Ngisengin Orang Kementerian.

Mungkin karena sedang jengkel gara-gara domain berbayar Tukangecuprus dan 233photography sudah berhari-hari nggak bisa diakses, jadinya kepingin ngisengin orang 😀 Tadinya sih nggak kepikiran buat iseng, tapi kemudian jadi kepingin ngebuktiin rasa penasaran saya.

Begini ceritanya, hari Senin yang lalu saya harus nganter file foto ke sebuah Kementerian. Tentunya menggunakan motor karena mengejar waktu. Jadi ya penampakan saya di Kementerian itu memang kucel, nggak kucel-kucel amat sih, standar orang kalau naik motor lah. Pakaian pun termasuk rapi. Celana bukan jeans, sepatu bukan kets , jaket pun bukan jaket murahan. Hanya memang semua terlihat lusuh karena menerabas traffic Jakarta selama 1 jam lebih. Terlebih lagi muka saya yang memang nggak bisa disebut ‘genic’ di media apapun, makin terlihat njeprut kalau turun dari motor.

Sesampai di Kementerian itu, saya sempat bertanya beberapa kali untuk menuju ruangan yang harus didatangi. Pertama dengan Satpam di area parkir, mereka menjawab dengan sopan. Lalu di gedung tujuan, saya juga dapat jawaban yang baik dari Satpam yang bertugas di meja resepsi. Nah setelah di sampai di lantai ruangan, di situ banyak sekali ruangan tanpa nama. Terpaksalah saya masuk ke salah satu ruangan yang pintunya terbuka dan bertanya kepada orang yang ada di situ, si bapak ini sempat melihat ke arah saya sebentar sebelum menjawab pertanyaan dengan gaya cuek. Setelah itu saya menuju ruang yang ditunjukan bapak tadi, tapi karena pintunya tertutup dan nggak ada jawaban dari dalam setelah diketuk berulang-ulang, saya ke ruang sebelah yang kebetulan ada 3 orang yang sedang ngobrol. Di situ pun sama, mereka hanya melirik dan menjawab pertanyaan dengan singkat dan ketus, “Buka aja pintunya, liat ada orang nggak di ruang itu,” lalu mereka lanjut ngobrol lagi.

Singkat cerita, saya berhasil mengantarkan file dan kemudian pulang sambil cemberut. Ngambek gitu deh ceritanya, maklum lagi bete gara-gara domain berbayar gak bisa diakses *halah* 😀

Lalu Selasa pagi, mendadak kepikiran mau ngulang lagi ke Kementerian itu. Tapi kali ini dengan berpakaian rapi dan parlente ala bapak parlemen yang terhormat. Karena supir dan mobil dipakai mengantar anak dan istri, saya bela-belain naik taxi. Supaya wangi parfum nggak ilang dan penampilan tetap terjaga tentunya. Sesampai di lokasi, saya ulang lagi apa yang saya lakukan di hari Senin. Semua Satpam, ok. Bapak yang di ruang pertama, kali ini menjawab dengan sigap dan bahkan berdiri dari duduknya. Lalu 3 orang bapak yang kemarin menjawab dengan ketus, hari itu malah gak cuma menjawab tapi salah satu dari mereka juga beranjak dari meja dan hendak mengantarkan ke ruangan yang saya tuju. Saya buru-buru menolak dan segera menutup pintu dari luar, lalu kabur ke tangga menuju lobby dan pulang :mrgreen:

Ternyata rasa penasaran saya terjawab sesuai dengan ekspektasi. Benar bahwa sebagian orang Kementerian akan bertindak sopan bukan karena lawannya berlaku sopan tapi karena lawannya terlihat mentereng. Gak adil ya? Ah, tapi saya pun masih suka berlaku tidak adil, apalagi terhadap kecoa. Kalau lihat kecoa, bawaannya langsung pengen nginjek 😦

Advertisements

3 thoughts on “Ngisengin Orang Kementerian.

  1. kata orang sih pakaian menunjukkan pribadi yang memakainya, nyambung gak yah? 😀

    yang pertama Mas di kira loper koran kali, yang kedua Mas di kira Anggota Parlemen nyasar hehehe mangkanya ada yg mau ngantar 🙂

    iseng yang keren, rugi diongkos taksi ajah

    Tukangecuprus:
    Iya sih, tapi lega
    😀

    Like

  2. pffhh…mental yg kayak gt tuh yg mesti dibabat. Gw sbg alumni civil servant suka malu kalo nemuin kasus2 kayak gt. Lo kebayang ngga kalo ABK yg lagi sengsarapun dilempar2 sana sini, yg mungkin jg krn ‘penampilan’nya kurang rapi. Tapi gimana mau rapi, hawong abis nangkep ikan di laut, tidur umpel2an di kolong kapal, plus koper pakaian ketinggalan pulak entah di mana. Dress for success sih betul, tp semangat melayani harusnya ngga pandang penampilan duong *kok gw jg jd ikut kesel yak? pdh gw pake domain gratisan 😀

    tukangecuprus:
    Sabarrr..kok malah ikut kesel?
    :mrgreen:

    Like

  3. sering terjadi di pertokoan juga kok. tatkala tamunya pake baju kucel, ngelayaninnya asal2an (belum tau dia kl dompet tamunya penuh duit :D). tatkala yg datang pake baju mentereng, dilayanin penuh senyum dan penuh pelayanan (padahal mungkin cuma liat2 n membandingkan harga :D).

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s