Apakah Sempat Terpikir Olehnya?

Apakah sempat terpikir oleh ibu ini soal sering hilangnya sinyal telepon?

Mungkin saja iya. Tapi kalau ngelihat pekerjaannya yang nggak terlalu tergantung dengan perangkat telekomunikasi, mungkin juga ia nggak peduli. Malah mungkin dia nggak punya telepon seluler. Atau punya ponsel tapi pulsa minim, jadi ia bukan pengguna aktif sehingga soal sinyal bukan urusan penting untuknya.

Apakah terpikir olehnya soal kisruh masalah hukum yang dialami Gubernurnya?

Mungkin dia nggak peduli, kalaupun iya, paling hanya sebatas jadi bahan obrolan saat ia melayani pelanggannya. Biar bagaimanapun, urusan hukum pejabat tinggi sangat enak untuk jadi bahan gunjingan rakyat. Tentu dengan bumbu aneka macam. Bagi mereka yang bekerja dengan jujur dan harus memeras keringat tiap hari, peliknya urusan hukum dan politik cukup dinikmati kulitnya saja. Toh mereka nggak punya jalan untuk bisa mengikuti detail cerita. Berita di media massa mungkin hanya jadi bacaan selingan saat istirahat melepas lelah.

Apakah sempat terpikir olehnya bahwa berlibur ke Thailand saat ini bisa lebih murah dibanding liburan ke Raja Ampat?

Saya yakin dia nggak tau soal ini. Jangankan mengakses situs maskapai penerbangan murah untuk mencari tiket promo, email saja bisa jadi dia nggak punya. Dan jangankan mikirin biaya liburan, besar kemungkinan dia langsung disergap biaya hidup sesaat ia selesai berhitung keuntungan penjualan hari itu.

Pertanyaan di atas selamanya memang nggak akan saya ketahui pasti jawabannya. Dan memang selalu seperti itu kalau selesai berburu foto di jalanan kota mana pun. Ini yang membuat saya menggilai street photography. Genre fotografi yang 1 ini memang bisa membuat pikiran kita liar. Dan memang sebaiknya dibiarkan seperti itu. Nggak perlu kita mendekati objek foto secara personal dan ngobrol soal kehidupan pribadinya. Menurut saya, seni street photo bukan itu. Lagipula, saya bukan jurnalis atau pencari berita. Saat saya di jalanan dan menenteng kamera, saya hanya suka mengabadikan gambar. Itu saja.

Sebisa mungkin malah kita jangan mengganggu cerita yang sudah tergelar di jalanan. Biarkan semua berjalan seperti biasa dan kita, si perekam adegan, melakukan aktivitas kita dengan cara sealami mungkin. Bahkan akan sangat baik seandainya kita bisa menyatu dengan pergerakan hidup di jalanan itu. Makanya banyak street photographer yang menggunakan kamera saku karena kamera jenis itu tidak menarik perhatian orang. Kalaupun harus menenteng kamera DSLR, nggak perlu pakai lensa segede lengan Ade Rai. Intinya, semakin low profile, semakin bagus.

Tapi lagi-lagi, alat apapun yang kita punya, jangan sampai dijadikan kendala. Kalau hanya punya large body DSLR dan lensa tele, ya pakai aja. Strateginya yang diubah. Jangan niat motretnya yang dibatalkan. Justru itu seninya hobi fotografi, yaitu mengatasi kendala dan membuat karya foto.

Hei, kok jadi kayak kehidupan sehari-hari ya? Menyiasati kekurangan untuk bisa menikmati hidup. Asyik kan ya?

Advertisements

3 thoughts on “Apakah Sempat Terpikir Olehnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s