Category Archives: ngecuprus resensi

Java War! Opera Diponegoro.

Iya sih, sebetulnya nggak guna juga saya tulis tentang pagelaran ini di sini. Lha wong kalau pada mau browsing, bisa langsung nemu ulasan yang lebih bermutu. Atau buka aja laman Opera Diponegoro, itu web resminya. Tapi saya tetap mau nulis Opera Diponegoro ini. Itung-itung untuk membalas jasa yang sudah mengundang saya menonton gratis previewnya.

Begitu masuk ke ruang teater, saya sudah kagum dengan layar besar berukuran 14 x 7m yang ternyata merupakan reproduksi dari lukisan Raden Saleh (1857). Saya, dengan noraknya, berpikir bahwa nanti layar ini bakal terangkat saat pagelaran dimulai. Ternyata salah. Layar itu tetap mengangkangi panggung saat para pemain mulai beraksi di belakangnya. Sementara Iwan Fals, yang berlaku sebagai dalang, “nembang” dengan gitarnya di depan layar itu. Continue reading

Advertisements

Sang Penari.

Rezeki weekend itu memang bisa dalam bentuk apapun. Kadang berupa tawaran job, kadang berwujud gule sapi dan sate kambing, atau bisa juga ajakan nonton premiere sebuah film. Seperti weekend kemarin, saya diajak menonton premiere film Sang Penari.

Ya pastinya nggak nolak dong ya. Semua yang gratisan pasti saya comot 😀

Continue reading

Sedikit soal Cancan

Sebetulnya sudah hampir sebulan saya beli Canon 550D ini. Tapi baru beberapa hari yang lalu disentil sama sama teman, dia bilang “Kok gak ditulis cerita soal beli cameranya?”

Rencana menulis agak tertunda karena trip ke Bali. Lalu sekarang, setelah juga menemukan nama yang cocok, akhirnya saya mau bahas sedikit soal si Cancan ini.

Sudah lama saya niat mau beli camera SLR. Tapi selalu tertunda karena banyak alasan. Akhirnya, waktu shooting di Malang sebulan yang yang lalu, saya dikenalkan dengan Canon 5D mk 2. Ini camera foto yang mampu merekam video dalam format full HD.

Mulailah saya kepincut. Dasar kuli PH (production house), cuma bisa jatuh cinta sama camera foto yang juga bisa merekam video :mrgreen:

Continue reading

Ngecuprus soal Java Jazz Festival

Enggak, saya gak mau komentar soal musik dan penyelenggaraannya. Lha wong saya ini bukan pengamat musik dan datang ke sana hanya karena dapat tiket gratis.

Beberapa kawan saya, yang suka musik jazz, bilang kalau festival ini udah kayak festival musik biasa. Karena, menurut mereka, ajang ini sudah gak murni jazz lagi. Saya sih manggut-manggut aja, lha wong ndak ngerti musik. Buat saya, musik itu sebatas untuk menyenangkan hati. Ndak perduli dengan jenisnya.

Continue reading

Ngecuprus soal UU Lalu Lintas

Ini dia UU yang sedang sering dibahas sama pengguna jalan. Terutama oleh para penggemar bekibolang -belok kiri boleh langsung-.

traffic signDulu, di semua persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintas, kita boleh belok kiri walaupun lampu sedang menyala merah. Kecuali kalau lampu tersebut berbentuk tanda panah, maka kita wajib mengikuti maunya si lampu. Kalau merah berhenti, kalau hijau jalan.

Sekarang, kita sama sekali tidak boleh belok kiri walaupun lampu panah itu gak ada. Sekarang kita harus mengikuti lampu merah-kuning-hijau yang normal itu. Kalau dia lagi merah, ya jangan coba-coba belok kiri. Karena sekarang, Polantas bisa kasih surat tilang. Continue reading