Belajar Fotografi Singkat dan Murah di Jakarta

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Update:

Artikel terbaru tentang kursus bisa dibaca di Senangnya Memberi Kursus Fotografi Murah Di Jakarta, klik aja 🙂

Awal kenal fotografi sebetulnya sudah lama, sejak kecil, seperti kebanyakan keluarga lainnya, saya sudah akrab dengan yang namanya album foto keluarga. Ada perasaan senang ketika melihat foto-foto lama. Entah senang karena bisa menggugah kenangan lama di suatu kota yang pernah kami tinggali, atau sekedar senang bisa mencela keculunan tampang kakak-kakak saya, hehehe.

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Tanpa saya sadari, sebetulnya kecintaan saya dengan fotografi sudah dimulai dari album foto itu. Anak bungsu mana sih yang gak suka kalau punya bahan untuk ngejek kakaknya? Foto itu barang bukti yang gak bisa disanggah lho. Otentik.

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Tapi benih cinta (((BENIH CINTA))) terhadap fotografi baru benar-benar tumbuh ketika ikut trip ke Pulau Pramuka bareng Nyanyu Picnicholic sekitar tahun 2007 atau 2008. Di trip itu saya kenal dengan Ime dan Ace yang nenteng kamera DSLR. Mulai deh saya hujani mereka dengan banyak pertanyaan seputar kamera dan foto. Gak berapa lama setelah pulang dari Pulau Pramuka,  saya beli DSLR dan mulai menyiksa kamera itu dengan ratusan jepretan yang asal jepret. Bukan cuma kamera aja sih, tentunya, semua kawan yang saya anggap paham fotografi juga saya siksa dengan hujaman ribuan pertanyaan, hihihi. Maaf ya gaess…

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Banyak mencoba dan bertanya memang harus dilakuin kalau mau menguasai suatu bidang. Gak cuma soal foto, pacaran pun begitu. Jadi kalau mau pintar memotret, pacaranlah sebanyak-banyaknya. Eh, gak gitu juga sih.

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Lalu apakah cukup dengan bertanya ke teman dan banyak mencoba? Buat saya, gak cukup. Karena nyatanya saya tetap mengalami salah beli lensa dan bahkan salah jual lensa, semata-mata karena kurang informasi. Nah, demi mendapat banyak info ini akhirnya  saya memutuskan untuk ikut sekolah fotografi dan berbagai macam workshop. Pertama kali merasakan sekolah foto ya di Nikon School Indonesia (NSI). Saya sebetulnya pengguna Canon, tapi itulah asyiknya fotografi, kita bisa belajar dengan siapapun tanpa peduli alat apa yang digunakan. Oh iya, saya bisa sekolah di NSI ini juga karena kebaikan seorang teman yang sayangnya menolak untuk disebut namanya. Lalu saya juga belajar di Darwis Triadi School of Photography.

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Belajar di kedua tempat itu memberikan pengalaman yang berbeda. Saat belajar di NSI, salah satu pengajar bilang bahwa fotografi sebetulnya adalah bahasa gambar. Maka, sebuah foto bisa dianggap sebagai sebuah media untuk menyampaikan pesan. Ketika di DTSOP, kurang lebih si Babeh (Darwis), bilang bahwa belajar fotografi itu gak melulu mengejar soal teknis tapi juga harus humanis. Sejak itu, pandangan saya tentang dunia fotografi agak berubah dan melakukan pemotretan dengan pendekatan yang berbeda.

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Sekarang, setelah saya merasa punya cukup bekal pengetahuan tentang fotografi, saya membuat kursus fotografi untuk pemula. Niatnya sih untuk berbagi ilmu dan pengalaman ke banyak orang supaya yang lain tidak perlu merasakan kesalahan yang sudah pernah saya lakukan. Makanya kursus ini saya bikin sefleksibel mungkin, artinya, waktu dan lokasi belajarnya bisa di mana saja sesuai kesepakatan bersama. Biaya kursusnya pun murah.

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Jadi, bagi yang tertarik belajar basic fotografi sambil ngopi-ngopi santai atau duduk di taman, hubungi saya aja ya. Infonya ada di bawah nih

kursus-fotografi

Advertisements

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s