Ngecuprus soal sahabat

Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang arti pertemanan.

Sebetulnya, alasan pertama saya menyapa dia waktu itu karena senang melihat senyumnya saat ia sedang ngobrol dengan kawan-kawannya di taman kampus. Senyumnya manis dan punya daya tarik yang bahkan magnet pun bakal minder karena kalah kuat daya tariknya.

Saya berpikir keras supaya dapat ide untuk bisa menyapanya. Kan gak mungkin kalau tiba-tiba menghampiri sembari bilang, “Saya suka senyummu.” Nanti bukannya dapat senyum, malah digaplok pakai buku tebal yang dia bawa. Iya, waktu itu dia sedang membawa buku horor karya Stephen King yang judulnya The Stand. Kalau gak salah tebalnya sekitar 800 halaman dan hardcover pula. Horor gak sih kalau digaplok pakai novel horor? Sama cewek mungil pula πŸ™‚

Akhirnya saya dapat ide yang bisa dijadikan alasan untuk menyapa, kebetulan diaΒ  sudah berpisah dengan gerombolan teman-teman bulenya itu.Β  Saya segera mendekat, lalu menyapa. Waktu dia menoleh, senyumnya pun terkembang. Aih, manisnya! Dan bodohnya saya, ide yang tadi sudah disiapkan tiba-tiba berantakan karena dihajar senyuman dahsyat gadis mungil yang mencangklong tas ransel dan mendekap novel horor itu. Akhirnya kata-kata yang terucap dari mulut saya adalah sebuah pertanyaan tentang, lokasi kantin kampus. Pintar!

Semua mahasiswa, bahkan mahasiswa baru seperti saya, gak mungkin gak tau letak kantin kampus. Karena kalau kita masuk area kampus, gedung pertama yang terlihat adalah, gedung kantin!

Ok, sekarang lupakan kalimat pertama di awal artikel ini. Seharusnya kalimat itu tertulis begini: Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang bodohnya saya kalau kena senyuman manis cewek mungil. Baru setelah itu, saya belajar tentang arti pertemanan.

Iya, setelah kejadian memalukan itu, siangnya saya ketemu dia lagi di kantin. And you know what? Dia yang menyapa saya duluan. Padahal saya sudah setengah mati berusaha menghindar karena masih malu gara-gara pertanyaan bodoh pagi tadi. Kemudian, gak sekedar menyapa, dia juga mengenalkan saya dengan teman-temannya yang kebetulan bersama dia. Akhirnya kami ngobrol macam-macam sembari makan siang.

Selama makan itu, banyak sekali orang yang menyapanya. Gak cuma sekedar basa-basi, tapi betul-betul menyapa dan ngobrol sejenak. Sepertinya semua orang yang kenal dia punya keterikatan yang kuat. Sehingga kalau bertemu, selalu ada yang bisa dibicarakan walau sebentar. Sama sekali gak ada yang hanya menyapa dengan cuma memanggil nama atau hanya menganggukkan kepala, semua pasti berhenti di meja kami dan berbincang.

Sejak itu saya makin penasaran, bukan hanya karena senyumnya yang bisa bikin magnet minder itu, tapi benar-benar penasaran dengan dia sebagai si cewek half Australia-Indonesia yang keras kepala, penyuka novel horor dan punya teman seabrek-abrek.

Iya, dia keras kepala. Kalau sudah bilang gak mau, ya betul-betul susah untuk diubah. Saya cuma bisa beberapa kali memaksa dia, salah satunya adalah saat ia sudah bekerja dan ditugaskan di Indonesia beberapa tahun silam. Ketika itu saya bisa memaksanya supaya mau bikin akun facebook dan main Mafia Wars πŸ˜€

Tapi sifat keras kepalanya itu bukan sesuatu yang besar kalau dibandingkan dengan sifat dia yang lain. Paling tidak ada tiga sifat dia yang membuatnya punya daya tarik yang begitu kuat.

Pertama, masih soal senyum, dia itu selalu tersenyum pada saat menyapa atau disapa orang. Itu otomatis dan gak bisa dipisahkan. Menurut saya, dia punya banyak tipe senyum. Bahkan untuk orang yang sedang berkabungpun dia punya senyum khas yang bisa dia berikan untuk orang tersebut. Dan senyumnya itu menular. Karena orang yang sedang berkabung itu bisa ikut tersenyum karena terhibur.

Kedua, hatinya tulus. Gak perlulah digambarin seperti apa, toh semua tau arti tulus.

Ketiga, saya agak susah dapat kata yang pas untuk menggambarkan sifatnya yang ini. Padahal ini adalah sifatnya yang, menurut saya, paling hebat. Apa nama yang pas untuk menggambarkan sifat orang yang bisa membuat kita merasa nyaman ketika kita ada di dekatnya? Ya contohnya itu tadi, saya gak perlu merasa bodoh setelah menanyakan letak kantin kampus :mrgreen:

Tiga hal utama itu yang membuat kami senang berkawan dengannya. Disamping tentu perhatian dia yang sangat besar untuk kawan-kawan dekatnya. Seperti ketika dia tau bahwa saya mulai suka menulis, dia sering memberi referensi buku-buku yang, katanya, bagus untuk melengkapi gaya penulisan saya. Salah satu alasan kenapa dia sering merekomendasikan buku-buku bagus itu, ujarnya sambil tertawa, supaya saya bisa menulis dengan baik tentang dirinya ketika dia meninggal nanti. Dia yakin, saat dia meninggal maka saya bakal menumpahkan emosi dalam bentuk tulisan. Dia cuma berpesan, kalau itu sampai terjadi, dia cuma minta namanya tidak disebut.

Saya gak ngerti alasannya. Dulu waktu saya tanya, dia juga cuma menggelengkan kepala.

Sekarang, saya sudah tidak bisa bertanya lagi. Tapi saya yakin itu pasti ada maksudnya dan saya yakin alasan dia benar. Sama benarnya dengan tebakan dia bahwa saya akan menulis pada saat dia meninggal. Saya yang salah tebak, karena waktu itu saya bilang, “Gak akan sanggup menulis lagi pada saat kamu meninggal. Karena saat itu, kita tentu sudah tua renta.”

Ternyata saya salah. Sangat salah. Baru kemarin jenazahnya diletakkan di rumah terakhirnya, dan hari ini, saya menulis. Benar sekali tebakanmu, kawan.

Ya Allah, beri sahabat saya kedamaian dan kebahagiaan. Saya tahu, hanya pemberian-Mu yang bisa melampaui apa yang sudah sahabat saya berikan bagi orang-orang di sekelilingnya. Amin.

Teruslah tersenyum. The only thing that keeps me going is my treasured memory of your smile. Now show it to those angels in heaven, I surely believe they need one.

all good things come to an end

Advertisements

21 thoughts on “Ngecuprus soal sahabat

  1. Sahabat sejati adalah sesuatu yang langka di dunia ini…….

    mulai detik awal ini sampai detik akhir,janganlah lupa untuk selalu mendoakan semua sahabat sahabat kita
    entah itu sahabat yang udah jalan ma kita lama ataupun yang baru seumur jagung…..

    Doa yang mengalir seperti air jernih akan selalu menyejukkan dan membuat wangi jiwa teman kita yang sudah kembali keharibaanNYA….

    Selamat Jalan Sahabat sebentarku…..
    Doa semua sahabat sahabatmu menyertaimu…….

    See u next tomorrow……

    from: Tukang Becak

    ragil:
    Andy, thanks atas doanya

    Like

  2. terlalu singkat perkenalan kita sobat. sungguh, bagi kami, kamu sangst berkesan.
    selamat jalan sobat …

    ragil:
    Bosse, makasih sudah mampir, really appreciate it

    Like

  3. Tulisan yg ini bagus banget Gil.
    Al Fatihah buat sang sahabat.

    ragil:
    Alhamdulillah, berarti aku gak ngecewain teman yang sudah banyak ngebantuin aku.

    Like

  4. Tadinya gw mau bikin komen: thank u Gil udah mengagumi gw sebegitu dalemnya ….

    Tapi ga jadi …. mendadak gw jadi sedih banget …. karena elo nulis kali ini melibatkan sepenuh hati … gw ga ada hati buat nyela spt biasanya

    Orang baik selalu mendapat tempat yang baik …. semoga dia bahagia disana ….

    ragil:
    amiiiiiin

    Like

  5. only the good die young ..mudah2an diterima semua amal ibadahnya, diterangkan dan dilapangkan kuburnya, dan yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.. amin

    btw, lo lagi gak ngomongin ellya kadam kan? karena setahu gue yg baru meninggal ellya kadam, sebelomnya meggy Z

    ragil:
    pasti lo bacanya skip-skip kan,Not. Kok bisa Ellya Kadam sih? Di mana mungilnya Ellya Kadam?
    πŸ˜€

    Like

  6. Gil,

    turut berdukacita atas berpulangnya sahabatmu.

    Sahabat baik memang susaaaah dimiliki…sya bisa merasakan betapa berartinya persahabatan kalian dari Membaca tulisanmu ini. Kalau saya yang menulis, pasti sambil berurai air mata.

    Doa untuk yg terbaik u temanmu.

    ragil:
    yang paling penting, pelajaran apa yang bisa kita petik dari masa lalu. Thanks Mba Dyah.
    πŸ™‚

    Like

  7. baca judulnya gw pikir loe mau nulis tentang persahabatan yang pecah kongsinya πŸ˜€
    sahabat yang baik yang perhatiannya tulus sama temannya.
    Al fatihah buat sahabatmu, Gil.

    ragil:
    hahaha gak ah, gue aja udah dibikin repot sama sahabat sendiri kok πŸ˜€
    Thanks kak

    Like

  8. Gw dah mau nulis serius sebenernya Gil. Tapi baca komen Dini jadi ngakak duluan, jd lupa tadi mau nulis apa ya?!

    Al Fatihah buat sahabat kamu ya, Gil. Punya sahabat baek yang bener2 tulus, itu sebenernya sangat susah (ya, setidaknya pengalamanku laaah). Moga sahabat elo diterima di sisi Allah dan diterima segala amal ibadahnya.

    ragil:
    iya, Dini memang cocok masuk opera van j*v* πŸ˜€
    Thanks doanya

    Like

  9. I cried when i read this!!!! Gw baru kenal bentar sama dia ….ma kasih ya,gil udah ‘ngenalin’ dia ke gw…she was pretty…gw pernah berharap one day gw kenal dia in person!

    ragil:
    makasih juga, Ky. It’s the least I can do

    Like

  10. membicarakan sahabat memang topik yg menyenangan, selain cinta. jujur, tulisanmu enak dan renyah dibaca pak. tapi sedih juga kalo baca endingnya..
    turut berduka buat sahabatmu, semoga dia mendapat tempat yg layak disisi-Nya..

    ragil:
    amin..maturnuwun mas lowo

    Like

  11. Aku ikut berduka, Gil. Semoga Tuhan menerima semua amal kebaikannya dan mengampuni dosanya.
    Semula kupikir ceritamu ini ceria seperti biasanya. Ya, dibalik kesedihan Ragil pasti banyak kebahagiaan. Bahagia karena pernah bersahabat dgn gadis sebaik & setulus dia, dan kebaikannya bisa jadi cermin bg kita semua…
    Thanks sudah berbagi cerita yg penuh hikmah ini.

    Like

  12. Sedikit sekali orang bisa memegang janji… seperti yang punya blog ini… janji untuk tetap tidak menulis namanya di blog ini, meski postingan untuk mengenang dia yang udah pergi (bahasa gue kacooo) hehehehe.

    Salam kenal dan saya link ya… (atau mungkin saya pernah ke sini tapi lupaaaaaaaa).. hiks hiks.. udah mulai pikun… tua…

    met wiken…

    Like

  13. Pingback: Ngecuprus soal Hidup. « tukaNGecuprus

  14. sudah satu tahun ya Ging…semuga arwahnya sekarang dan selamanya slalu mendapatkan ketenangan di alam sana.. walo cuman kenal di dunia maya tapi atmosfir yg dia bawa memang bener2 menyejukkan….

    Like

  15. Pingback: Awalnya karena cinta, akhirnya… « tukaNGecuprus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s