dan masih menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam setiap acara berskala nasional. Gimana gak hore, coba?

Kolase di GBK

Kolase di GBK

Dengan segala masalah itupun, negara kepulauan ini masih menjadi magnet untuk segelintir orang yang haus kekuasaan. Masing-masing menyatakan diri sebagai orang yang paling tepat untuk menjadi pemimpin negara. Ya wajar sih, sama wajarnya dengan semua kecap adalah nomer satu dan semua kondom adalah yang paling aman dan tidak akan bocor. Tinggal kita aja yang harus pintar menentukan pilihan.

Sialnya, ini menurut saya sih, kebanyakan orang yang sudah berkuasa seperti lupa untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Malah pada sibuk dengan kepentingan dan jabatannya. Makanya ketika ada beberapa pejabat publik yang merakyat dan sebetulnya hanya mengerjakan apa yang memang seharusnya dia lakukan, bisa menjadi kesayangan banyak orang.

Tapi sekarang ini sudah terlihat perubahan di berbagai tempat. Misalnya saja di stasiun kereta api dan kantor imigrasi. Dulu kedua tempat itu adalah surganya para calo, sekarang sudah banyak yang hilang. Dulu hampir semua instansi pemerintah selalu ada calo. Semua urusan akan menjadi sulit kecuali kita menggunakan jasa calo. Sungguh sakti orang-orang yang berprofesi calo ini, semua urusan bisa dibikin mudah oleh mereka. Ada yang penasaran gak sih, kira-kira waktu sekolah dulu mereka peringkat berapa di kelasnya? Atau IPK mereka berapa sewaktu kuliah? Saya sempat berpikir, negara ini mungkin gak butuh kabinet dan wakil rakyat, yang kita butuhkan mungkin hanya calo supaya semua masalah negara bisa beres. Iya, ini sarkasme.

Untungnya di antara kita masih banyak orang yang berjiwa sosial dan mau membangun bangsa. Ketika pemerintah lambat menangani bencana alam, ada sekelompok orang yang duluan terjun ke lapangan membantu warga yang terkena musibah. Ketika negara tidak mampu memberi pendidikan ke pedalaman dan pinggiran wilayahnya, ada saja warga yang rela berkorban membagi ilmunya ke wilayah yang tidak nyaman itu. Iya, di dalam republik hore pasti ada warga hore.

Saya ingat ketika tahun 90-an dulu berkuliah di benua Australia, masih ada saja orang sana yang hanya tahu Bali. Ada yang bertanya Indonesia itu sebelah mananya Bali? Ya kami para pelajar yang berasal dari republik hore ini harus berhore-hore menjelaskan bahwa Bali itu adanya di dalam wilayah Indonesia. Lemah sekali promosi pemerintah kita ke dunia luar. Bahkan sampai sekarang pun, iklan wisata yang mewakili negara ini kalah hore dibanding negara tetangga.

Ya kalau mau berkeluh kesah terus, pasti gak akan ada habisnya. Karena mengeluh itu bagi sebagian orang mirip seperti buang air besar di pagi hari, sangat mudah dilakukan. Semoga dengan postingan ini bisa menyadarkan diri saya sendiri agar bisa ikut menghorekan tanah air tercinta walaupun hanya melalui tulisan dan foto. Mari luangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk berbuat yang positif semampu kita. Jangan lupa berdoa menurut kreativitas masing-masing. Mari!

Hari Blogger Nasional.

Cuplikan sejarahnya bisa dibaca di sini. Gue males ngebahasnya, panjang. Yang mau gue bahas adalah soal andil blogger dalam kemajuan bangsa.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Eh ternyata susah juga. Gak jadi bahas itu ah, terlalu serius dan susah. Hari ini gue lagi gak mau susah 😛 Ya udah, bahas soal kegiatan yang gue ikutin di hari Sabtu kemarin aja lah.

Hari Sabtu itu kopdar pertama gue dengan tukang loenpia yang ada di Jakarta. Kita kumpul di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional untuk bikin Pelatihan Ngeblog. Beuuh dahsyaddd gak tuh? Pembicara dari loenpia ada 4 orang, Wiwiek, Nilla, Udey dan Kian. Sementara gue, seperti biasa, foto-foto aja 0000ythn.gif

mmmmm kenapa gue masuk lagi ke komunitas yang mirip waroengkgb ya? 😆

Penyakit Kawasaki.

Sekedar copy paste dari blog teman, sekali lagi, sekedar copas dari blog teman. URL sengaja gak gue kasih karena gue ngopasnya sebelum minta ijin 😆 Minta ijinnya ntar aja ya ndrong. Langsung gue copas aja, soale infonya penting. Terutama buat yang punya balita.

Just for additional Info for Parents..

Aku cuma mau berbagi aja.. karena Anakku (4 thn) baru saja terkena penyakit Kawasaki.  Walaupun termasuk cepat terdeteksi (7 hari) tapi pembuluh jantung kanannya sdh membengkak. Jadi setelah pengobatan melalui infus, tetap saja anakku tidak boleh aktifitas terlalu banyak & tidak boleh terkena orang yg sedang sakit.

Jadi untuk semua yg membaca blog ini, saya mohon doanya untuk kesembuhan puteri kami tercinta, Adiz.

Terima kasih…

Namanya mungkin familiar untuk sebuah produk motor tapi sebagai nama penyakit, tidak banyak orang yang tahu. Nama Kawasaki diambil dari nama penemunya, Dr. Tomisaku Kawasaki.

Penyakit Kawasaki (PK) merupakan penyakit vaskuler vaskulitis, penyakit yang menyerang pembuluh darah. Gejala PK mirip dengan campak. Namun penyakit ini tidak menular.

Pemunculan PK ditandai dengan demam 38-41 derajat Celcius minimal lima hari (biarpun dikasih Antibiotik juga ga bakal mempan..krn ini penyebabnya bukan Virus/bakteri), ruam merah di seluruh tubuh, lidah dan bibir merah, bengkak pada tangan dan kaki, mata merah tanpa disertai belek, pembesaran kelenjar getah bening di salah satu sisi leher serta pengelupasan kulit pada ujung2 jari tangan & kaki.

Continue reading

Gak mau kalah.

Kemarin gue ke Bandung dan nginep di salah satu hotel di jalan Supratman. Biasanya gue kalau ke Bandung selalu nginep di rumah mertua, tapi karena kemarin gue pergi berombongan, jadi gue pilih ikut rombongan nginep di hotel.

Begitu sampai hotel kita langsung nanya soal waktu sarapan, dijawab sama receptionist, jam 7 sampai 10. Waduh, padahal kita jam 7 sudah harus jalan. Akhirnya kita minta sarapan jam 6, eh dijawab “Tidak bisa,” dengan penuh keyakinan sama si receptionist. Ya kita gak mau kalah dong, kita coba ke manager on duty, ternyata bisa sarapan jam 6. Horeee!

Kenapa hampir di semua tempat, orang yang pangkat atau jabatannya rendah itu selalu lebih galak daripada atasannya? Padahal si receptionist itu kan bisa aja konsultasi sama managernya sebelum menjawab pertanyaan kita dengan jawaban ngawur. Iya tho?

Continue reading