Era Milenium

Jaman milenium itu, katanya, jamannya dimana segala sesuatu berkembang dengan lebih pesat. Termasuk di Indonesia tentunya.

Sekedar contoh, berita-berita perselingkuhan sekarang semakin berkembang. Beberapa belas tahun yang lalu, karena belum ada kebebasan pers, kita gak mungkin bisa ngikutin berita perselingkuhan orang-orang tertentu.

Contoh lain, dulu yang namanya paranormal, identik dengan segala sesuatu yang berbau mistis dan modus operandinya sangat tradisional. Sekarang dukun paranormal sudah bisa membuka praktek lewat sms servis dan menggunakan media elektronik untuk beriklan.

Ngomong-ngomong, kenapa sih orang selingkuh? Apa ada hubungannya dengan berkembangnya pola pikir kita? Mungkin sebagian orang sudah mulai berpikir menyamakan ibadah dengan setoran. Jadi kalau dibilang bahwa menikah itu adalah melengkapi setengah ibadah kita dalam hidup, setelah lengkap, kita bisa memulai hal-hal gak penting. Kayak misalnya, selingkuh.

Sama kan kayak setoran? Coba aja liat tuh supir taxi, kalau udah bisa menuhin setoran, pasti dia udah gak fokus sama kerjaannya. Ya terserah dia aja, mau leha-leha hayuuk..mau terus narik juga hayuuk..

Nah kalau memang pola pilir kita sudah berkembang, kenapa paranormal-paranormal itu gak sekalian buka kios voucher isi ulang? Jadi orang-orang yang pasang susuk harus beli voucher buat memperpanjang masa aktif susuk yang mereka pakai. Pasti profitnya tinggi tuh.

Btw, kenapa di hari pertama puasa nih gue makin ngecuprus gak jelas ya? aah sudah lah, gue mau sahur. Selamat bepuasa teman-teman.

Advertisements

5 thoughts on “Era Milenium

  1. Gil gil…jangan marah yaaa, minta maap dulu deh sebelumnya…cuma mau tanya: “Elo pengalaman jadi sopir taxi apa sopir truk sih sebenernya?* (pengen nyela, tapi lagi puasa, jadi harus sopan)

    ragilduta:
    plaaak! *keplak dengan sopan*

    Like

  2. lho, dirimu memang tak jelas kan 🙂
    duh…*ketokketokpala*
    maaf yah, saya tidak bermaksud nyacat hari ini. *bersikap sopan seperti komen diatas*

    ragilduta:
    iya, saya juga kok. *slengkat kak Injul (dengan sopan juga)*
    😛

    Like

  3. baca jurnal ini jadi inget iklan paranormal yang “wetonmu opo le”. bikin ngakak, hari gini gituh.
    kalo soal selingkuh, ya ga menghargai komitmen aja (padahal janjinya di depan yang Kuasa).
    Btw met puasa mas, ojo misuh2 sek 😀

    ragilduta:
    iyo ki, ada gak ya cara misuh yang sopan
    😆

    Like

  4. wah, kl ada aki aki yang baca nih postingan bisa di beli nih ide gak jelasnya mas Ragil…

    jadi kl udah mo abis akan ada tanda2 “silahkan isi ulang pemasangan susuk sebelum tiga-september-duaribu-delapan*

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s