Mengakali Rutinitas

Buat sebagian orang, termasuk saya, rutinitas itu bisa mematikan kreativitas. Untungnya saya gak terlalu kreatif, jadi yang mati ya cuma sedikit :mrgreen:

Lalu setelah ada bisikan halus dari bidadari kayangan menonton sebuah film, yang saya juga lupa judulnya, saya jadi bisa mengakali rutinitas yang menerpa (menerpa?? enggak banget bahasa gue!) keseharian saya.

Di film itu dibilang, selain mematikan kreativitas, rutinitas itu cenderung membuat orang kurang bisa mensyukuri diri sendiri. Kalau pakai istilah bule, take for granted.

Contohnya aja, sewaktu kita baru bangun tidur, banyak orang yang suka langsung beranjak dari tempat tidurnya. Otaknya secara otomatis langsung bekerja dengan memikirkan rutinitas yang harus dikerjakan. Misalnya, ibadah pagi, menyiapkan sarapan atau sekedar bergegas menuju toilet untuk buang hajat. Atau malah, segera bergegas pulang ke rumah pasangan resminya *oops..

Setelah semua urusan di rumah kelar, pastinya kita melanjutkan aktivitas kita. Ada yang berangkat kerja, ada yang kuliah dan ada juga yang selingkuh lagi *halah*. Kalau sudah sampai di kantor, rutinitas semakin menggila. Dan biasanya, kita melakukan semua sesuai kebiasaan. Entah itu menyalakan komputer, order kopi atau sekedar membaca koran yang tersedia di meja kerja. Kadang semua itu dilakukan tanpa sadar. Karena memang sudah menjadi sesuatu yang rutin.

Nah, dari film itu saya dapat contoh untuk menikmati rutinitas. Misalnya, membiasakan diri selalu membuka mata dengan tenang saat saya baru terbangun dari tidur. Resapi dan syukuri momen itu. Karena, momen membuka mata itu adalah kegiatan rutin yang suka kita take for granted tadi. Kan gak mungkin kegiatan pertama adalah membuka pakaian pasangan kita saat baru bangun. Tetep aja harus buka mata dulu, iya gak sih? Nah bayangkan kalau kita gak bisa buka mata saat terbangun dari tidur. Pasti tersiksa dan panik.

Dari kebiasaan mensyukuri hal-hal kecil seperti itu, kita bakal mampu merasakan nikmat hidup yang lain. Kalau sudah bisa merasakan nikmat, tentu hati akan merasa lebih tentram dan semoga, otak pun bisa bekerja dengan lancar.

Selain contoh di atas, ada juga cara lain yang lebih fun untuk mengakali rutinitas. Tapi itu nanti dipostingan saya berikutnya. Sekarang saya mau kerja dulu. Blogger kan perlu cari nafkah juga 😀

Advertisements

8 thoughts on “Mengakali Rutinitas

  1. rutinitas, menurut saya bikin bosan. tapi apa mau dikata, kecuali kita adalah ahli waris konglomerat kelas dunia, rutinitas harus dilakukan kalau mau tetap hidup. hehehe….

    Like

  2. Ha ha ha ha ha.. blogger kan perlu cari nafkah juga… yang tentunya nafkah itu asalnya dari rutinitas kah[?] wkwkwkw. Btw saya pernah hidup tanpa rutinitas… tau apa yang terjadi? BANGKRUT :p~ jadi mau tidak mau, kita harus bisa menikmati rutinitas… atau… apa itu istilahnya…? Enjoy your job? *ngarang.com*

    Like

  3. jadi inget ttg ‘mindfulness’…be here now.. seorg profesional sll mlakukan satu hal pd satu wkt dgn tingkat kesadaran yg tinggi.. aku suka moment ‘membuka mata’-mu itu… 🙂

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s