Penunggu

Aku senang di jalanan ini. Karena semua mata yang memandangku, selalu disertai dengan tatapan hormat. Ada juga yang iri. Iri dengan motor yang aku naiki. Tak sedikit juga yang penasaran ingin mengalahkanku. Dulu aku selalu memilih lawan. Walau banyak yang menantang, tak lantas gampang aku menerimanya. Malas aku menanggapi lawan yang belum terbukti kemampuannya. Sekarang… Read More Penunggu