Bagaimana Kalau …?

Sejak mulai serius belajar fotografi, saya sering dapat pertanyaan seperti, “Bagaimana kalau motret daerah kumuh? Jangan cuma pemandangan alam yang indah aja.” Atau “Bagaimana kalau sekali-kali motret orang yang gak cantik?” Bahkan pernah ada yang nanya, “Bagaimana kalau kamu motret pakai kamera murahan? Jadinya kayak apa ya?” Dan masih banyak pertanyaan yang kira-kira mirip dengan itu.

Saya nggak tau apa motivasi orang yang bertanya seperti itu, tapi saya selalu berusaha menjawab sebaik-baiknya semua pertanyaan yang ditujukan ke saya. Ya iya lah, kalau ditujukan ke fotografer lain, ngapain juga saya jawab 😀

Cara saya menjawab memang beragam, tapi inti jawaban selalu sama. Untuk saya, hobi fotografi itu mirip dengan hobi saya yang lain, yaitu: wisata kuliner! Lha ya memang mirip kok. Makan dan motret sama-sama menyenangkan untuk dilakoni. Untuk bisa motret jelas butuh pengetahuan, begitu juga untuk makan. Setidaknya kita harus tahu bahwa telor asin itu enak kalau dipadukan dengan rawon dan agak aneh kalau dimakan bareng tom yam. Gimana caranya supaya tau? Ya dengan cara mencoba sendiri, atau minimal bertanya ke orang lain. Lalu yang gak kalah penting adalah kesabaran. Kadang saya harus bersabar menunggu momen yang bagus sebelum menekan tombol rana di kamera, soal makan pun sama. Sering saya harus sabar nunggu punya uang lebih untuk bisa makan wagyu, mahal sih yaa :mrgreen:

Nah, banyak yang mirip antara fotografi dengan kuliner kan? Karena kemiripan itu, saya suka menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar fotografi dengan pendekatan kuliner. Biasanya berhasil. Intinya sih, saya makan sesuatu karena saya suka dan tidak dalam kondisi dipaksa. Makanan pedas, manis, asin atau asam sekalipun, bukan masalah bagi saya. Selama saya berminat dan mampu, pasti saya makan. Dan jenis makanan apa saja yang pernah saya coba, tidak semuanya perlu saya ceritakan ke orang lain. Lha iya, ini kan hobi saya. Gimana cara menikmatinya, ya terserah saya dong. Selama tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar hukum, saya akan makan apa yang saya mau makan. Begitu juga dengan kegiatan fotografi yang saya tekuni, kurang lebihnya ya seperti urusan makan itu deh.

Jadi, apa ide teman-teman untuk makan hari ini? Saya mungkin akan menyantap bebek goreng 🙂

Advertisements

One thought on “Bagaimana Kalau …?

  1. ya memang begitu, tidak semua yang kita lewati harus semua orang tahu. memang begitu. yang saya tahu sih foto mas Ragil bagus-bagus, terlepas dari telah mencobanya jutaan kali klik. proses itu perlu dinikmati, bukan begitu. ini ngomong apa sih beb. aku ndak suka bebek, tapi aku naksir 1D-mu :)))) semangat!

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s