Ngecuprus soal ramalan

Posting-an ini gak berhubungan dengan mantan pacar semasa SMP yang sekarang jadi peramal.  Dan bukan, yang saya maksud bukan Mama Lauren. Sumpah, bukan.

Dulu, waktu masih kuliah, saya pernah iseng main ramalan pakai kartu dengan seorang kawan. Pakai kartu remi tentunya, kalau pakai kartu kredit kan jadi susah ngocoknya 😛 Waktu itu, dari hasil membaca kartu yang tersebar di meja, dia bilang bahwa saya akan nikah dua kali. Saya sih cuma nanya, 2 kali itu artinya saya bakal punya 2 istri atau cerai dulu terus nikah lagi?

crystal-ballJujurly, saya gak terlalu percaya sama ramalan. Saya setuju dengan orang yang bilang bahwa ramalan itu membuat hidup kita jadi kurang nyaman. Coba aja, seandainya kita diramal bakal dapat sebuah peruntungan dan ternyata ramalan itu betul-betul terjadi, maka kita bakal kehilangan unsur kejutannya. Apa rasanya hidup tanpa kejutan? Pasti basi banget deh.

Atau sebaliknya, kalau kita diramal bakal dapat suatu kemalangan, maka hidup kita bakal jadi susah karena mikirin kemalangan itu. Padahal peristiwanya sendiri belum kita alami. Susah gak tuh kalau hidup kayak gitu?

Eniwei, terlepas kita percaya atau enggak sama ramalan, mungkin enak juga kalau nikah sama peramal. Iya gak sih? Bayangin aja, kalau malam menjelang tidur nih, kita gak perlu bilang maunya pakai gaya apa, dia kan pasti udah bisa ngeramal maunya kita. Iya kan? 😀

6 thoughts on “Ngecuprus soal ramalan

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s