Band Of Bloggers.

Bakalan nulis panjang dan serius nih. Karena temanya kebangkitan nasional jadi boleh dong kalau dibahas agak panjang? Ya pasti boleh lah, siapa juga yang mau ngelarang saya di blog saya? Saya juga gak bisa ngelarang orang lain untuk tidak membaca postingan ini atau misalnya tertidur karena bosan membaca postingan ini. Iya tho?

Judul diatas sengaja pakai bahasa Inggris karena memang mlesetin judul film Band Of Brothers. Lagian, boleh dong ngebahas kebangkitan nasional pakai judul yang enggak nasionalis? Siapa bilang menjadi nasionalis harus dengan cara menggunakan bahasa nasional? Baiklah saya akan mulai, silahkan lanjutkan membaca atau pindah ke blog lain. Terserah anda saja tapi kalau bisa tolong baca dan tinggalkan komentar, karena biar bagaimanapun saya ini narsis dan doyan dikomentari. Tipikal blogger pemula bukan? 😀

100 tahun sudah Hari Kebangkitan Nasional kita peringati. Perayaan kali ini dilakukan di Gelora Bung Karno, Senayan. Perayaan yang megah di tengah kemiskinan dan juga terbengkalainya Monumen Dr. Soetomo di Desa Ngepeh, Nganjuk.

Menurut berita yang saya baca, monumen itu dibenahi menjelang peringatan 100 tahun Harkitnas. Artinya, selama ini monumen tersebut tidak begitu dirawat. Kayaknya sih ini memang trend bangsa Indonesia secara umum.

Coba kita lihat sejarah kita, sejak jaman kemerdekaan kita sudah mulai memasyarakatkan trend anget – anget tai ayam. Dulu, waktu Bung Karno menjadi Presiden, rakyat Indonesia bangkit dengan rasa nasionalisme yang meluap – luap. Akhirnya, kita semua tahu gimana sejarah kita setelah itu. Kemudian sejarah berulang di masa Pak Harto dan, bisa dibilang, sampai hari ini sejarah tetap terulang walaupun dengan jenis dan level yang berbeda.

Tanpa bermaksud mengkritik pemerintah yang sedang berkuasa maupun pemerintahan yang telah lalu. Saya, sebagai blogger yang tidak paham politik, cuma kepikiran aja kenapa Indonesia belum bisa lepas dari masalah yang itu – itu saja. Sekedar contoh, dari dulu kita masih memakai isu isi perut sebagai alat untuk merebut hati rakyat dan menjatuhkan orang yang dianggap tidak memikirkan isi perut rakyat. Bahkan lengsernya Pak Harto juga, salah satunya, disulut oleh isu kemiskinan dan harga yang melambung tinggi. Dulu, saat rakyat masih makmur, sedikit sekali orang yang protes terhadap gaya kepemimpinan Soeharto. Tapi begitu isi perut terusik, maka kepemimpinannya pun terusik.

Saya tahu bahwa isi perut masyarakat itu penting dan mutlak. Maka wajar kalau isu itu menjadi bahasan utama. Sayangnya, kenapa isu itu tidak ditindak lanjuti dengan benar? Menindak lanjuti isu isi perut itu tentunya tidak hanya dengan program – program ketahanan pangan tapi juga, seharusnya, dengan program lain seperti misalnya, program pemberdayaan rasa malu.

Kalau kita punya rasa malu, tentu calon koruptor akan malu untuk korupsi, partai – partai akan malu untuk membohongi massanya dan tentunya seluruh masyarakat. Begitu juga dengan rakyat maupun aparat, akan malu untuk melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun.

Harusnya kita malu dengan Singapore yang lebih maju dalam hal pelayanan atau malu dengan Malaysia yang lebih maju dengan sistem pendidikannya. Jangan sampai kita lebih malu lagi kalau suatu saat kita juga tertinggal oleh Timor Leste. Apa kita mau?

Terus terang, saya sebagai blogger yang juga rakyat Indonesia cuma bisa berperan dengan cara menaati tata tertib berlalulintas, menghemat pemakaian energi di rumah, menjaga kebersihan dan juga mengisi blog dengan hal – hal yang positif.

Harusnya blogger juga bisa ikut berperan dalam kebangkitan bangsa dengan cara menulis sesuatu yang berguna di blognya masing – masing. Ini sudah dilakukan oleh banyak blogger, sayangnya masih banyak juga yang ngeri menulis ide – idenya karena takut dicopy-paste oleh oknum. Nah, prilaku seperti ini yang harusnya dihilangkan. Seandainya kita bisa menciptakan rasa aman di ranah maya ini, mungkin suatu saat salah satu diantara kita bakal bisa menyumbangkan idenya yang bakal berguna bagi bangsa.

Komunitas blogger Indonesia yang sangat banyak dan tersebar di seluruh jagad ini sebetulnya punya potensi untuk memajukan bangsa. Tentunya dengan cara kita, yaitu menyebarkan informasi melalui blog dan juga dukungan dari komunitas masing – masing. Saya rasa event Pesta Blogger adalah suatu awal yang baik, tinggal gimana kita melanjutkan semangatnya. Rasanya, mereka – mereka yang menjadi pelopor acara tersebut juga kewalahan kalau dituntut untuk terus maju tanpa dukungan dari kita sebagai sesama blogger.

Dukungan dari kita tidak perlu dalam bentuk yang njlimet, kan sudah banyak blogger – blogger senior yang memberi contoh. Misalnya Ndoro Kakung Pecas Ndahe yang pernah menceritakan soal sejarah Ahmadiyah atau pun sekedar menyebarkan info soal seorang oknum yang mencoba melakukan penipuan dengan alasan Pesta Blogger. Komunitas Loenpia.net dan mungkin komunitas lainnya juga pernah menyebarkan info itu lewat milis atau forumnya.

Nah, dengan cara – cara seperti itu kita bisa bekerja sama membangkitkan Indonesia. Tentunya akan lebih hebat lagi efeknya kalau kita, sebagai blogger, punya keterikatan yang kuat tanpa memandang asal dan tipe blog-nya. Ya itulah yang saya maksud dengan band of bloggers.

Lha gimana dengan anda yang nekat membaca postingan ini? Tertidur kah? Silahkan tinggalkan komentar anda. Bahkan kalau anda pernah membaca postingan yang mirip dengan postingan saya ini, silahkan berikan infonya di kolom komentar. Nanti saya akan edit postingan ini mengikuti blog yang anda referensikan, tentunya saya akan memberitahu yang punya blog bahwa saya menjadikan blognya sebagai bahan referensi. Begitu tho etikanya?

Advertisements

7 thoughts on “Band Of Bloggers.

  1. Keduaaaxxx *sebenernya pengen nyampah sampe kelimaaaxxx, cuma ga tega juga*

    Eh Gendud gue sampe kucek2 mata baca postingan elo yang tumben ini…..lagi horny nulis rupanya kau!

    bah horny macam mana pulak? kucek2 apa kalau horny? Yang jelas lah kalau komen, macam mana kau pun

    Like

  2. yang gue tau, kemaren gue enjoy nontonin tari-tarian dan lagu daerah dari sabang ampe marauke.

    kapan lagi ada tontonan seperti itu ???

    gue malah ketiduran sambil mikir, apa jadinya itu lapangan bola? Padahal besok mau dipakai tanding Timnas vs Bayern Munchen

    Like

  3. Band of Bloggers. bagus juga bunyinya..
    hehehe…
    jadi mau ada kofdar besar2an nih??
    :mrgreen:

    waduh, ndak tau ya..coba tanya yang sepuh *sambil nunjuk2 ndoro kakung*

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s