Antara Pilot Dan Fotografer

Beberapa belas tahun yang lalu saya pernah sekolah pilot di Melbourne, Australia. Keinginan menjadi pilot itu sebetulnya antara cita-cita dan nasib. Sewaktu tinggal di Vientianne, ibukota negara Laos, orangtua saya membeli film The Battle Of Britain. Cerita film itu seputar pertempuran udara antara Inggris dan Jerman, tentunya banyak pesawat tempur sliweran di situ. Iyalah, gak mungkin juga pakai bambu runcing.

Entah sudah berapa puluh kali saya tonton film itu, dulu sampai ingat scene ini lagunya itu, scene itu music score-nya anu, bahkan dialognya pun saya hapal. Ya begitulah nasibnya kalau tinggal di negara miskin di akhir tahun 70-an. Gak punya alternatif hiburan! Tapi gara-gara film itu saya punya cita-cita menjadi seorang pilot. Awalnya sih kepingin jadi pilot TNI AU, cuma karena waktu SMA yang banyak cewek cakepnya adalah jurusan Sos (A3), saya ambil lah jurusan itu. Dan pastinya batal sudah cita-cita jadi pilot TNI AU gara-gara gejolak muda zaman SMA :mrgreen: -Eh, gak juga sih. Saya masuk jurusan A3 itu emang karena gak doyan Fisika dan Biologi, sumpah deh-

Ya jelas batal, untuk masuk Akademi Angkatan Udara kan kudu dari jurusan A1 dan A2. Tapi suatu hari saat sedang main ke Surabaya, jreeeeeeng, saya lihat iklan sebuah sekolah penerbangan di Melbourne dari majalah Hai. Alhamdulillah, orangtua menyanggupi. Pacar pun mengiyakan, walaupun akhirnya putus juga sih *info penting*.

Jadi berangkatlah saya ke sana. Nah sewaktu sekolah di Melbourne ini saya berkenalan dengan Mas Agung ‘Sharky’ Sasongkojati, pilot F16 TNI AU yang saat itu sedang menjalani short course pelatihan tempur di salah satu pangkalan militer AU Australia. Ya gak mungkin juga beliau short course masak-memasak kan ya? Eniwei, dalam perkenalan singkat ini saya jadi tau kalau Mas Agung itu selain pilot andal, jago pula soal fotografi. Salah satu fotonya pernah ditampilkan di Kompas, waktu itu dia motret sebuah gunung (saya lupa nama gunungnya) dengan posisi pesawat inverted. Sejak itu saya mulai serius tertarik dengan fotografi, cuma belum memulai aja. Biasalah, saat itu hunting pacar masih tetap lebih menarik ketimbang hunting foto, hehehe.

Nah singkat cerita, sepulang dari Melbourne saya gagal jadi pilot karena semua maskapai saat itu ambruk kena imbas krisis moneter. Mulailah saya kerja ini-itu, sampai akhirnya pada saat memproduseri Ungu, saya kenalan (lagi) dengan dunia fotografi dan videografi ketika proses pembuatan cover dan video clip album pertama Ungu. Nah saya persingkat lagi ceritanya, akhirnya saya sekarang betul-betul teracuni jadi fotografer dan menetap di kota Bengkulu, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta bertetangga dengan klinik bidan. Banyak perawat muda di klinik itu, dan 2 hari yang lalu mereka baru menolong proses kelahiran seorang bayi sekitar pukul 12 malam lho! *sekilas info*

Waktu kenalan sama Mas Agung dulu, beliau pernah cerita bahwa pilot tempur yang jago itu biasanya anak yang bandel di kehidupan sehari-hari. Mungkin karena anak bandel itu cenderung agresif, gak punya rasa takut dan punya sifat yang terbuka, jadi kalau dipoles dan dilatih dikit, jadilah mereka individu tangguh di angkasa (ceileee..bahasa gue gak kuat banget deh!). Saya pikir, bener juga apa yang dibilang beliau dan kayaknya, fotografer pun begitu juga. Bayangin aja, kalau seorang pemalu dan klemar-klemer jadi fotografer, gimana dia bisa menguasai panggung? Apalagi kalau mendadak pucat ketika ketemu model cantik, lha kapan motretnya?

Soal sifat pun sama. Menjadi pilot itu dibutuhkan komitmen, integritas dan leadership, blah, saya pun ndak ngerti arti 3 kata itu, cuma karena keliatannya bagus maka saya tulis aja. Jadi fotografer pun perlu punya sifat yang bagus. Ya gimana orang lain mau tanda tangan kontrak pemotretan ketika kita susah bikin komitmen dengan diri sendiri. Contoh komitmen dengan diri sendiri yang paling mudah itu adalah, on time/punctual atau bahasa Indonesianya: tepat waktu. *saya baru tahu arti ‘komitmen’ setelah buka kamus besar kok, sekitar 3 menit yang lalu lah*

Tepat waktu ini penting, gak cuma soal tepat waktu saat punya janji bertemu dengan orang lain. Ketepatan waktu untuk hal yang lain juga perlu, misalkan tepat waktunya mandi, ya segeralah mandi. Tepat waktunya makan, ya segera makan. Saya yakin gak ada orang yang mau ketemu kita kalau kita bau dan tampak lemas karena kurang makan, apalagi diajak foto bareng di dalam studio ber-AC. Beuh, bisa pingsan tuh orang-orang.

Disiplin dalam memelihara alat pun sama antara pilot dan fotografer. Bedanya cuma kalau pilot itu resikonya kehilangan nyawa saat alatnya gak berfungsi dengan baik, kalau fotografer mungkin malu aja. Tapi apa gak repot kalau sampai nama kita hancur cuma gara-gara laptop rusak sementara kita lupa nge-back up file foto ke eksternal hardisk? Ya kurang lebih, sama aja kayak kehilangan nyawa sih. *touch the wood* (arti ‘touch the wood’ kira-kira ‘AMIT-AMIT JABANG BAYIIIII’).

Nah, percaya kan kalau sebetulnya banyak kesamaan antara pilot dan fotografer? Ada 1 lagi kesamaan di antara 2 profesi ini, dan ini menurut saya adalah yang paling krusial, yaitu: sama-sama banyak kenal cewek cantik. 😆

Dirgahayu TNI AU! Swa Bhuwana Paksa.

8 thoughts on “Antara Pilot Dan Fotografer

  1. pertanyaan pertama, sudah kenalan dengan bidan-bidannya mas ? :p

    untuk paragraph ini “Apalagi kalau mendadak pucat ketika ketemu model cantik, lha kapan motretnya?”, kalo malu-malu gantian aja mas. mas jadi model, terus mbak modelnya yang moto :p.

    request dong mas, next time buat tulisan tentang “apa itu komitmen” yahhh 🙂
    *pilissssssssssssssssssss 😀

    Like

  2. Iyah, tepat waktu! Catat ya… Tepat waktu termasuk pas janjian mau sarapan nelatnya jangan lama2, soalnya pagi hari adalah saat paling krusial yg menentukan kita bakal kenyang seharian atau tidak *apossseeee….*

    Like

  3. ngaku nih … gw baca CV elo terharu gitu. Bangga bener bisa kenal elo, Gil. *ini serius!*

    etapi knapa poto gw gak ada di right bar blog ini *tunjuk-tunjuk*

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s