Soal Maskapai dan Bandara Indonesia

Jadi pengen berbagi sedikit cerita tentang pengalaman menggunakan transportasi udara di bulan Mei ini. Kebetulan beberapa waktu lalu saya harus pergi ke Denpasar dan Semarang dalam waktu yang berdekatan. Kebetulan juga, saya menggunakan maskapai yang berbeda – beda.

Waktu mau ke Denpasar, saya rencananya naik Batavia Air dan sudah check in serta memasukan bagasi. Tapi karena banyak sebab, saya tertinggal pesawat dan akhirnya harus naik maskapai Garuda malam itu juga.  Penerbangannya lancar, landing-nya smooth. Salut buat pilotnya.

Sesampainya di Denpasar, saya segera menghubungi bagian Lost and Found untuk mengurus bagasi saya yang sudah terlanjur terbawa Batavia Air.

Dan hasilnya, bagasi saya gak ada di sana.

Menurut petugas yang ada, kemungkinan bagasi saya sudah diambil pihak Batavia dan bisa saya urus di hari berikutnya pada saat jam kerja di kantor Batavia Air. Jadi keesokan harinya, karena saya harus segera ke Kintamani, saya minta tolong kawan yang ada di Denpasar untuk mengurus bagasi saya itu. Dan hasilnya, bagasi saya tetap menghilang *tepok jidat*.

Pertanyaan saya, kok bisa pihak airline mengambil bagasi penumpang? Kalau gitu, apa gunanya si Lost and Found ini?

Terpaksa saya telpon kawan yang bekerja di Batavia Air Jakarta untuk minta bantuan. Alhamdulillah, tas berisi pakaian itu akhirnya ketemu dalam keadaan gembok terbuka. Yang hilang hanya pisau cukur, karena memang itu satu – satunya barang berharga :D. Saya sih gak sempat ngitung jumlah celana d*lam, jadi kalau ada yang hilang, ya saya gak bakal tau juga :mrgreen:

Anyways, saya patut mengucapkan terima kasih kepada kawan saya yang kebetulan bekerja di kantor pusat Batavia Air dan sudah membantu menemukan bagasi saya.

Lalu pada saat kembali ke Jakarta, saya naik Lion Air yang menggunakan pesawat terbaru mereka. Yang ada kode ER-nya itu lho. Pesawatnya bagus, karena baru. Tapi kursi penumpangnya, wew, sempit dan keras banget! Mirip kayak naik metro mini. Saya gak kebayang kalau harus terbang jarak jauh dan duduk di kursi itu. Pasti pegel banget.

Lain dari itu, gak ada masalah. Semua ok. Cuma saya sedikit heran, pada saat pramugari menerangkan tentang penggunaan pelampung dengan bahasa Indonesia, di ujung kalimat terdengar ucapan  yang bunyinya kira – kira “Pelampung keselamatan ini hanya digunakan pada saat darurat dan tidak untuk dibawa pulang”. Sementara pada saat menggunakan bahasa Inggris, ucapan “…dan tidak untuk dibawa pulang” tidak ikut diterjemahkan/diucapkan. Jadi artinya apa ya? :mrgreen:

Di lain cerita, beberapa hari lalu saya harus ke Semarang. Kejadiannya sama juga, saya tertinggal pesawat! *tepok jidat pramugari*

Cuma bedanya, kali ini penyebabnya adalah karena kacaunya tampilan informasi jadwal penerbangan. Di layar monitor itu, tertulis jadwal keberangkatan Sriwijaya Air yang akan saya naiki adalah 19:40. Sementara, jadwal di tiket saya adalah 19:15. Jadi saya pikir, penerbangan saya, delayed.

Karena saya pikir masih ada waktu untuk makan malam, saya mampir ke restoran yang ada di lantai dua, persis di depan tangga yang harus kita naiki setelah loket pembayaran airport tax.

Tiba – tiba sekitar jam 19:00 saya ditelpon pihak Sriwijaya dan diharuskan segera ke boarding lounge karena pesawat akan segara berangkat. Gak sampai 5 menit, saya sudah sampai di boarding lounge, tapi pesawatnya sudah terbang. Mereka bilang, pesawat on-time. Tidak ada delay.

Singkat cerita, tiket saya diganti dengan penerbangan pagi di hari berikutnya. Karena memang terbukti, layar monitor bandara menunjukan jam keberangkatan yang salah. Menurut pihak Sriwijaya Air, yang menampilkan info di layar monitor itu bukan mereka tapi pihak pengelola bandara. Ya saya gak mau tau dong. Itu tugas mereka untuk menegur pihak bandara.

Akhir cerita, bagi para calon penumpang, kita harus selalu cek, ricek dan tripel cek kalau mau menggunakan jasa penerbangan supaya tidak menjadi korban. Karena terbukti, kesalahan bisa terjadi bukan hanya dari pihak maskapai, tapi bisa juga dari pihak pengelola bandara.

Semoga sharing saya berguna, dan kalau ada pihak maskapai atau pihak bandara yang baca artikel saya ini, tolong jangan protes. Karena saya hanya memberikan kritikan supaya semua pihak, terutama pengguna layanan, merasa nyaman. Kebayang gak kalau saya ini turis asing dan menulis artikel ini dalam bahasa Inggris? Pasti terbaca luas oleh masyarakat internasional. Akhirnya, yang tercoreng kan nama bangsa juga.

Ya wis ah, saya mau ngitung jumlah celana d*lam saya lagi :mrgreen:

8 thoughts on “Soal Maskapai dan Bandara Indonesia

  1. Owh,pantes loe balik besoknya…
    Lagian loe bisa nulis complain in IN ENGLAISHHHHH *muncrat*
    ​=))ªªKªªKªªKªª=))
    PS: kok ngga nulis siy, di Kintamani nelpon siapa minta kirim pulsa (rock)

    Ragil:
    ah..sudahlah
    😉

    Like

  2. and di kintamani kemaren lu nelpon si Bengsine kan minta kirim Celdam …. Sayang ga ada yang muat ya celana si Begeng itu …. compare to yours … ahaikks ….

    Ragil:
    ya ampun, stalker banget ya lu. Sampai tau gue telpon siapa ajah..ahahahaaayy

    Like

  3. Iya tuh, si Singa kursinya keras n tegak, gak nyaman banget! Coba kalau yang lagi tegak bukan kursi….. *uhmmm….*
    Trus di Surabaya kmaren juga gitu. Lagi nunggu kedatangan dan di monitor udah tertulis landed, ternyata tuh pesawat mendarat 1,5 jam berikutnya. Lumayan kan… ‘upacara’ nungguin penumpang yang ternyata masih di awang2….

    Ragil:
    Beuuuh..tapi masih mending daripada terlantar di stasiun Tawang gara-gara banjir
    😀

    Like

  4. Makasih mas sharing-nya, sangat bagus! Semoga pihak bandara/maskapai penerbangan baca kritikannya, jadi acuan buat mereka memberikan pelayanan lebih baik lagi di masa mendatang.

    Heran dech di Indo, apa2 kalo ada paket pos atau bagasi ketinggalan pasti aja pas nyampe tangan udah terbuka, iseng banget sich bongkar2. Satu lagi yg saya herankan maskapai penerbangan Indonesia tidak menerima kartu kredit asing, kasihan kan yg gak punya jadi musti ngutang minta dibayarin temen dulu yang punya kartu kredit keluaran Indonesia atau jadi musti ke biro perjalanan..nyusahin aja dech 😀

    Like

  5. waahh..bisa tolong saya?? bagasi kawan saya juga hilang dari penerbangan makassar-jakarta, juga pakai batavia air.. sdh hub lost and found, bahkan saya sdh hub batavia di kota2 lain yg ada rute dari makassar tapi tetap nihil.. kasihan teman saya, dia sdh emosi tingkat tinggi krn penerbangan yg dipakai itu tadinya sdh delay 4 jam plus bagasi hilang.. naik penerbangan tgl 30nov.. bagaimana caranya ya agar bisa ketemu?

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s