Fotografi Dasar Untuk Cari Pacar

Setelah menjadi single, saya mulai belajar ilmu fotografi. Sebelumnya saya memang cuma hobbyist. Tapi kemudian menjadi profesi karena terpaksa. Dan saya suka. Apalagi kemudian saya sadar kalau ilmu fotografi bisa diterapkan untuk mendapatkan pacar. Mari kita urai satu persatu ya. Eh iya, bacanya jangan serius dong, mblo. Santai aja. Tulisannya bakal panjang nih, bacanya sambil senderan gih. Nafsu bener mau dapat pacar ^^

Belajar Fotografi (BF): Langkah awal untuk belajar fotografi tentu harus punya kamera. Gak perlu beli kok, sewa atau pinjam juga boleh. Atau pakai aja kamera yang ada, kamera pocket atau kamera yang ada di handphone juga bisa. Kalau sudah punya kamera, langkah berikutnya adalah m e m b a c a  b u k u  m a n u a l. Ini nih yang kebanyakan orang suka malas melakukan. Padahal ini penting. Sangat penting malah. Karena kita gak akan bisa mengenal fitur-fitur kamera tanpa membaca bukunya. Kalau gak kenal kamera, lalu gimana mau maksimal memotret? Hasilnya nanti pasti gak sesuai harapan.

Dapat Pacar (DP): Sama seperti belajar fotografi, langkah awal mau mendapatkan pacar ya harus punya targetnya dulu. Kemudian baca buku manualnya, oops maaf, maksud saya kenali orangnya. Pelajari karakternya, cari tau statusnya, bahkan kalau perlu cari tau asal kampung halamannya. Memahami karakter itu nanti akan berguna untuk kita menentukan langkah-langkah pendekatan. Ya kalau karakter dia gak bisa diam dan gampang bosan, jangan pedekate dengan cara diajak main catur lah. Lalu cari tau juga statusnya, jangan sampai kita ngejar target yang ternyata suami atau istri orang lain. Mau cantik atau ganteng kayak apa, kalau dia not available ya langsung lupain aja. Jangan ditunggu cerainya. Dosa loh doain orang lain cerai. Selain dosa, apa iya kita seputus asa itu? 😀 Nah, yang gak kalah penting nih, cari tau juga kampung halamannya di mana. Bukan mau tau asal usul sih, cuma kan ya repot juga kalau domisili kita di Medan terus nanti harus berlebaran di Nabire, Papua sana. Tapi kalau kamu emang cinta banget, ya hajar aja lah ^^. Intinya sih, kenali targetmu supaya hasil akhir nanti sesuai yang kita mau.

BF: Setelah membaca buku manual dan mengenali kamera, sekarang waktunya praktek! Apa yang kita harus tau untuk bisa memotret? Sebelum menekan tombol rana, kita harus ngerti dulu bahwa fotografi itu secara umum adalah bahasa. Bahasa gambar lebih tepatnya. Jadi, sebuah foto adalah sebuah pesan. Foto yang baik adalah foto yang bisa dimengerti oleh orang lain. Bagaimana menyampaikan pesan yang baik? Tentu dengan bahasa yang baik. Apa bahasa dalam fotografi? Menurut saya, bahasa dalam fotografi adalah cahaya. Kalau cahaya kurang, foto kita pasti tidak terlihat jelas atau bahkan gak bisa dilihat karena terlalu gelap. Saking pentingnya cahaya, kalau kita menggunakan DSLR, ada 3 setingan untuk mengatur cahaya. Pelajari ISO, aperture (diagfragma) dan shutter speed kalau mau mengusai bahasa fotografi. Ya kalau gak mau repot belajar, pake auto aja. Beres. Tapi ya bahasanya jadi standar.  Ya gak masalah juga, kalau memang kita cuma mau iseng ya cukup pakai auto aja. Tapi ya jangan iri kalau ada orang bisa memotret lebih bagus dari kita lho ya.

DP: Kalau sudah mengenali target kita, sekarang waktunya praktek! Hadeuuh..praktek apaa? 😀 Maksud saya, sekarang waktunya bergerak menyatakan kalau kita suka sama dia. ‘Menyatakan’ itu kan sama saja seperti menyampaikan pesan kan ya? Jadi bahasanya ya harus jelas. Kalau sekiranya target kita berbeda suku, ya pakai aja bahasa Indonesia. Jangan lupa juga, dalam meyampaikan pesan, tidak hanya bahasa yang harus jelas, ucapan, gerakan tubuh dan rasa percaya diri juga mutlak diperlukan. Ucapan harus jelas, jangan bergumam. Gerakan tubuh juga harus pas, jangan sambil goyang-goyang kalau bicara, kita bukan di dance floor lho ya. Lalu rasa percaya diri ini juga penting, ya gimana kita mau ngeyakinin target supaya mau jadi pacar kalau kita sendiri terkesan gak yakin?

BF: Untuk pengetahuan dasar fotografi, pemahaman tentang cahaya sudah cukup bagi kita untuk segera mencoba memotret. Tapi ada satu hal lagi yang bagus kita pahami kalau mau membuat foto yang lebih baik, namanya komposisi. Komposisi ini, kalau mau dipahami secara mudah, adalah tentang pengaturan tata letak gambar dalam frame kamera kita. Objek foto yang berada di tengah frame memang sudah cukup bagus untuk dilihat. Tapi coba meletakkannya di sepertiga bidang frame, ini namanya rule of thirds, pasti kesan yang tertangkap dari hasil foto kita akan jauh berbeda. Lalu coba hindari memotret dengan posisi sejajar dengan objek (eye level), cobain deh memotret dengan cara berjongkok atau kalau perlu tiarap sekalian (low angle), atau cari cara supaya kita bisa berada lebih tinggi dari objek (high angle). Pasti “rasa” fotonya akan beda. Semua itu adalah komposisi sederhana, banyak lagi yang advance. Tapi kalau sekedar hobi, ini saja sudah cukup. Nanti bisa dipelajari lagi yang lain. Iya sih, inti fotografi memang penyampaian pesan, makanya tadi saya bilang dengan mempelajari cahaya saja sudah cukup bagi kita untuk menghasilkan foto. Tapi gak salah juga kan kalau kita menyampaikan pesan dengan cara yang lebih indah? Atau minimal agak berbeda lah dari pesan-pesan yang standar.

DP: Di sini juga gitu, cara paling standar menyatakan cinta ya langsung diucapkan ke target kita. Tapi mencoba pakai “komposisi” juga gak ada salahnya. Komposisi paling mudah ya bawa bunga, coklat atau apalah yang sekiranya dia suka. Ya iya sih, kalau jomblowan nyerahin kunci mobil beserta BPKB ke jomblowati pasti menarik juga, tapi ini kayaknya level advance kali ya? Atau bisa juga memilih lokasi aksinya di tempat yang beda. Jangan di tempat yang sudah biasa dikunjungi misalnya, atau gimana lah caranya. Kalau saya sih kemarin di food court *ngakak*, tapi ya sebagai fotografer yang sudah paham ilmu dasar, lokasi jadinya tidak terlalu berpengaruh *ngakak jumawa*.

Nah, semoga cerita ini bisa berguna. Ya kalaupun ada yang nyoba dan gagal dapat pacar, coba lagi aja. Dengan cara yang berbeda tentunya. Memotret juga perlu jam terbang kok, dari hasil latihan berkali-kali baru kita bisa dapat hasil foto yang bagus. Jangan lupa juga soal k e s a b a r a n. Apalagi kalau udah jomblo menahun, ya emang harus sabar sangat..hihihi.

Advertisements

8 thoughts on “Fotografi Dasar Untuk Cari Pacar

  1. Jadi, sebagai fotografer yang sudah paham ilmu dasar fotografi kamu memilih food court sebagai tempat beraksi? tidak mainstream ya, Mas? *angkat2 alis* kasian sekali pacarmu ck ck. *pukpuk pacar Mas Ragil*


    RD: Jiee bayi tawon jiee

    Like

  2. Pendapatnya bagus bro,karena CINTA itu bisa di pelajari,maka ga ada salah nya kita belajar dan mengerti CINTA itu.Cinta itu harus di sertai logika bukan hanya perasaan saja,Cinta yang mengikutsertakan bermain nya logika itu membuat percintaan semakin ideal dan saling menguntungkan satu sama lain.Sedikit Contoh:Jika sama-sama suka ya aktif lah pada saat PDKT,bukan hanya pria saja tetapi wanita juga.

    Salam revolusi cinta,
    HitmanSystem.com
    Pusat Konsultasi & Edukasi Cinta Terpercaya di Indonesia

    Like

  3. Ternyat ilmu fotografi bisa diterapkan juga untuk pedekate sama cewe ya? Baru tahu..
    Kapan-kapan cerita bagaimana caranya fotografer bisa jadi profesi juga dong…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s