Ngecuprus soal Hidup.

Jih..kayaknya berat banget tuh judul.

Gak lah, saya gak mau bicara yang berat – berat. Saya cuma sedang terkenang sahabat saya. Dia dulu pernah bilang, gaya hidup itu pilihan masing – masing orang. Dia sendiri lebih suka memilih gaya hidup sederhana.

Kata dia, hidup sederhana itu mudah. Menyederhanakan hidup, itu yang kadang sulit.

Masih menurut dia, hidup sederhana itu bukan berarti tidak boleh hidup mewah. Hidup sederhana, bagi dia, adalah hidup sepantasnya. Dia kasih contoh, kalau kita harus pergi ke sebuah acara makan malam di kalangan pesohor, ya kita harus mengeluarkan biaya yang pantas untuk itu. Misalnya, kita harus punya pakaian yang pantas. Nah, dengan faham gaya hidup sederhananya, kalau dia merasa sudah pantas memakai gaun seharga 2 juta, ya gak perlu beli gaun seharga 5 juta.

Buat dia, gak perlu orang lain tahu berapa rekening tabungannya.

Makanya waktu dia sudah menjadi wanita karir yang sukses, saya tidak pernah melihat dia menenteng gadget mahal. Pilihan mobilnya pun sangat moderat. Dia bilang, yang gue perlu dari sebuah mobil adalah, kenyamanan dan keamanan. Jadi, sudah cukuplah gue naik mobil yang ini.

Dia bilang, semua orang bisa hidup sederhana, yang kadang bikin susah itu adalah menghadapi pandangan orang. Masih banyak orang yang menilai orang lain dari materinya. Nah, orang yang gak kuat direndahkan ini yang kemudian berusaha menjaga gengsi dengan cara memamerkan kemewahan. Supaya semua orang tahu kalau rekening tabungannya melimpah.

Ya boleh – boleh aja sih. Yang gak boleh itu adalah orang yang bergaya hidup mewah dengan cara berhutang. Itu sih kelewatan dan cari masalah dalam hidup. Begitu katanya, sembari tersenyum.

Ah seandainya hari itu kamu gak pergi ke Sydney sendirian, tentu sekarang kita masih bisa bicara ngalor-ngidul berdua. Dan main Mafia Wars, tentunya. 😀

Rest in peace dear.

Advertisements

5 thoughts on “Ngecuprus soal Hidup.

  1. Loh Ndhud, gw kan ga sydney … gw cuma ke Cilacap doank, kan sederhaaanaaaa ….. *gleg, itu Dendeng Batokok nya RM Sederhana enak ya*

    ragil:
    hhhhhh…panda balado enak kayaknya neh
    :mrgreen:

    Like

  2. walah..diatasnya ceritanya keren…..inspiratif banget…ak ngebayangin tokoh pelm Legally Blonde ternyata nyata..tp kok bawahnya RIP…:(( ikut RIP aja deh….sepertinya, dia wanita hebat dari ceritamu….

    Ragil:
    Iya, dia baik banget. Thanks doanya
    🙂

    Like

  3. untuk pertama kalinya selama follow blog nya njenengan aku speechless cuma gara2 tiga kata terakhir itu. HUH.

    Ragil:
    hahaha sekali – kali bikin orang speechless boleh kan? soalnya, biasa bikin orang pingin nampar 😛

    Like

  4. Ah…pasti orang yang berkepribadian menarik. Sayang…sudah tidak ada.
    Pastinya banyak orang kehilangan dia?

    Tumben bagus dan menyentuh nih posting nya 🙂

    Ragil:
    Menyentuh ya? Mungkin lagi meloooooow
    :mrgreen:

    Like

  5. yg penting cukup ya Gil, cukup tenang hidupnya, cukup kenyang perutnya, cukup senang hatinya, cukup tabungan dunia akhirat. anyway, emang beliau meninggalnya gara2 terbang ke Sydney sendirian?

    Ragil:
    Enggak, Vy. Dia nyetir sendirian ke Sydney. Dia orang Australia.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s