Canberra, Gedung DPR dan Questacon.

Gak tau kenapa, saya suka sekali dengan kota ini. Iya sih, saya juga suka Melbourne dan Jakarta. Lha tapi menyukai kota yang punya fasilitas lengkap, tentu mudah. Nah Canberra ini, menurut banyak orang, termasuk kota sepi. Transportasi umumnya, gak senyaman Melbourne. Keriaannya, apalagi dunia malamnya, jelas kalah jauh dibanding Jakarta. Tapi itu tadi, gak tau karena alasan apa, I love Canberra dearly.

Saking sukanya saya dengan kota ini, tiap kali mau update blog, selalu batal karena deg-degan. Jiaaah…lebay 😀

Ok, ini percobaan menulis ke 8. Semoga kelar dan gak masuk “Save Draft” lagi :mrgreen:

Parliament House.

Waktu liburan kemarin, saya sekeluarga gak sempat masuk ke gedung ini. Cuma berfoto-foto dari luar aja. Untungnya dulu sewaktu ambil kursus bahasa Inggris dan sebelum pindah kuliah ke Melbourne, dan masih jadi jomblo favorit *bweh*, saya sempat ikut tour ke Parliament House bareng teman-teman sekelas. Isi gedungnya sih biasa, namanya juga gedung tempat rapat dewan. Normal aja. Justru yang bikin menarik adalah, kalau kita berdiri membelakangi gedung itu, maka yang tampak dikejauhan adalah War Memorial.

War Memorial ini adalah museum perang *yaiyalah*, jadi, tujuan gedung DPR ini dibangun berhadapan dengan War Memorial adalah supaya para anggota parlemen selalu ingat dengan perjuangan tentara dan pejuang mereka. Ya maksudnya biar mereka jaga kelakuan kalau lagi kerja, gak bikin malu orang-orang yang sudah berjuang untuk negara.

Gak usah dibandingin sama gedung DPR kita deh ya. Masing-masing punya sejarahnya sendiri 🙂

Gedung parlemen yang sekarang ini adalah gedung baru, letaknya tepat dibelakang gedung lama yang, kalau gak salah, sekarang dijadikan museum. Di foto ini, gedung lama itu yang warnanya putih. Gedung baru, yang ada tiang menjulang tinggi itu. Foto ini saya ambil dari halaman War Memorial.

Sayangnya waktu itu mendung jadi kurang puas foto-fotonya. Soal cuaca, Canberra memang termasuk kota terdingin di Australia. Kalau sedang winter, mobil yang diparkir di luar semalaman, kacanya bisa terlapisi es saat pagi hari. Tapi mending ngerasain dinginnya Canberra dibanding berpanas-panas saat summer. Haduuuh…gak betah deh. Saking panasnya, kita gak bisa berkeringat, karena keringat langsung kering di badan. Gak enak deh buat pacaran 😛

War Memorial & Questacon

Museumnya bagus, mereka niat sekali membangun museum. Interior museum juga gak melulu suram, ada beberapa bagian yang seperti mall. Di dalam museum itu kita bisa mengikuti sejarah perang mana saja yang diikuti Australia. Pokoknya dari masa lalu sampai era modern ini. Saking niatnya, mereka juga membangun replika anjungan kapal perang. Singkat kata, yang suka museum wajib ke sini. Buat yang gak suka museum, pasti jadi suka. Percaya deh. :mrgreen:

Nah, kalau sudah puas dengan museum, main deh ke Questacon. Di situ bakal puas belajar dan bermain dengan science. Questacon ini hasil kerja sama dengan Jepang, isinya bagus banget. Jangankan anak-anak, kami para orangtua pun betah di situ. Kita bisa lihat simulasi petir, merasakan rumah gempa dan lain-lain. Saya lupa ada berapa lantai, tapi pokoknya kalau Anda ke sana, jangan lewatkan 1 lantai pun. Seru!

Australian Capital Territory.

Sebagai ibukota Australia, Canberra adalah kota pemerintahan yang sangat sepi dan rapi. Ya maklum, Canberra memang dibangun khusus untuk menjadi ibukota. Perancang kotanya adalah Walter Burley Griffin, asal Chicago. Kalau saya baca di wikipedia, Canberra dipilih untuk menengahi persaingan antara kota Sydney dan Melbourne dalam perebutan menjadi ibukota. Selengkapnya, klik aja di sini.

Mungkin, pemerintah Indonesia bisa lihat kasus Australia ini. Kan kemarin sempat ramai soal pemindahan ibukota sebagai solusi mengatasi kemacetan Jakarta. Kalau kita lihat Australia, dan mungkin juga Amerika, ibukota sebagai pusat pemerintahan memang sepi. Tapi, kota bisnisnya mah tetep aja macet.

Jadi, kayaknya nih, kalau ibukota dipindah ke kota baru, ya Jakarta sebagai kota bisnis bakal tetep aja macet. Berapa manusia sih yang bakal keluar dari Jakarta kalau cuma terkait urusan pemerintahan? Jangan-jangan pemindahan ibukota ini cuma proyek akal-akalan untuk ngeruk uang negara aja. Hadeuh..sinis banget ya gue.

Kembali ke topik soal Canberra, waktu yang tepat berkunjung ke Canberra adalah saat pertengahan September sampai pertengahan Oktober. Selain cuacanya saat spring sangat bagus, di bulan-bulan itu mereka sedang mengadakan Floriade. Bagus banget deh buat foto-foto. Eh serius, kalau jalan-jalan ke luar negeri, mending puas-puasin berbaur dengan penduduk lokal, belajar sejarahnya, dan tentu yang terpenting adalah, b e r f o t o 😀

Kalau soal belanja mah di Jakarta aja. Semua ada kok.

Ehiya, kalau ke Canberra dalam waktu dekat ini, jangan heran kalau bandaranya masih dalam tahap perluasan. Selama ini bandara Canberra memang kecil karena hanya melayani jalur domestik. Mungkin baru tahun depan mereka bakal punya bandar udara internasional. Makanya sekarang sedang diperluas itu bandara.

Ya seperti saya tulis di awal tadi, Canberra memang kota yang sepi dan bagi sebagian orang, sangat membosankan. Tapi buat saya, Canberra kota yang menyenangkan. Sayang kemarin hanya sebentar ke sana, tapi suatu hari nanti, saya bakal balik lagi. Janji.

Amin.

Advertisements

6 thoughts on “Canberra, Gedung DPR dan Questacon.

  1. sampe sekarang ngga pingin ke Ostrali *katanya mrk ‘jahat’ sm kita. jadi coba banyak2 bikin tulisan soal Ostrali, sapa tau jg pingin :p

    ragil:
    Jahat in what way? Kadang kita pun “jahat” sama bangsa sendiri
    😦

    Like

  2. Daerah industrinya nggak dibahas, ‘Gil? 🙂

    ragil:
    ahahahaha..itu mah gak usah dibahas. Langsung dieksplor aja lah
    😀

    Like

  3. “Saking panasnya, kita gak bisa berkeringat, karena keringat langsung kering di badan. Gak enak deh buat pacaran”
    >> #maksudLO? :mrgreen:

    “Sebagai ibukota Australia, Canberra adalah kota pemerintahan yang sangat sepi dan rapi. Ya maklum, Canberra memang dibangun khusus untuk menjadi ibukota.”
    >> emang mestinya tuh begitu ya? pusat pemerintahan dan pusat bisnis suatu negara, ya jangan dijadiken satu.

    “Eh serius, kalau jalan-jalan ke luar negeri, mending puas-puasin berbaur dengan penduduk lokal”
    >> bener tuh. bagaimana bisa fasih berbahasa inggris, kalo jauh2 ke luar negeri, kumpulnya melulu dengan teman setanah-air juga. blending dong… blending… :mrgreen:

    *sok tau, hihihi*

    Like

  4. Saya tiba di canberra hanya utk menghadiri wisuda ank bungsuku.Saya heran ank sy bisa betah disitu.Hehe 4 hari serasa 4tahun…suepiii banged nged

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s