Hong Kong, Dua Rasa.

Ini ke-dua kalinya saya ke Hong Kong (HK), tapi yang pertama dulu waktu masih kecil. Waktu itu jelas belum bisa ngerasain apa-apa. Saya cuma ingat pernah lewat terowongan bawah laut dari bandara menuju kota. Kagum sekali waktu itu.

Sekarang, saya ngerasa HK itu ada dua rasa. Rasa pertama adalah “tergesa-gesa” kalau kita sedang ada di bagian kotanya. Rasa kedua adalah “tenang” kalau sedang di dalam lingkungan MTR (Mass Transit Railway). Iya, jujur aja saya kagum dengan sistem transportasi mereka.

Sejak menjejakkan kaki di bandara, kita sudah disergap dengan banyak kemudahan kalau kita mau melanjutkan perjalanan ke Macau, ke China daratan atau ke pusat kota Hong Kong. Untuk ke kota HK, seperti saya waktu itu, kita bisa pilih naik kereta (MTR). Pilih aja jurusan/stasiun Hong Kong. Harga tiket kalau gak salah HKD 100 untuk dewasa. Anak-anak dan lansia (usia 65 thn ke atas) harga tiket setengah dari harga normal.

Selama menggunakan MTR ini saya sama sekali gak bisa mengeluh. Iya sih jumlah penumpangnya termasuk padat, ya bayangkan aja, penduduk HK itu hampir 8 juta jiwa. Tapi sepadat-padatnya penumpang, rasanya tetap nyaman kok. Jelas nyaman, karena kita tau pasti kapan kereta akan datang. Saat kita sudah di dalam kereta, kita juga tau kapan kita akan sampai di tujuan. Pokoknya senang lah. Dan senang juga karena banyak muka ala Zhang Yuqi *halah itu lagi yang dibahas*

Cuma, ada satu kesan yang saya tangkap selama menggunakan kereta. Kayaknya mereka gak gitu peduli kalau ada orang tua yang gak dapat tempat duduk. Cuek aja gitu. Moga-moga sih saya salah, tapi nyatanya memang itu yang lihat.

Macau.

Hari pertama saya sudah cerita soal Shenzhen. Hari ke-dua di HK, saya dan keluarga ke Macau. Dari HK bisa menyeberang via Hong Kong Ferry Terminal. Kami waktu itu memilih naik kapal TurboJet, harga tiket bisa diintip di sini. Waktu tempuh sekitar 1 jam. Eh iya, di Macau ini kita harus melewati imigrasi, jadi jangan lupa bawa paspor.

Waktu kami ke sana, kebetulan bertepatan dengan event balap WTCC. Jadi Macau penuh sesak. Bahkan kami harus mengantri sekitar 1 jam di imigrasi. Sialnya, sempat terjadi keributan di antrian kami. Iya, ini minusnya warga sana. Kebanyakan dari mereka itu jorok dan tukang serobot antrian. Jadi kemungkinan waktu ada yang gak sabar dan mulai saling dorong, hampir aja anak saya terjepit. Dan nyaris aja, sisi Surabaya saya keluar :mrgreen: Sisi Surabaya? Iya, arek Suroboyo itu terkenal ekspresif. Jadi kalau lagi santun, ya santun dan manis banget. Tapi kalau lagi galak, beuuh..gak usah dibahas lah 😀 Nah, saya ini punya sisi Solo dan sisi Surabaya. Tiap hari sih saya selalu Nyolo, jarang banget Nyurabaya. [Ok, cukup lah dengan info gak penting ini, Gil]

Karena kejadian di imigrasi itu, hilanglah mood jalan-jalan anak saya. Jadi akhirnya kami hanya sightseeing tanpa berkunjung ke tempat-tempat wisata. Bahkan ke casino pun batal. Tadinya mau bergantian dengan Dian Noeh, kalau saya jalan sama anak, dia ke casino. Dan sebaliknya.

Jadi gak banyak yang kami kerjakan di sana. Kamipun akhirnya pulang lebih cepat. Nah bagi yang sudah beli return ticket untuk kapal ferry, jangan khawatir kalau mau pulang lebih awal dari jadwal tiket yang sudah dibeli. Di setiap ruang keberangkatan, ada jalur yang namanya Standby Line. Kita bisa antri di situ, dan kalau kapal yang berangkat pada jam itu masih ada kursi kosong, kita bisa ikut naik. Jadi pintar-pintar lah memilih antrian. Eh tapi itu untuk layanan kapal TurboJet yang kami naiki ya. Entah maskapai pelayaran yang lain.

Diesneyland, Hong Kong.

Nah di hari ke-tiga, barulah kami menjelajahi kota Hong Kong dan seisinya *cleguk*. Salah satunya ke Disneyland. Seperti yang banyak orang bilang, Disneyland HK ini memang kecil. Cukuplah waktu setengah hari untuk keliling. Harga tiket masuk HKD 350 untuk dewasa dan HKD 250 untuk anak-anak. Ini sedikit foto-fotonya. Eh iya, saya ke Disney cuma sama anak, jadi kalau di foto ini ada cewek lain. Ya itu karena gak sengaja tertangkap kamera aja :mrgreen:

Untuk menuju ke sini, dari stasiun manapun di HK, ambil kereta yang menuju Sunny Bay, dari Sunny Bay tinggal pindah kereta yang ke Disneyland Resort. Waktu itu saya dari stasiun Causeway Bay, pindah kereta di Central station, baru kemudian ambil kereta ke Sunny bay dan lanjut ke Disneyland Resort . Tiket yang saya bayar HKD 24, anak-anak HKD 12.

Ok lah, gitu aja cerita jalan-jalannya. Gak lengkap ya? Ya biarin..weeek 😛

Advertisements

7 thoughts on “Hong Kong, Dua Rasa.

  1. kebiasaanku dulu kalau pengen dapat tempat duduk di MTR pilih yang gerbong yang paling depan atau yang paling belakang, kalaupun kepaksa nggak dapat tempat duduk setidaknya longgar bisa bersandar di samping kaca tempat duduknya itu 😉

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s