Hari Ibu: Bukan Hanya Ibu.

Ada yang beda di Hari Ibu tahun ini. Gak hanya cuma tulisan pujian terhadap kaum ibu saja yang bertebaran di ranah maya. Hari ini ada juga yang menampilkan sejarah tentang Hari Ibu di Indonesia dan kenapa berbeda dengan Mother’s Day di belahan dunia lain. Artikelnya bisa dibaca di sini dan di artikelnya Beby.

Saya sih lebih suka melihat ibu sebagai perempuan secara utuh. Bagi yang sudah beruntung menjadi ibu, dalam arti sudah pernah mengalami fase melahirkan, tentu wajib bersyukur. Tapi bukan berarti kita lantas mengecilkan arti perempuan yang belum jadi ibu.

Perempuan itu selama hidupnya, menurut saya, punya kehidupan yang seru.

Bayangin aja, sejak kecil mereka sudah punya koleksi baju yang lebih variatif dari anak cowok. Beranjak dewasa, mereka kudu ngeladeni rayuan gombal lelaki. Belum lagi kalau di jalanan kudu terima siulan-siulan cowok iseng :mrgreen:

Dalam banyak kasus pun, perempuan sering diposisikan sebagai pihak yang salah. Misalnya dalam kasus perkosaan, kadang perempuan yang disalahkan karena memakai baju yang mengundang selera atau karena dia berjalan sendirian di tempat sepi. Lhaa..kalau yang cowok gak bejat mah, mau situasinya kayak apa juga gak bakal tuh ada kasus perkosaan. Yang ada mungkin malah kasus kenikmatan karena suka sama suka πŸ˜†

Lalu kalau ada perempuan yang bisa punya banyak cowok, dibilang murahan. Eh bener gak sih gitu? πŸ˜€

Kalau era sekarang, kayaknya dunia perempuan sudah beda jauh dengan zaman orangtua kita dulu. Kendalanya dan tantangan sudah berubah. Sekarang sudah banyak perempuan yang berpendidikan tinggi, walau masih ada juga yang tertindas. Ya tentu masih banyak yang perlu dikerjakan untuk kesejahteraan wanita Indonesia, karena kalau wanita Indonesia bisa sejahtera maka saya percaya bangsa ini bakal maju juga. Makanya perlu lah kita menengok lagi sejarah tentang Kongres Perempuan pada tahun 1928 di Jogjakarta itu. Apa semangat mereka, apa tujuan mereka? Mungkin bisa dijadikan landasan untuk berbuat sesuatu yang lebih dibanding sekedar memberi pujian bagi kaum ibu.

Kalau saya sih, dalam hal pekerjaan, jelas lebih suka bekerja dengan perempuan. Karena mereka suka bawa jajanan πŸ˜†

Ya apapun arti Hari Ibu bagi kita, mari kita beri selamat kepada kaum perempuan karena tanpa mereka, dunia sepi. Jangan lupa sungkem sama ibu kita, karena dari mereka kita bisa berdiri di tempat kita sekarang. Bagi yang sudah tidak punya ibu, panjatkan doa untuknya.

Memang seharusnya tiap hari kita lakukan itu semua, tapi tanggal 22 Desember ini patut lah kita jadikan hari istimewa bagi mereka. Selamat Hari Ibu untuk semua wanita Indonesia!

Advertisements

12 thoughts on “Hari Ibu: Bukan Hanya Ibu.

  1. Quote : Belum lagi kalau di jalanan kudu terima siulan-siulan cowok iseng. ..

    Ih tau ga sih lo .. Dulu kalo pake baju seksi dikit, tiap lewatin kampus anak mesin ..bukan di suitin lagi .. Tapi di gonggongin …
    hehehehe

    Like

  2. Kalau saya sih, dalam hal pekerjaan, jelas lebih suka bekerja dengan perempuan. Karena mereka suka bawa jajanan << Tos bang πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s