Kembali (Lagi)

Tadinya, postingan ini mau saya beri judul Kembali Ke Fitrah. Tapi rasanya kok berlebihan ya?

Berlebihan banget kalau sekedar kembali nulis di blog dianggap sebagai sesuatu yang suci/fitrah. Tapi mungkin juga enggak. Toh bagi saya, menulis itu memang hal yang bisa membuat saya tenang –Ya kira-kira kayak habis ML gitu deh– Dan kalau saya tenang, saya bisa mikir dan bertindak rasional. Berlaku rasional, menurut saya adalah tindakan yang baik. Dan sesuatu yang baik, bolehlah dimasukkan dalam kategori suci. –mbulet ae rek

Jadi gimana? Apa perlu saya ganti judulnya? Aih, pusing amat sama judul! 😀

Lalu sekarang apa yang harus saya tulis untuk membuat pikiran saya tenang? Jujur aja, saya belum tahu apa yang saya mau tulis sekarang. Padahal saya lagi butuh menulis. Sangat butuh! –lha apa ML aja? kan tadi katanya mirip?

Ok lah, supaya judulnya gak mubazir, saya coba tulis sesuatu yang sesuai dengan judul di  atas –jiaah..yang namanya judul ya pasti di atas lah!

Judul di atas –hyiancik, dibaleni maneh rek-, kalau mau dibuka lebih lebar, bisa mempunyai arti yang sangat banyak untuk saya. Salah satunya adalah, kembali ke jalan yang benar..hehehe..lha emangnya kemaren ini saya jalan ke mana sih?

Ya kalau mau dirunut –situ mau ikut ngerunut ndak? kalau gak mau, mending sekarang pindah ke situs lain. Bakal panjang lho ini-, dalam hal menulis, saya memang sudah melenceng jauh dari niat awal saya pada saat pertama kali nulis di blog. Kayak yang saya bilang tadi, dulu saya menulis untuk menenangkan diri saya sendiri.

Dulu, saya gak pernah perduli apakah tulisan saya bakal ada yang baca atau tidak. Kalaupun ada yang baca, saya juga gak terlalu perduli apakah ada yang bakal ninggalin komentar atau enggak. Pasrah aja. Sesuai kodrat saya sebagai anak bungsu yang cuma bisa pasrah.

Lha bener lho! Mungkin buat sebagian orang, jadi anak bungsu itu adalah sesuatu yang enak karena paling disayang dan bisa ngedapetin apa saja yang dimaui. Kenyataannya, gak seasyik itu kok. Contoh aja nih, waktu masih kecil dulu, kalau bepergian naik mobil, saya seneng banget duduk di kursi depan di sebelah pengemudi. Tapi saya gak bisa selalu ngedapetin kursi idaman itu. Kenapa? Ya karena saya punya kakak laki yang berbadan tinggi dan berkaki panjang. Kasian tho kalau dia harus duduk di belakang dan harus melipat kakinya? Jadi ya saya pasrah aja duduk di belakang. Toh kalau kakak saya bahagia, saya juga bahagia kok. Wuueeh..mulia sekali ya saya? 😀

Nah kembali ke soal tulis menulis, setelah saya terbiasa menulis untuk menenangkan hati dan pikiran, lama-kelamaan saya mulai jadi ketagihan menulis. Pernah suatu waktu saya menulis satu artikel per hari di blog saya yang lama. Lalu gara-gara itu, saya jadi rajin riset kecil-kecilan. Ya sekedar riset supaya tulisan saya gak ngaco. Kan malu kalau data yang saya tulis salah, padahal saat itu blog saya mulai sering dikunjungi orang dan mulai banyak yang ngomentari isi tulisan saya.

Akhirnya, kegiatan menulis itu bukan lagi kegiatan yang menyenangkan untuk saya. Karena yang awalnya saya cuma menjadikan tulisan sebagai alat untuk cooling down, berubah jadi alat untuk mencari perhatian. Ternayata, sifat bawaan anak bungsu itu keluar juga. Ya normal tho kalau anak bungsu itu selalu minta diperhartiin. Iya kan? Iya lah! Awas kalau jawab enggak, saya bilangin ibu saya lho! 😛

Lha sekarang ini, saya kebetulan sedang punya masalah -haiah, tiap hari semua orang juga punya masalah- dan perlu tempat buat nenangin diri. Kebetulan di saat yang bersamaan, ada kejadian-kejadian yang ngebuat saya sadar bahwa hidup saya perlu diarahkan kembali ke tujuan yang benar. Ya minimal benar untuk saya, belum tentu benar menurut orang lain. Tapi selama itu tidak ngerugiin orang lain, ya apa salahnya kalau saya ngejalanin hidup saya sendiri. Pun kalau ternyata ada yang dirugikan, saya akan berusaha meminimalisir kerugian itu. Hey, jangan dipikir anak bungsu itu anak manja yang egois. Dalam beberapa hal, kami ini lebih toleran, bertanggung jawab dan sangat penyabar (dan juga narsis, pastinya) 😛

Nah karena kebetulan tema hidup saya untuk minggu ini adalah “Kembali ke jalan yang benar” maka blog saya pun akan saya kembalikan ke fungsi awal. Yaitu sebagai tempat cooling down. Ya bolehlah kalau saya tetap promosiin tulisan di blog saya lewat beberapa situs jejaring sosial, tapi saya sudah tidak berharap ada komentar lagi. Ini sesuai dengan tag line blog saya, yaitu, Ngecuprus itu melegakan tapi entah bagi yang mendengarkan.

Jadi saya gak gitu perduli apakah orang yang ngebaca blog saya ini bisa ikut senang dan mau ninggalin komentar atau justru malah ngerasa eneg dan muntah-muntah –hmmm kok kayak tanda kehamilan ya?-. Yang penting, saya lega!

Ya semoga saja saya sedang ada info yang bagus kalau saya sedang bludrek dan merasa sangat perlu menulis untuk ngilangin kebludrekan itu. Jadi minimal saya bisa menulis/menenangkan diri dan sekaligus nyebarin info yang bagus itu. Kalau gitukan jadinya blog ini bisa berguna untuk saya dan juga untuk orang yang kebetulan iseng mampir ke sini.

Ya seperti Anda yang lagi iseng sekarang ini, cuma sialnya, Anda sekarang hanya dapat tulisan yang ngecuprus gak jelas dan gak dapat info apa-apa, hehehe maaf lho ya -lagian tadikan udah gw bilangin- 😛

Advertisements

5 thoughts on “Kembali (Lagi)

  1. Hem… si bapak nih. Adat ngecuprusnya gak ilang2. Ya sudah, aku termasuk yang terjebak membaca tulisan ini. Tapi karena baru kali ini tahu terus b’kunjung, aku permisi liak-liak dulu ya… Nti tak add ke blogrollku. Buat pengobat panu…, eh rindu, dengan teman2 lama nan jauh di dompet…:-)

    ragil:
    monggo, silahkan kalau mau liat2. Kalau mau transfer uang juga monggo lho
    😛

    Like

  2. Biasanya para pencipta lagu bisa menghasilkan lagu yang bagus saat dia lagi menghadapi masalah…
    Jadi kalo Ragil lg bludrek, trus ngeblog…bisa dapet banyak inspirasi, tulisannya jg jadi Ok..dan bludreknya lumer…, *teorinya begitu…

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s