Ngecuprus soal Pengemis.

Beberapa waktu lalu ada fatwa haram baru yang dikeluarkan MUI Sumenep soal pengemis. Kemudian MUI Pusat dan pemerintah juga mendukung.

Sebetulnya, apa memang perlu sampai ada fatwa haram soal pengemis?

Jujurly, buat saya yang gak terlalu paham soal hukum agama, saya gak mau komentar soal fatwa itu. Toh yang namanya fatwa itu kan artinya: pandangan yang disampaikan oleh orang yang faqih. Faqih sendiri punya arti: orang yang mengerti hukum Islam. Jadi, gak ada gunanya juga kalau saya ngomentari orang-orang pintar 🙂

Sumber foto: http://www.acehindependent.net/detil_gallery_foto.php?no_foto=569
Foto 1

Tapi kalau menurut pendapat pribadi saya -kalau pakai bahasa cyber, imho/in my humble opinion (haiah! penting dijelasin gitu??)- mengemis itu gak perlu disebut haram lah.

Dalam kondisi tertentu, saya malah suka kalau ada pengemis di jalan. Ini saya anggap seperti shortcut di desktop 🙂

Lha iya tho? Saya kan jadi gak perlu jauh-jauh nyari panti asuhan kalau cuma mau beramal  sekian ribu rupiah. Amal? Iya. Menurut saya sih itu amal. Biar gimanapun, mereka ada di jalanan karena kondisi mereka yang mengharuskan mereka ada di situ.

Foto 2
Foto 2

Tapi ada juga yang bilang, sebagian besar pengemis itu sebetulnya punya banyak uang dan menjadi “pengemis” itu adalah profesi mereka. Ya kalaupun saya ngasih uang ke pengemis yang ternyata dia lebih kaya dari saya, ya itung-itung sama seperti kalau saya sedang mentraktir teman-teman saya makan di hari ulang tahun saya. Mereka (teman-teman saya itu) kan sebetulnya mampu beli makan sendiri, tapi di hari itu saya yang bayari. Apakah itu mendatangkan pahala untuk saya? Waduh, saya gak tau. Itu mah yurisdiksi Tuhan.

Intinya, kalau kita ketemu pengemis, pilihannya cuma 2.  Mau ikhlas bersedekah atau tidak mau bersedekah. Lha kalau kita memilih gak mau kasih sedekah, ya gak usah sambil ngomel ini dan itu 🙂 Inget lho, ucapan-ucapan kita itu nanti dinilai sama Tuhan.

Eniwei, selamat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman yang melaksanakan.

Sumber foto:

http://www.acehindependent.net/detil_gallery_foto.php?no_foto=569

http://lulukwidyawanpr.blogspot.com/2007/05/pinjaman-untuk-pengemis.html

Advertisements

10 thoughts on “Ngecuprus soal Pengemis.

  1. Setuju…

    ” Mau ikhlas bersedekah atau tidak mau bersedekah “.

    Ini kesempatan mumpung masih ada yg bisa disedekahi…

    Coba kalo di negeri ini sudah tidak ada lagi orang yg mau di beri infaq, zakat ataupun shodaqoh…????

    Mau zakat, infaq dan shodaqoh aja harus ke luar negeri dulu nyari yg mau disedekahi…????

    PIYE JALL…..:)

    ragil:
    jangan-jangan ntar ada game zakat di fb?
    😀

    Like

  2. bener pake banget tuch…jika ingin doa2 qta terkabul, poin yg penting adl bersedekah selepas berdoa..sbb jika dlm harta qta trdpt hal2 yg haram dan syubhat,sedekah ini akan mnsucikan harta qta… brsyukur qta, msh ada pengemis di pinggir jln, doa qta bisa trkabul via mrk loh..asal sedekah qta bnr2 ikhlas…Insya Alloh 🙂

    ragil:
    wah, makasih sharingnya. Aku dapat ilmu baru nih

    Like

  3. Stuju mas ragil, yg penting kita ikhlas bersedekah, perkara dia lebih kaya ato apapun. Itui perkara dia sama Tuhan…

    ragil:
    iya, apapun perkaranya..minumnya tetap
    *e* b**** 😀

    Like

  4. Setuju! Cuma memang, kadang2 di tempat2 tertentu seperti makam para wali, pengemis ini konsentrasinya begitu pekat. Membuatku kadang jadi wagu. Ngasih, kok banyak banget pasukannya. Nggak ngasih, kok terasa ada yang salah…

    Like

  5. fatwa dari sumenep ya?
    adakah ini terinspirasi dari banyaknya orang madura yang suka minta-minta setengah maksa di perantauan, dari rumah ke rumah?
    kalo yang itu diriku setuju karena mereka sangat menjengkelkan.
    tapi kalo untuk pengemis betulan yang butuh makan dan hidup kok kayaknya kebangetan juga fatwanya.

    Like

  6. *ikutan comment ya Gil…
    Kalo aku kadang2 suka milih2 buat ngasih pengemis…yang sdh tua atau yg cacat (beneran)…
    Kalau yang masih segar, tegap dan apalagi bawa bayi…malah kurang ikhlas…kasihan banget tu bayi…
    Aku kadang mikir, kalo di traffic light itu ada yg jual koran dan pengemis…dan banyak yg ngga beli koran tp ngasih duit ke pengemis…wah, bisa2 dia beralih profesi jd pengemis..
    Pernah di rumah sodara di daerah, ada pengemis bawa anaknya, lg mengemis di suatu rumah…eh, si anak pengemis dg polosnya komentar…”mak, tv-nya kayak punya kita ya…”…waks!!!…

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s