Menjadi Warganet yang Baik, yuk!

Teman-teman yang usianya 30 tahun ke atas, dalam suatu masa pasti ada yang pernah ‘diancam’ pakai kalimat, “Maemnya dihabisin, kalau gak dihabisin nanti ayamnya mati!”

Saya mendengar kalimat itu dulu waktu di rumah eyang, di Karanganyar, Solo. Entah siapa yang mengucapkan, tapi yang jelas ucapan itu ditujukan ke kami, anak-anak kecil setengah tak berdosa yang sedang makan barengan. And I was like, haaaaa gak adil! Kenapa kami yang harus menanggung mati hidupnya ayam-ayam Eyang?

Namanya juga anak kecil setengah tak berdosa, maklumin aja kalau doyan protes.

Continue reading

Advertisements

Kenapa Angin Ribut Diberi Nama Perempuan

Gara-gara twit Tante Maina @FunJunkies ini,

Nama badai banyak yang pakai nama perempuan ya. Kalau perempuan udah ngamuk emang mirip topan badai soalnya.

Continue reading

How “Indon” Can You Go?

Bukan bermaksud melunturkan semangat memperingati kemerdekaan Indonesia, tapi sekedar menumpahkan uneg-uneg saja. Kemarin saya melihat karikatur ini di akun twitter @ndorokakung.

Menurut saya, karikatur ini sarat makna. Siapapun pembuatnya, saya salut! Maafkan karena keterbatasan yang saya punya, saya nggak bisa menelusuri siapa pembuat karikatur ini.

Melihat tikus-tikus yang menggerogoti bendera Indonesia yang sedang dijahit, pikiran saya nggak cuma terbayang ganasnya koruptor di dunia nyata tapi juga jadi teringat pengalaman sehari-hari.

Continue reading

Pengalaman Baru di Kota Kinabalu

Walau sejak kecil sudah terbiasa berpindah kota, bahkan negara, namun pengalaman pertama di sebuah kota selalu menarik bagi saya. Khusus untuk Kota Kinabalu, atau yang sering disebut dengan nama KK, ketertarikan saya berlipat-lipat. -btw, huruf K dibaca dengan lafal bahasa Inggris, bukan K dengan bunyi dari bahasa Indonesia, lha nanti malah mirip orang dagang, “Mampir belanja duluu, Kaka!”

Ini menjadi pengalaman pertama saya pergi ke kota di negara Malaysia yang berada di sisi pulau Borneo. Sebelumnya saya hanya pernah ke KL yang ada di semenanjung. Lalu ketertarikan saya yang kedua adalah, karena di kota itu ada istri saya yang alhamdulillah diterima bekerja sebagai dosen. Jadi sebetulnya, mau ke kota atau negara mana aja, kalau di situ ada istri, pasti bakal asoy, yekan? 😉

Continue reading

Mengalir dari Bromo ke Ciremai

Doa yang aku lantunkan di Bromo saat itu, hari ini alhamdulillah terjawab sudah.

Di depan orangtua kita -aku yakin almarhum bapak ikut menyaksikan-, di depan Gunung Ciremai dan insyaallah dirahmati Sang Maha Pemberi, aku mengucapkan kalimat pengikat hati dan raga kita.

Babak baru sebuah cerita akan kita jalani. Bersama. Insyaallah selamanya. Bismillahir-rahmanir-rahim.