Shenzhen: Mwueeh Sepanjang Hari

Saya dan keluarga beruntung bisa merasakan petualangan ke China. Walaupun hanya ujung bagian selatan China, tapi cukuplah buat saya. Mungkin lain kali bisa ke kota lainnya.

Kali ini kami menggunakan Hong Kong (HK) sebagai base karena selain Shenzhen, kami merencanakan untuk plesiran ke Macau juga. Jadi, memang paling tepat kalau kami “mangkal” di HK.

Dari HK ke Shenzhen, kita bisa menggunakan kereta. Kurang lebih 45 menit perjalanannya. Sistem transportasi di HK, saya pikir, termasuk yang rapi dan mudah dipahami. Jadi, nyaris untuk semua tujuan, Anda bisa menggunakan kereta. Ke kota Shenzhen pun kami menggunakan kereta, tapi karena waktunya mepet, saya sekeluarga menggunakan taxi dari hotel ke stasiun Hung Hom. Sebetulnya bisa aja kami naik kereta dari stasiun yang dekat hotel, tapi harus pindah kereta di beberapa stasiun sebelum bisa mencapai stasiun Hung Hom.

Setelah sampai Hung Hom, kita tinggal naik kereta menuju Lo Wu, saya lupa harga tiketnya, kalau gak salah sekitar HKD 150 untuk 2 dewasa dan 1 anak. Setelah sampai di Lo Wu, ikuti saja petunjuk arah (di dalam stasiun itu) ke Shenzhen. Nanti Anda akan ketemu loket imigrasi HK, setelah itu akan ada lagi loket imigrasi China. Dan sampailah Anda ke tanah China! πŸ˜€

Sebetulnya, HK sudah masuk wilayah China sejak tahun 1997. Tapi karena merupakan daerah administrasi khusus, jadi tetap harus melewati imigrasi untuk menyeberang ke China daratan. Ini yang mereka sebut “One country, two systems”

Nah kalau sudah melewati imigrasi China, Anda sudah masuk ke area Luo Hu. Sekarang tergantung tujuan mana yang akan Anda ambil di Shenzhen. Saya kemarin memilih untuk ke tujuan wisata yang namanya Splendid of China. Kalau Anda mau ke sana, dari imigrasi tadi cari signboard Metro. Metro ini adalah subway mereka. Di sana Anda tinggal beli tiket di vending machine, cari stasiun Hua Qiao Cheng, tekan aja nama itu, nanti akan muncul harga tiket. Kalau untuk tiket anak-anak atau lansia, pilih tombol concession untuk mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Eh iya, jangan lupa tukarkan dulu uang HKD Anda ke Chinese Yuan atau dikenal juga dengan Renminbi. Tukar ke pecahan uang RMB 5 atau RMB 10, karena kebanyakan mesin tiket hanya menerima nominal itu. Kalau Anda gak punya pecahan sejumlah itu, cari loket customer service, tukarkan di situ.

Kalau menurut saya, tourist attraction di sana gak lebih bagus dari HK. Cuma ya itu tadi, petualangan menuju ke sana itu yang seru :mrgreen:

Walaupun kota Shenzhen sudah menjadi kota yang maju, penduduknya dan bahkan petugas-petugas di sana kebanyakan tidak menguasai bahasa Inggris. Jadi, sekedar mau menanyakan letak toilet pun, bisa jadi sebuah keseruan tersendiri πŸ˜€ Saran saya sih, sebelum Anda meninggalkan hotel, minta sama petugas hotel untuk menuliskan beberapa lokasi yang Anda mau tuju dalam bahasa setempat. Termasuk toilet. Percaya deh, daripada Anda sudah kebelet pipis tapi malah ditunjukan arah menuju lift, repot kan? πŸ˜€

Kalau di vending machine, di dalam stasiun maupun di dalam kereta, rata-rata mereka sudah menggunakan dua tulisan dalam bahasa lokal dan bahasa Inggris. Jadi gak perlu kuatir lah. Yang repot itu kalau Anda sudah meninggalkan area itu.

Pokoknya seru deh jalan-jalan ke negara yang mayoritas penduduknya tidak paham bahasa Inggris. Pemahaman Anda tentang bahasa tubuh mutlak diperlukan :mrgreen:

Tapi dari semua keseruan itu, yang paling menyenangkan ya karena semua penduduknya berwajah oriental hehehe. Bagi cowok yang gampang m e ng g e l e g a k kalau melihat wajah-wajah macam Zhang Yuqi atau Gong Li, maka selama di sana, saya pastikan Anda akan merasa MWUEEEEH sepanjang hari *siul-siul* πŸ˜†

Advertisements

9 thoughts on “Shenzhen: Mwueeh Sepanjang Hari

  1. Di Glodok banyak wajah Gong Li :p
    Trus, yang bikin loe kayang apa ?
    Foto2 digelar dong.

    Ragil:
    Tetep beda dong πŸ˜›
    Gak banyak foto-foto di sini. Lebih menikmati petualangannya. Ada foto, tapi buat konsumsi pribadi aja
    πŸ˜€

    Like

  2. Owh jadi elo kayang sbg bahasa tubuh dari ‘kebelet pipis’??? Hebat banget sih

    Ih kakak baru kmrn ke ostralih, skrg udah ke shenzhen. Bagi tips n trick nya dong. Jangan bilang ‘cuma harus punya duit banyak’ yaahh

    Ragil:
    Hmmm..apa ya? banyak doa juga kali ya?
    :mrgreen:

    Like

  3. ini jalan-jalan sama keluarga, malah sempetnya cuci mata ya mas *ngasah parang*
    toilet umum di sana nggak jorok mas? katanya jorok… huuuu senengnya jalan2 ke luar negri, berarti aku juga bisa liat tampang2 kayak jimmy lin gitu…

    *duduk manis, nyodorin tangan, minta oleh-oleh*

    Ragil:
    Kemarin sih kita selalu cari toilet di McD dan resto2 gitu sih. Aman lah. Kalau soal jorok secara umum, ukurannya, orang sana suka ngeludah sembarangan. Iuuh..

    Like

  4. ambune podo ga mbek glodok? hehehe. btw mbok ya dijelasin jg bedanya Cina, Taiwan, Hongkong, Taipei, Cina Daratan, dll *dongo klas berat :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s