Ungu In Black n White

Ini cerita di belakang layar salah satu pengalaman saya ketika memotret, siapa tahu berguna untuk teman-teman yang berkunjung ke blog ini.

IMG_9945Rencana reuni dengan Ungu sebetulnya  sekitar seminggu atau dua minggu yang lalu. Kebetulan waktu itu Makki ngetwit akan show di Tasikmalaya, saya pun saat itu berencana jalan-jalan ke Cipatujah, Tasikmalaya. Sayangnya saya batal ke Tasik karena….diare. Gak keren banget deh alesannya.

Akhirnya saya baru bisa ketemu mereka akhir pekan kemarin saat mereka tampil di Cilegon. Nah, ini yang saya mau ceritakan. Sejak berangkat dari rumah menuju basecamp Ungu di kawasan Tebet, sudah ada beberapa kejadian yang bikin perasaan gak nyaman. Ketika melewati Universitas Indonesia, entah kenapa saya masuk ke lajur yang menuju gerbang UI dan gak bisa langsung memutar balik karena jalur keluarnya ditutup petugas, entah hari itu ada acara apa di sana. Terpaksa saya harus mengitari kawasan UI dan keluar melalui jalur yang melewati Fakultas Tehnik.

Lalu kejadian kedua adalah, plat nomer motor terlepas saat melewati gedung Sucofindo di jalan Pasar Minggu. Padahal saya yakin sekali plat itu terpasang erat karena baru ganti nomer beberapa hari yang lalu. Entah apa perasaan pengguna jalan lain ketika saya turun dari motor dan dengan gagah membelah keramaian arus demi mengambil plat nomer yang tercecer di aspal itu. Mungkin mereka kaget juga ketika melihat ada versi gempalnya Ahok sang Wagub DKI di jalanan Pasar Minggu. Blah.

UnguTapi setelah itu alhamdulillah perjalanan lancar sampai Tebet dan perjalanan dari Tebet ke Cilegon pun aman. Malah saya sempat tertidur di mobil bareng Onci dan crew Ungu, ya lumayanlah, jadi suatu hari nanti bisa cerita kalau saya pernah tidur bareng Onci. Halah.

Menjelang sore, ketika sudah bertemu, ngobrol dan bernostalgia dengan semua member Ungu, saya sudah lupa dengan kejadian pagi itu. Apalagi ketika malam saat ngumpul di tenda belakang panggung pertunjukan dan asyik ngobrol dengan Enda yang juga hobi motret, sudah semakin gak kepikiran lagi. Ohiya, saya jadi bertambah ilmu saat melihat akun IG milik Enda. Cadas lah bakat fotografi dia.

Lalu keseruanpun dimulai saat mereka naik ke panggung, dan saya pun mempersiapkan kamera untuk mengambil aksi mereka. Tahu gak sih? Begitu saya menjejakkan kaki di panggung dan siap menjepretkan kamera, kameranya trouble. Fiuh…mumet! Seru-seru semriwing gitu deh rasanya. Padahal itu kamera aman-aman aja waktu dipakai foto bareng di tenda, bahkan sebelum naik ke panggung pun saya masih sempat mengambil beberapa shots dari backstage area.

Masalah pertama yang muncul adalah, titik fokusnya gak berfungsi. Menghilang aja gitu dari view finder. Akhirnya dia balik lagi tapi membandel, gak mau diatur. Saya ini termasuk fotografer yang lebih suka menentukan sendiri di mana letak titik fokus. Saya gak suka kalau kamera yang mikir buat saya. Nah saat itu, seperti biasa, saya set fungsi kamera supaya bisa menentukan titik fokus semau hati, tapi ternyata kelakuannya masih seperti setingan auto.

IMG_9933Setelah itu teratasi, ada lagi masalah baru, kelakuan si kamera seperti sedang diset di low speed, padahal saat itu speed ada di 1/400. Waduh, pecah kepala deh. Sempat nyesel karena gak bawa kamera cadangan dan jadi teringat kejadian-kejadian pagi tadi. Sebetulnya saya gak terlalu percaya dengan pertanda-pertanda atau apalah itu namanya, tapi ternyata ketika ada kejadian seperti itu rasanya manusiawi sekali kalau kemudian teringat dan lalu menyadari bahwa apapun ceritanya, kita gak boleh takabur.

Jadi sebelum berangkat ke Cilegon, saya sempat terpikir untuk membawa kamera cadangan seperti biasanya. Tapi kemarin saya gak bawa karena saya yakin kamera yang ini gak akan bermasalah. Ya biar bagaimanapun, kamera 5D ini lebih baru dibanding kamera 1D. Selain itu saya juga gak mau repot kalau harus bawa 2 kamera, karena artinya harus memakai tas yang lebih besar. Akan sangat merepotkan kalau nanti harus membawa gembolan besar ke atas panggung.

Tapi, lagi-lagi, alhamdulillah, akhirnya kamera kembali berfungsi normal. Tau gak sih apa yang saya lakuin saking bingungnya sama kelakuan si kamera? Selain menghapus semua setingan, melepas dan memasang ulang lensa, ngeformat memory card…tindakan ini yang menurut saya paling fenomenal, adalah, copot batere! Macam pakai blackberry aja. Sayangnya kamera sembuh total saat Ungu hampir selesai performing, mereka memang hanya ngebawain 9 lagu, jadi waktunya pendek sekali. Saya belum sempat memotret Rowman dan Andi. Foto-foto yang saya tampilkan ini adalah beberapa momen dari sedikit yang bisa terekam dengan baik.

Ungu

Pelajaran untuk saya, jangan pernah terlalu yakin dengan alat. Yakin sama Tuhan dan hati aja, dan jangan pernah lupain jasa mantan. Eh, mantan ini maksudnya mantan kamera andalan yang sekarang sudah jadi kamera kedua, tergeser oleh kamera yang lebih seksih ^^

Advertisements

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s