Indonesian Clenic Lovers!

“Jadi kereta slowing down their speed di lokasi kecelakaan karena rel memuai akibat suhu tinggi ketika kebakaran. Supaya ngga tergelincir gerbongnya.

Bukan karena ada jin budek, bayangan hitam or even angker!!! You-Indonesian-clenic-lovers!!!” ~ Sikiky

Saya ngakak guling-guling mentul-mentul sampai salto dan kayang di udara pas baca kalimat di atas. Bukan bermaksud menertawakan musibah, tapi kalimatnya Kiky itu cukup mewakili keheranan saya terhadap respon beberapa masyarakat Jakarta, atau mungkin juga malah sebagian rakyat Indonesia, yang suka menghubungkan hal-hal klenik terhadap beberapa kejadian.

Sebetulnya pemakaian kata ‘klenik’ di kalimat itu memang kurang pas, lebih pas kalau memakai kata ‘mistik’. Tapi saya gak mau bahas soal diksi πŸ˜›

Kebetulan juga tayangan Mata Najwa semalam ngebahas pengalaman beberapa mantan petinggi KPK selama bertugas dulu. Di salah satu segmennya pun mereka bercerita tentang kejadian metafisika selama mereka berdinas. Jadinya memang lucu, atau ironis, ketika KPK mengusut dan menyelidiki sebuah kasus dengan segala macam alat dan metode mutakhir, sementara para tersangka menggunakan jasa dukun dan melakukan beberapa ritual mistis saat diperiksa. Mungkin para tersangka itu berharap bisa mengganggu proses pemeriksaan dengan cara-cara klenik. Entah cara-cara itu manjur atau nggak, tapi ya begitulah kelakuan sebagian tersangka itu menurut cerita bapak-bapak mantan pejabat KPK semalam.

Mungkin cerita seperti itu sudah wajar di Indonesia yang masyarakatnya memang terbiasa dengan hal-hal mistis. Sebagian dari kita pasti pernah mendengar tentang pohon angker di desa anu, atau pembangunan jembatan di daerah anu memerlukan upacara khusus dengan memberikan kurban kepala sapi supaya pengerjaannya lancar, bahkan kalau mau dihubungkan dengan agama pun ada banyak kisah nabi yang kalau dipikir dengan logika akan menjadi sangat tidak masuk akal. Tapi yang pasti, cerita-cerita seperti itu memang sangat banyak di negera kita. Bahkan setau saya ada orang yang melakukan riset S2 atau S3-nya tentang metafisika di Indonesia. Pasti menarik tuh untuk didengar.

Saya teringat saat sekolah pilot dulu, ada bule yang mendalami kriminologi dan berkata bahwa di Indonesia itu sebetulnya tidak ada pembunuh berantai. Karena kriteria untuk bisa disebut sebagai pembunuh berantai itu adalah; dia melakukan pembunuhan lebih dari dua kali, dilakukan secara metodis, dan pemicunya adalah pengalaman traumatis yang dialami si pelaku selama hidupnya. Sementara “pembunuhan berantai” yang ada di Indonesia itu kebanyakan motifnya karena si pelaku mendalami sebuah ilmu hitam, bukan karena kelainan jiwa yang disebabkan oleh trauma. Kira-kira seperti itu ceritanya. Saya lupa bagaimana detailnya, soalnya cerita ini saya dengar tahun 1994 di Melbourne dulu. Saat itu, ketika tidak sedang bersekolah, saya lebih suka pacaran ketimbang mendengar cerita berat semacam ini πŸ˜€

Mungkin ada benarnya cerita kawan bule yang saya pun sudah lupa namanya, di sini kita akrab dengan istilah perdukunan atau bahkan hafal nama-nama paranormal karena seringnya mereka tampil di layar tv, malah ada paranormal yang bikin film layar lebar segala. Saya pun selama bekerja sebagai buruh production house, sering memasukan biaya pawang di dalam sebuah PCE (Production Cost Estimation). Pernah saat awal bekerja di bidang ini, saya sengaja tidak menuliskan harga pawang secara khusus, saya menggabungkannya dengan berbagai pengeluaran sebagai ‘Miscellaneous’. Ini malah menimbulkan pertanyaan dari pihak klien. Ketika saya jelaskan, akhirnya mereka justru meminta biaya tersebut dimunculkan di daftar PCE. Ya sudah, sejak itu biaya pawang selalu bertengger bersama dengan daftar honor sutradara, DOP, camera person dan lainnya. Bagi saya sih aneh, tapi nyatanya hal seperti itu sangat biasa dan justru diterima oleh banyak klien. Kenapa aneh? Ya karena, ketika saya memasukan honor sutradara maka saya punya ekspektasi yang terukur dari hasil kerjanya. Lha kalau pawang hujan? Apa ya ada yang bisa ngukur keahlian dia melawan alam? Kalau ternyata saat syuting tetap turun hujan, apa saya bisa protes ke pawang itu dan menolak membayar honornya? Kalau kemudian saya didoain dan dikutuk jadi kodok, gimana hayo? Iya, ini sarkasme πŸ˜€

Jadi, untuk yang percaya dengan hal mistis ya silahkan saja, cuma mungkin bolehlah disertai dengan sedikit nalar supaya berimbang. Atau kalau memang gak bisa berpikir logika, janganlah membubuhkan cerita horor di suatu lokasi kejadian. Mending mendoakan para korban dan keluarganya. Kasihan lho keluarga korban itu kalau sampai mendengar cerita yang terkesan bahwa keluarganya menjadi hantu penunggu di sebuah lokasi musibah. Kalau keluarga kita yang digitukan, apa gak sedih? Mari berpikir lebih positif, yuk!

Note: Karena tukangecuprus.com belum beroperasi secara optimal maka kegiatan ngecuprus sementara akan dilakukan di lapak ini. #penting #halahbanget

 

3 thoughts on “Indonesian Clenic Lovers!

  1. Sekali lagi:
    Terima kasih pak Darman dan pak sofyan atas jasa jasa kalian yang telah mengantar saya dan ribuan pemakai jasa Kereta api ke tempat aktivitas dan kembali bertemu keluarga. Semoga tidak adalagi manusia tolol yang tidak disiplin, tidak sabaran yang mengakibatkan hilangnya nyawa! Selamat jalan pahlawan!

    Anyway, ohhh mistis ya? Bukan klenik? Baiklah πŸ™‚

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s