Laskar Pelangi (LaPel)

Akhirnya nonton juga, setelah banyak film yang terlewat, akhirnya hari ini menyempatkan nonton bareng obelix dan batu menhir.

Seperti biasa, kalau jalan bareng kgb, minimal 3 tempat yang kita singgahi. Pertama kita nonton di Hollywood KC, terus ke Gramedia Grand Indonesia dan terakhir makan di Rawon Setan Tebet.

Tapi itu ndak penting lah, gue nih mau ngecuprus soal film LaPel. Seperti biasa, kalau nonton film yang diangkat dari novel, kita pasti membanding-bandingkan dengan novelnya. Ya sudah jelas jelas gak adil, lha tapi salah siapa? Kok mau-maunya bikin film dari novel? Haah? Hah? sapa yang salah? Hah?

Halah kok malah ngomel? Enggak kok, gue gak ngomel. Cuma latian akting. Sapa tau nanti bisa main film juga. Haiiish ngayal.

Kali ini, gue gak kecewa nonton film yang diangkat dari novel. Walaupun gak sedahsyat Memoirs of a Geisha (MOAG), LaPel ini gak terlalu jauh dari novelnya. Kenapa gue benchmark-nya MOAG? Karena menurut gue, sampai saat ini, film itu yang paling mendekati novelnya. Tapi ya jangan percaya sama gue, tetep percaya sama Tuhan aja, lha wong gue kan jarang nonton film.

LaPel ini, mungkin memang mengambil sudut pandang dari sisi pendidikan, makanya ceritanya jadi berpusat di tokoh Lintang yang walaupun jenius, terpaksa berhenti sekolah karena keadaan. Cuma sayangnya ,di film ini kurang mengangkat detail yang lebih banyak. Jadi emosi penonton enggak tergarap maksimal. Mungkin ini karena kendala durasi.

Jujurly, gue bakal rela nonton film ini walaupun durasinya jadi 3 jam. Karena ceritanya memang seru dan tim produksi filmnya sangat pas untuk jenis film kayak gini. Jadi gue yakin bakal betah nonton walau harus duduk 3 jam. Gak kebayang deh kalau yang bikin film itu dari tim produksi yang kental dengan gaya produksi sinetron atau video clip. Beuh, pasti bosen nontonnya.

Bagi yang belum nonton, hayoo cepet nonton deh. Gak rugi kok. Gue malah udah gak sabar nunggu film berikutnya, Sang Pemimpi. Semoga lebih seru!

18 thoughts on “Laskar Pelangi (LaPel)

  1. Iyaaa percayaaaaaaaa…..*walaupun gw tetep lebih percaya kepada Tuhan*…..lah gimana dia ga betah nonton ini pelem…keliatan banget larut dan menghayati….sampe nangis sesenggukan….hampir aja nangis sambil ngedemprog di bahu gw, untung sempet gw toyor kepalanya….huh!

    ragil:
    waah ini namanya pembunuhan karakter. Hati-hati nanti gue aduin sama soegeli, eh sapa itu namanya? suekkali? truehelly? ah entah sapa lah itu, pokoknya yang nyampah di blog kak injul itu lhooo.

    Like

  2. Binun komennya. Mau nonton, gimana caranya? Kalo minta diunduh di youtube sama saja dengan menyetujui pembajakan 😦 Gimana kalo lo jadi suplier dvd aseli film2 Indonesia yg bagus2 itu Gil? Temen gw jg banyak yg minta lo. Btw mending baca dulu baru nonton apa sebaliknya? *serius amat yah

    ragil:
    mending nontonnya dibayari dan bukunya juga minjem
    πŸ˜›

    Like

  3. ya memang jadinya begitu, mau ndak mau….
    kl mo di detail’in pastinya g bakalan bisa jadi film, jadinya sinetron Lapel 1, Lapel 2, Lapel 3.. bisa bisa sampe Lapel 1000….:))

    *jadi pada g ngantor ya kmaren…*

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s