Tag Archives: flash fiction

Penunggu

Aku senang di jalanan ini. Karena semua mata yang memandangku, selalu disertai dengan tatapan hormat. Ada juga yang iri. Iri dengan motor yang aku naiki. Tak sedikit juga yang penasaran ingin mengalahkanku.

Dulu aku selalu memilih lawan. Walau banyak yang menantang, tak lantas gampang aku menerimanya. Malas aku menanggapi lawan yang belum terbukti kemampuannya.

Sekarang tak ada lagi yang melihatku, tapi masih kudengar bisik-bisik di sekitar. Mereka masih suka menyebut namaku, walau bukan lagi dengan rasa hormat. Tapi dengan kengerian.

Di tiang listrik ini aku meregang nyawa. Kini, sesekali aku yang mengajak pembalap liar itu. Mengajak mereka meregang nyawa. Untuk aku jadikan kawan.

Advertisements