Cara Mengurus Dependant Visa Malaysia

Awalnya sempat khawatir bakal lama dapat dependant visa. Apalagi kalau nunggunya lama kayak PKS yang nunggu kepastian bakal dikasih jabatan Wagub DKI oleh Gerindra atau nggak. Tapi ternyata nasib saya lebih baik. Beberapa waktu lalu dependant visa saya sudah disetujui. Alhamdulillah.

Dependant visa ini saya perlukan supaya bisa tinggal lama di Malaysia. Mungkin banyak yang belum tahu, istri saya bekerja sebagai dosen di Kota Kinabalu, Malaysia. Sebagai tenaga kerja asing di Malaysia, istri saya saya nggak bisa langsung mengajak saya untuk tinggal di Malaysia karena saat itu belum memenuhi syarat untuk mengurus dependant visa/dependant pass untuk saya. Untungnya sebagai sesama negara ASEAN, kita punya kemudahan bebas visa kalau sekedar berkunjung. Jadi saat belum punya dependant visa, saya bisa tinggal di Malaysia selama 30 hari. Ya lumayanlah. Maksudnya lumayan pegel bolak-balik Indonesia-Malaysia sebanyak 8 kali selama satu setengah tahun šŸ˜€

Keseruan hubungan jarak jauh sebagai suami istri kayaknya asyik juga kalau nanti saya ceritakan di tulisan terpisah. Atau mungkin dalam bentuk podcast. Kemarin saya dan istri berencana bikin podcast yang isinya tentang perbedaan budaya antara Malaysia-Indonesia dan gimana kami menyikapinya.

Nah, tentang pengurusan dependant visa ini secara garis besar ada tiga tahapan. Tahapan pertama harus dilakukan di Malaysia oleh suami/istri yang bekerja di sana. Kalau saya nggak salah sebetulnya ada agen yang bisa membantu urusan ini. Atau mungkin kantor tempat kerja juga bisa bantu melalui HRD, tapi kami kemarin memutuskan untuk mengurus semuanya sendiri. Sebetulnya mengurus dependant visa Malaysia ini mudah, asalkan semua syarat sudah terpenuhi.

Untuk tahu syarat apa saja yang diperlukan, bisa tanya ke bagian HRD kantor masing-masing atau tanya langsung ke kantor imigrasi. Kalau di Kota Kinabalu, alamat pejabat imigresen ada di Block B, Federal Government Administrative, Jalan UMS, 88300 Kota Kinabalu, Sabah. Setelah semua selesai diurus, nanti tinggal nunggu jadinya surat pengantar dari imigresen sekitar 2 minggu. Konon jangka waktu lamanya penerbitan surat dari imigresen ini bisa berbeda, sebaiknya ditanyakan langsung saat pengurusan.

Setelah istri saya menerima surat tersebut, dia kirim surat itu ke saya untuk penerbitan single entry visa di Jakarta. Ini bisa disebut tahap kedua. Single entry visa ini berlaku tiga bulan, pengurusannya di Menara Palma Lantai 18, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan. Syaratnya hanya membawa surat pengantar dari pihak imigrasi Malaysia, paspor, 1 pas foto ukuran 4×6 latar belakang putih dan mengisi formulir yang disediakan di sana. Serahkan semuanya ke petugas untuk diperiksa, serta membayar 878,000 rupiah untuk penerbitan single entry visa. Single entry visa ini akan selesai dalam waktu 3 hari kerja. Jangan lupa untuk pengurusan dependant pass ini paspor pemohon harus masih berlaku selama satu tahun lebih.

Setelah visa ini jadi, saya langsung cari tiket Jakarta-Kota Kinabalu, yailaah..udah kangen istri kaan šŸ˜€

Kemudian di Kota Kinabalu, atau lebih sering disebut KK, masuklah ke tahap ketiga. Saya dan istri yang kebetulan sedang ambil cuti langsung pergi ke pejabat imigresen untuk pengurusan dependant visa, sayangnya saat itu sistem mereka sedang offline. Akhirnya keesokan harinya saya sendiri yang pergi lagi ke pejabat imigresen untuk urus visa tersebut. Di sini prosesnya tinggal bayar RM 260 di konter juruwang, lalu serahkan bukti pembayaran ke petugas di bagian ekspatriat dan gak berapa lama kemudian, voila! Jadilah dependant visa saya. Saya kurang paham dengan sistem visa ini, tapi menurut saya tahap ini semacam untuk menukar single entry visa dengan dependant pass yang multi entry. Jadi saya bisa pulang pergi kapanpun dan bisa tinggal di wilayah berlakunya dependant pass ini selama pass tersebut masih berlaku.

 

Oiya, semua persyaratan ini ada baiknya ditanyakan lagi ke pihak imigresen/Kedutaan Malaysia, sebab bisa jadi ada persayaratan yang sedikit berbeda karena masing-masing wilayah di Malaysia punya aturan tersendiri. Saya sempat baca dari blogger yang tinggal di Kuala Lumpur, ada sedikit perbedaan dari pengalaman yang saya tulis ini. Bahkan di dependant’s pass yang saya punya ini tertulis hanya berlaku untuk wilayah Sabah dan West Malaysia, nggak disebut untuk wilayah Sarawak. Tapi yang pasti semua prosesnya mudah dan cepat selama persyaratan sudah terpenuhi, semoga pengalaman ini bisa sedikit membantu bagi pembaca yang hendak mengurus visanya sendiri, salam.

1 Comment

Leave a Reply to Tuteh Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s