Selalu Selamanya

Dulu aku bisa lembut membangunkanmu dengan sentuhku. Bisa menghidangkan santapan dengan kasihku. Kita bisa tertawa kalau asin yang dirasa. Kamu juga rela memberi senyum di tengah kantukmu kalau kau mencecap lezat.

Berdua, hanya berdua, tapi sahur selalu seru dengan kamu. Masih ingat ingarnya kita tiap malam memilih lauk untuk santap sahur? Gaduhnya belanja berdua? Berlagak seperti juru masak dunia, memilih bumbu ini dan itu. Hasilnya? Kadang asin, asam, bahkan gosong, tapi tak jarang juga sesuai yang kita mau. Apa pun itu, kamu selalu bahagia menjalaninya. Dan aku, selalu gembira melihat binar semangat itu.

Sekarang, hanya suara dan doaku yang bisa menemani sahurmu. Aku senang mendengar celoteh riangmu menyebut menu sahur yang dibeli entah di restoran mana. Walau bukan lagi dari olahanku, tapi doaku ada di makanan itu. Selalu. Selamanya.

 

I love you dear son, happy fasting 😉

Advertisements

5 thoughts on “Selalu Selamanya

  1. Huhuhuhu, mbrebes mili gue bacanya.
    Walau beda, tapi kita sama-sama mengalami berjauhan dengan anak terkasih.
    Happy fasting, my dear friend. Semoga ibadahmu lancar jaya 🙂

    Like

  2. *hiks* touchy….*ikut mendoakan agar ikatan batin kalian tidak pernah lepas dan tetap terasa dekat dlm lindungan Allah* aammiin ya Rahiiim

    Like

  3. Iya ging, semoga kamu mendapat semuaaaaa kebahagiaan setelah semua ini berlalu….ga iso ngopo-ngopo aku, cuman bisa panjatkan doa….untuk kalian semua….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s