Lebaran Bumblebee

Note: Kayaknya sih saya sudah pernah posting ini saat menjelang lebaran. Tapi entah kenapa, ternyata masuk kategori private sehingga nggak pernah muncul di laman blog ini. Sekarang saya edit sedikit biar lebih pas time frame-nya. Tapi kalau ternyata ini repost, ya maafff. Ribet ternyata ngeblog dari layar kecil 😀

Kebetulan saya terlahir sebagai muslim. Kok kebetulan? Lha iya, kalau orangtua saya beragama Budha, besar kemungkinan saya sekarang buddhist. Tapi kalau soal saya ‘terlahir’, itu mah bukan soal ‘kebetulan’. Iya lah, wong dulu ayah dan ibu saya memang sengaja berbuat kok.

Eniwei, karena saya muslim maka saya menikmati lebaran. Perkara merayakan atau nggak, itu relatif, tapi kalau soal menikmati, itu pasti.

Kebetulan sebelum lebaran saya juga baru ngeliat cuplikan film Transformers yang ada scene Bumblebee. Bagi saya, Bumblebee ini sangat menarik. Dia itu produk dari Chevrolet bertipe Camaro. Dulu, pada tahun 1960-an, Camaro ini diproduksi untuk menyaingi Ford Mustang. Hasilnya? Gagal total. Sekarang kayaknya Chevy berusaha menaikkan lagi pamornya melalui film robot pecicilan itu. Apakah berhasil atau nggak usaha mereka menaikkan pamor, saya nggak gitu ngerti. *googling aja 😀

Yang menarik buat saya adalah, pihak Chevy membuat Camaro yang sekarang ini dengan bantuan Australia -Ini info yang saya dapat dari tv program Top Gear-. Hebat ya? Kalau dibandingkan dengan America, Australia itu nggak ada apa-apanya dalam hal produksi muscle car. Terus kenapa mereka ngegandeng Australia? Ya nggak tau, coba googling aja lagi :mrgreen: Tapi intinya adalah, perusahaan sebesar itu perlu mengajak pihak lain -yang secara sejarah sebetulnya kalah dibanding mereka- untuk membuat mobil yang sudah lama menjadi icon perusahaan itu.

Nah hubungannya sama lebaran, ini sih bisa-bisanya saya aja ngehubungin, saya jadi ngerasa perlu mencontoh dari sejarah Camaro ini. Memanfaatkan momen lebaran yang lalu, yang kata orang adalah sebuah momen untuk memulai hidup dengan lebih baik, saya jadi semakin berusaha membuka mata untuk hal-hal yang selama ini saya anggap “kecil”. Tujuannya ya untuk memperbaiki kualitas hidup saya. Bukan untuk dipamerkan lho, tapi seperti mobil, semakin baik mutunya pasti semakin banyak manfaatnya. Sebagai manusia, pastinya saya juga harus menjadi baik agar bisa memberikan manfaad (pakai ‘d’) untuk sekeliling saya. Maka dari itu saya harus semakin tanggap dan mau belajar dari apapun dan siapapun. Entah itu yang lebih muda, lebih bandel bahkan yang lebih berlemak sekalipun. -Hey..berat gue jadi 96 kg pas lebaran kemaren- 😐

Ok, kayaknya postingan ini memang lebay dan gak jelas juntrungannya…tapi mumpung posting di blog sendiri dan saya pun sedang ribet, jadi bebas dong ya mau posting apa. Btw, kalau postingan ini berasa semrawut ya maklumin aja. Susah ternyata ngeblog pake touchscreen 4″ sambil jalan-jalan. Cobain deh 😐

Posted from WordPress for Android

2 thoughts on “Lebaran Bumblebee

  1. kesimpulan: berkolaborasilah dengan the underdogs. you’ll never know what you can do together *bebas jg dong gw mau komen apa, yg penting pertamax jaya! Oya gw ijin share foto Semarang ngeblues ke yg ada di foto ituh ya 😉

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s