Ngebocorin curhatan (sekali) lagi

Sejak punya blackbery, jadi makin banyak yang sering nge-PING!!! dan menumpahkan curhatannya 😀

Saya sih senang kalau bisa sharing, sukur-sukur kalau bisa ikut mecahin masalahnya. Tapi konon katanya, orang curhat itu kadang gak selalu perlu solusi, kadang mereka cuma perlu didengar.

Saya juga senang menulis di blog ini tentang apa yang dicurhatin ke saya, tentu dengan persetujuan kawan yang curhat. Apalagi kalau isi curhatnya sangat serius, kalau gak serius, ya saya posting aja hehehe..toh gak nyebut nama kan?

Nah, kemarin ada kawan yang cerita tentang masalah hubungan dengan suaminya. Kalau menurut saya, sejak awal memang sudah aneh. Karena pada saat “nembak” pun, suaminya ini dulu tidak melakukan sendiri. Kawan saya ditelpon oleh adik dari suaminya dan bilang bahwa kakaknya suka dengan kawan saya. Weleh…

Singkat cerita, lamaran pun dilakukan, prosesnya juga agak aneh. Karena si calon suami gak bilang kalau mau melamar, dia cuma bilang kalau kakaknya mau ke rumah kawan saya untuk berkenalan. Tapi pada saat mereka berkunjung, ternyata yang datang satu keluarga besar. Dan lamaran dilakukan saat itu juga.

Kawan saya, karena satu dan lain hal, akhirnya menerima lamaran itu.

Waktu dengar cerita ini, saya bilang, kalau saya dengar cerita ini sejak dulu, saya akan anjurkan untuk menolak lamarannya. Kenapa? Karena, agak aneh kalau cowok gak berani menyatakan cinta, apalagi dengan niat serius untuk menikahi. Tapi kalau memang mau terima, ya kita kudu siap mengantisipasi masalah yang bakal muncul.

Dan ternyata benar, masalah yang diceritakan oleh kawan saya ini sesuai dengan yang saya perkirakan. Suaminya sangat “statis”. Bahkan, saking statisnya, dia gak pernah menunjukan emosinya terhadap hal apapun. Termasuk dalam hal berhubungan intim, kata kawan saya, gayanya gituuuuu aja selama setahun.

Wheeew…kayak nikah sama patung ya? :mrgreen:

Tapi saya bilang ke kawan saya, coba diinget lagi alasan apa yang dulu bikin kamu mau terima lamarannya. Dari situ digali lagi supaya bisa bikin kamu kuat dan bisa menghadapi bahkan “mengajari” suami kamu supaya bisa berubah.

Saya yakin itu sangat sulit, lha wong merubah kebiasaan anak kecil aja susah, apalagi berusaha merubah sifat orang yang sudah berumur 30 tahun lebih. Tapi paling tidak, berusaha perbaiki dulu kekurangannya yang paling vital. Kekurangan lainnya, ya diterima aja. Dan pada saat yang bersamaan, kita juga harus memperbaiki atau menyesuaikan kebiasaan kita supaya pasangan kita nyaman.

Untuk masalah kawan saya ini, merubah sikap dan sifat bakal jadi hal yang sulit. Karena saya tau kawan saya ini tipe cewek yang dinamis, sementara suaminya, bergaul aja enggak. Tapi, saya yakin, semua pasti bisa dicari jalan keluarnya.

Toh jaman sekarang sudah banyak kok cara untuk memperbaiki hubungan suami istri. Untuk masalah hubungan emosional, bisa dicarikan konsultan pernikahan. Untuk masalah biologis, sudah banyak klinik dan terapis yang bisa dirujuk. Atau, kalau malu konsultasi, googling aja artikel-artikel di internet. Pokoknya, banyak jalanlah kalau kita mau usaha.

Kesimpulan dari curhat kawan saya ini, kita gak boleh membandingkan kondisi kita dengan orang lain. Karena masing – masing keluarga punya masalah tersendiri. Kita cuma bisa mencoba dan terus berusaha memperbaiki diri dan berharap supaya pasangan kita juga melakukan hal yang sama.

Kata cerai itu hanya bisa diucapkan saat kita dan pasangan sudah mentok. Tapi lagi-lagi, mentoknya kita dan mentoknya orang lain pasti berbeda karena masing-masing orang punya standarnya sendiri.

Alasan itu juga yang membuat saya senang mendengar curhat kawan-kawan saya, karena saya jadi bisa mengukur masalah saya sendiri dan bisa bersyukur bahwa masih banyak orang yang punya masalah lebih berat.

Tapi ngomong-ngomong, lain kali kalau curhat jangan via bbm dong. Lebih enak kalau di coffee shop, dan lebih enak lagi, kalau saya ditraktir 😛

Advertisements

6 thoughts on “Ngebocorin curhatan (sekali) lagi

  1. curhat itu kadang bikin beban yang nampung yah. Sbg penampung kadang kepikiran gimana bantunya. Tapi kalo urusan suami istri gini mah…nyerah deh ah hehehe

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s