Kenapa Angin Ribut Diberi Nama Perempuan

Gara-gara twit Tante Maina @FunJunkies ini,

Nama badai banyak yang pakai nama perempuan ya. Kalau perempuan udah ngamuk emang mirip topan badai soalnya.

Saya jadi ngekek-ngekek sendiri njuk kepikiran ngeblog. Memang bener sih, topan badai atau angin ribut banyak yang pakai nama perempuan. Malah sebelum tahun 1978 hanya nama perempuan yang digunakan. Seingat saya, nama perempuan digunakan secara tradisional mengikuti kebiasaan para pelaut yang sering menamai kapal mereka dengan nama perempuan. Ada juga yang berpendapat penggunaan nama perempuan untuk mengurangi kesan ganas sebuah angin ribut. Mungkin maksudnya agar masyarakat yang berada di daerah yang akan terkena dampak angin ribut ini tidak panik. Waspada dan selalu siap boleh, panik jangan. Namun semua pendapat itu menghilang setelah pada tahun 1979 muncul nama lelaki untuk penamaan angin ribut.

Sejak hurricane Michelle tahun 2001, saya tertarik mencari tahu tentang penamaan ini, ternyata sejarahnya memang panjang dan menarik. Saya akan tuliskan sejarah yang saya ingat saja, dulu informasinya lebih banyak saya dapatkan dari membaca buku karena untuk berselancar di internet belum semudah sekarang. Kalau mau informasi akurat bisa googling saja, terus terang saya lagi males googling sekarang ini, ehehe.

Dari sebuah buku yang saya baca, penamaan hurricane pernah menggunakan berbagai metode seperti misalnya nama orang suci seperti Saint Ana. Ada juga yang mengunakan angka longitude dan latitude. Lalu akhirnya mulai menggunakan nama perempuan karena mengikuti kebiasaan para pelaut seperti yang saya tulis di atas. Baru di tahun 1979 nama lelaki juga digunakan. Sayangnya saya lupa kenapa nama lelaki dan perempuan yang digunakan, mungkin karena alasan kemudahan saja. Nama yang digunakan juga singkat dan mudah, kebayangkan repotnya kalau memakai nama yang panjang seperti misalnya, Darmastyo Dutanegara. Hah? Darma what? Darma atau Dharma pake H? Styo itu es te ye o atau es e te ye o? Belum kelar jelasin, dah keburu nyampe deh tuh topan badai.

Lalu penggunaan nama-nama ini juga diatur secara alphabetical. Jadi hurricane yang pertama muncul dalam tahun yang sedang berjalan, akan menggunakan nama yang berawalan A, misalnya Andrea. Berikutnya B, misal Bertha, dan seterusnya. Nama-nama tersebut akan dirotasi setiap enam tahun sekali, jadi nama yang digunakan tahun 2017 akan digunakan lagi di tahun 2023. K e c u a l i  jika topan yang melanda itu menimbulkan banyak korban, maka nama topan tersebut tidak akan pernah digunakan kembali. Makanya kita enggak akan nemu lagi sama nama topan Edna, Michelle, Katrina. Banyak kok nama-nama yang dipensiunkan. Coba cari aja kalau berminat.

Kalau ada yang punya info menarik soal penamaan ini, boleh lho diceritain di kolom komentar. Atau punya referensi buku yang bagus? Tolong kasih tahu saya ya. Cheers!

Advertisements

3 thoughts on “Kenapa Angin Ribut Diberi Nama Perempuan

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s