Ketika kesempatan itu datang.

Berapa kali kita didatangi oleh sebuah kesempatan di dalam hidup kita? Kesempatan apapun. Mungkin jarang. Namun bagi sebagian orang, kesempatan itu tidak harus ditunggu. Ada sebagian orang yang memang berusaha mendapatkan sebuah kesempatan. Tentunya dalam arti yang positif.

Saya cuma mau bercerita tentang sepupu saya yang sedari kecil doyan sekali piknik. Sampai sekarang dia, di tengah – tengah sekolah PhD-nya, masih juga suka jalan – jalan. Malah mungkin makin menggila πŸ˜€

Sepupu saya ini berasal dari keluarga biasa, karena kami semua memang berasal dari keluarga besar bersuku Jawa pada umumnya yang lengkap dengan atribut ke-Jawa-an kami. Namun untuk urusan piknik, sepupu saya ini termasuk extra ordinary.

Bukan, saya tidak bilang kalau dia itu ngoyo (ngotot) dalam hal jalan – jalan. Dia itu memang punya banyak mimpi soal piknik dan selalu berusaha mewujudkan mimpi – mimpinya. Usaha dalam artian positif.

Sekarang ini dia baru pulang dari Eropa. Penjelajahan yang bisa dimasukkan dalam definisi jalan – jalan ala backpackers. Kami sering menyebutnya sebagai traveler kere πŸ˜›

Kere tapi hebat. Dengan segala romantika latar belakangnya sebagai dosen yang sedang sekolah di perantauan, dia mampu membuat mimpinya menjadi kenyataan. Dia mampu keliling Amerika dan Eropa. Hebat bukan? Beberapa dokumentasi perjalanannya bisa dilihat di sini dan di sana.

Kalau kita pernah mendengar kata – kata gantungkan cita – cita setinggi langit, sepupu saya ini sudah melakukannya dan sekaligus meraihnya. Dengan usaha dan doa tentunya. Memang kesempatan jalan – jalan itu tercipta karena dia belum berkeluarga, tapi terlepas dari itu, usahanya dalam merealisasikan mimpi patut diacungi jempol.

Pendek kata, ketika kesempatan itu datang, apa yang akan kita pilih? Toh dalam memilih, kita juga harus menerima resiko yang datang bersamaan dengan kesempatan itu. Pertanyaan yang lebih besar adalah, apakah kita berani mendatangkan kesempatan? Karena biasanya, kesempatan itu berhubungan dengan perubahan. Apakah kita merasa sudah aman berada dalam zona kenyamanan atau kita mau mencoba sesuatu yang baru lengkap dengan segala resikonya?

Apapun yang kita pilih, sebaiknya jangan lupa untuk bersyukur. Karena kalau ternyata kita tidak mendapatkan apa yang kita mau, kita tidak akan terlalu kecewa. Banyak kok yang bisa kita syukuri. Bahkan bisa berkedippun patut kita syukuri. Punya kelopak mata yang normalpun harus kita syukuri. Karena apa gunanya bisa berkedip kalau kelopak mata kita transparan? Betul kan?

Advertisements

13 thoughts on “Ketika kesempatan itu datang.

  1. Aku pernah tuh, pas lagi ke Kuala Lumpur dan ikutan country tour, si guidenya yang orang India ini bilang, “If you want something to get, just put it deep inside in your heart. One day, it will be happened through unexpected way …” hohoho kalo orang sunda bilang mah, jerooo pisan! Tapi bener. Jadi kadang, yang namanya kesempatan itu bisa jadi unexpected way itu tadi atau, memang udah dipikirin sebelumnya. Yaaa … agak-agak kayak The Secret kali yeee …

    Jadi pas ada kesempatan ke Kuala Lumpur lagi, ya udah … jalan lagi, sendirian! Tapi sekarang mah … yaaa bolak-balik naik TJ ajah lah πŸ˜€

    setujuuuu. Put it deep inside your heart and do the homework πŸ˜€

    Like

  2. Kelimaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxx!!!! horeeeeeeee akhirrrrnyaaa dapet juga posisi ini…..kesempatan yang yang kutunggu2 sejak dahula kala….kelimaaaaaaaaaaaxxxxxxxx!!!!

    tidur lagi sana, puas tho kalo sudah dapet (posisi) kelimaxxx?

    Like

  3. komen serius :
    Gw tuh sering banget loh melepas kesempatan yang udah dikasih, dan baru sadar setelah kesempatan itu ngak datang dua kali 😦
    Sekarang gw dalam proses meraih kesempatan itu lagi.

    jawaban serius:
    kesempatan dan kebahagian bisa diciptakan kak.

    Like

  4. ingin komen serius krn terharu dg tulisan sepupu yg tiba2 serius: bahagia itu diciptakan kok, kesempatan jg bisa diraih jalani dulu..kalo kata si tante amerika “we never know what happen in the future!” tul kan…drpd capek mikirin omongan orang pyuhhhh

    setuju, mending ngomongin orang lain daripada diomongin orang πŸ˜€

    Like

  5. satu lagi: aku ga setuju “definisi jalan – jalan ala backpackers” krn aku adalah NUNUTERS alias NEBENGERS..modal tebel muka wkwkwkwk

    iya ya, mana gak bawa backpack pula ya. bawaan mah koper keren, tapi tetep nunut πŸ˜€

    Like

  6. Ketemu juga ini blog nya. Yang bakalan diupdate terus ini kan?

    Percaya seratus persen dah…kalo emang punya keinginan cukup kuat…somehow… bisa terlaksana!
    (Pssst…tapi keinginannya nyang bener yee. Kalo ngga yg di sono gak ngasih ijin)

    iya ini yang bakal diupdate terus

    Like

  7. bener banget, gue pernah menyia-nyiakan suatu kesempatan. DAN SAMPAI HARI INI GUE NYESEL BANGET kenapa nggak grab that chance, dan keep thinking WHAT IF…

    kejar lagi yang baru, semangat! semangat!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s