Ngecuprus soal Backpacker

Jalan-jalan ke luar negeri? Kenapa gak jalan-jalan di Indonesia aja? Sok borju banget sih lo?

Kadang-kadang, suka ada komentar kayak gitu yang menanggapi niat liburan saya. Atau, ada juga yang bilang bahwa gak perlu ke lain negeri kalau cuma mau ngeliat pemandangan dan budaya yang beda, karena, di Indonesia ini juga banyak.

Pendapat seperti itu memang gak salah. Indonesia, dan semua negara di dunia, pasti punya keunikan yang bisa kita eksplor. Tapi kalau ada yang bilang bahwa jalan-jalan ke LN -saya singkat LN aja lah, capek kalau keseringan nulis l-u-a-r n-e-g-e-r-i. Terlalu panjang. Iya, saya pemalas :P-  itu berhubungan dengan adat borju. Jujurly, saya gak setuju.

Borju, kependekan dari kata borjuis, artinya kelas menengah ke atas. Jadi biasanya, kata ini sering dipakai untuk menunjukkan kemewahan. Lha terus, apakah kalau jalan-jalan ke LN itu harus bermewah-mewah? Gak juga tuh. Makanya kemudian ada istilah backpacking.

Terjemahan bebas, yang sebebas-bebasnya, dari kata backpacking adalah, jalan-jalan dengan membawa tas ransel. Kenyataannya sih, ada juga yang pakai tas manohara :D. Lha kalau pelaku backpacking-nya, disebut dengan nama, backpacker.

Kalau kata orang, kelompok backpacker ini gak terlalu mikirin fasilitas selama mereka bepergian. Maksudnya, kalau bisa beli tiket seharga US$ 50, kenapa harus beli tiket yang harganya US$ 200? Untuk penginapan juga gitu, mereka biasanya lebih memilih hostel dibanding hotel berbintang.

Tujuannya apa? Banyak juga yang memilih aliran backpacking ini dengan tujuan berhemat. Tapi ada juga, walaupun punya banyak duit, yang memilih menjadi backpacker dengan tujuan, supaya bisa lebih mengenal budaya setempat dan sekaligus, menambah wawasan tentang negara di belahan dada bumi lainnya.

Kok bisa? Ya bisa lah. Karena kalau kita menginap di hostel, kita bisa berbagi kamar dengan backpacker dari banyak negara. Dari situlah kita bisa bertukar cerita. Bahkan bisa jadi, kita bisa menyusun rencana jalan-jalan selanjutnya dari pengalaman backpacker lain.

Terus, apa istilah backpacking itu berhubungan dengan kata kumuh? Kayaknya sih enggak ya. Lho kok kayaknya? -eh situ banyak nanya ya??- Jujur aja, saya gak gitu paham dengan backpacking. Semua info di atas saya dapat dari sana dan sini. Nah, kalau mau tau lebih banyak, mending datang ke acara launching bukunya Mbak Elok.

Hari : Sabtu, 14 November 2009
Pukul : 15.00-18.00 WIB
Tempat : MP Book Point – Jl Puri Mutiara Raya 72
Jeruk Purut, Cipete – Jakarta Selatan.
(Dari terminal Blok M Jakarta, Kopaja 19, 63, 614 dan 605A melewati MP Book Point).

Yang bakal hadir:

Elok Dyah Messwati (Penulis Buku)
Nancy Margaretha (Hospitality Club/CouchSurfing Country Local Volunteer/Ambassador)

cover elok

Saya sih belum kenal sama Mbak Elok, tapi konon katanya, dia itu salah satu backpacker yang sudah banyak makan asam garam bumbu rujak di dunia backpacking. Jadi, pasti bakal banyak info yang bisa kita dapat dari mbak yang satu ini.

Lha kalau saya, saya belum berani menyebut diri saya sebagai backpacker. Saya lebih suka nyebut diri saya sebagai, traveler aji mumpung. Ya maksudnya, mumpung ada tiket promo, atau karena, mumpung ada saudara yang kuliah di LN -jadi bisa makan & nginep gratis gituh!- 😀

Advertisements

22 thoughts on “Ngecuprus soal Backpacker

  1. Saya juga aji mumpung kok mas, mumpung ada waktu libur, mumpung punya duit dikit, mumpung ada teman local yang mau ditumpangi nginep gratis. btw, thanks udah sharing acara saya di blog mas Ragil Duta.

    Like

  2. Ahhhh sayah tersindir neh ..saya termasuk traveller aji mumpung dan pernah disindir karena menuliskan “travelling aji mumpung ” di blog sayah…wong kalo business trip ke singapur ato hongkong ngapain cerita ya…orang indonesia juga banyak yang sering kesana ehhhh curcol ….

    Like

  3. setuju sekali. jalan-jalan ke LN tidak ada hubungannya sama borju atau pamer atau kaya. lha wong sudah rejekinya mampu ya gimana lagi? hala

    btw, bukune ketoke apik iki. tapi sepertinya ndak isa datang, ada kondangan di bandung.

    *jadi pengin beneran ke piyetnam ndoro?*

    Like

  4. Jalan2 ke luar negeri sekarang murah kaleee. Dg promo2 dr AirAsia, bebas fiskal klo punya NPWP, dst… . Eh, gw suka ama bukunya (blognya) Trinity. lucu2 ceritanya.

    Like

  5. Salam kenal Mas, makasih udah mampir ke blog saya 🙂 Backpacking memang asyik, liburan murah meriah, tapi saya pribadi gak pernah backpacking.. soalnya repot udah ada anak2. pernah baca cerita kalo kita musti hati2 aja kalo berbagi kamar sama backpacker lainnya, takutnya ada yg nyuri..kalo bisa ransel dibawa tidur juga.

    Like

  6. Jalan-jalan sekarang gak perlu ongkos mahal kan? Apalagi sekarng tiket pesawat bisa jor-joran potongan harganya (ngomong-ngomong…kok bisa tetap beroperasi ya maskapainya? gimana cari untungnya?)

    Jadi itu sebabnya kamu kenceng networking ya? Supaya punya banyak temen di mana-mana….jadi kalo sedang jadi traveller aji mumpung…bisa numpang-numpang? hehehehe

    Like

  7. Oh iya Gil….boleh saran ya

    Itu warna font untuk bagian komentar diperjelas dong, jadi warna kupith ato kuning ato apa yang lebih terang / kontras dengan background gitu. Juga ukuran font mungkin bisa dibesarkan? Maklum….mulai saya sudah berumur kali ya, mata saya kok rasanya pedes berusaha membaca bagian komentar nya! hehehe

    Like

  8. jadi backpacker itu salah satu cita2 gue tuh gil.. someday, when all my boys udah pada di pesantrenin, mungkin baru gue ama laki gue bisa jalan2 mumpung gitu .. klo sekarang mah ..mumpung nabungnya aja dolo .. hehehe

    Like

  9. ke luar negeri atau ga kan bukan karena kaya atau miskin.. tapi banyak budaya dan hal2 berbeda yang bisa kita dapet. memperluas horizon kita lah.. orang2 yg komentar miring itu pandangannya sempit aja..

    salam kenal yah! :mrgreen:

    Like

  10. bacaan baru buat travelling ya. aku masih mengandalkan lonely planet kl urusan traveling. soale kenyataanya buku2 seperti itu lebih komplit dr pada brodur wisatanya diparta.

    Like

  11. i did it

    skrg gw lanjutkan dgn backpacking bersama keluarga (suami + 2 anak).

    dari judulnya nebeng suami dinas, gw ma anak2 jalan2. trus manfaatin tiket promo, sampe dikatain ‘promo ticket hunter’ … cuek beibeh

    yang penting bisa jalan2 … menyenangkan!

    Like

  12. iya nih, bro. keknya sekarang juga udah kurang tepat mengasosiasikan jalan-jalan dengan keluar duit banyak.. dan sering jalan-jalan berarti banyak duit. :mrgreen:

    It’s a long way to tipperary.. (lho?) :mrgreen:

    Like

  13. Menyenangkan kok jalan2 murmer sebagai backpacker. Kalo untuk akomodasi sih, yang penting aman dan nyaman tapi ngga mesti mahal. Sayang banget kalo harus ngeluarin uang lebih untuk akomodasi yang dipake hanya pas mau mandi dan tidur aja, karena sisa waktu kan pasti akan lebih banyak dipake diluar buat jalan-jalan. Mendingan duitnya dipake buat keperluan yang laen.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s