Ng-Uber Thomas

Entah karena masih ikut tradisi lama yang mengatakan bahwa kaum pria adalah panutan keluarga atau masih terpengaruh suasana hari Kartini di bulan April kemarin. Yang jelas tim Uber kita sudah kalah, mengikuti kekalahan tim Thomas sebelumnya. Semoga bukan emansipasi macam kalau-situ-bisa-kalah, sini-juga-boleh-kalah yang dianut oleh tim Uber Indonesia. Enggak lah, itu hanya saya saja yang ngaco.

Tim Uber kita kalah karena lawan jauh lebih baik. Yaeyalah. Kalau kita yang lebih baik, sudah pasti kita yang menang. Kok mblibet sih?

Yang pasti, tim Uber Indonesia harus bangga karena sudah mampu mengalahkan lawan – lawan sebelumnya dan bisa sampai ke partai final. Tim Thomas Indonesia juga mesti bangga karena sebagian dari mereka sudah berusaha keras namun kalah dari tim Thomas Korea Selatan yang tangguh. Untungnya mereka kalah oleh tim Korea Selatan. Coba bayangkan kalau mereka kalahnya oleh tim Uber? Ah, saya mulai ngaco lagi.

Ya sudahlah, kejuaraan sudah selesai bagi tim bulutangkis kita. Sekarang tinggal bagaimana PBSI memperbaiki diri. Jangan sampai jadi seperti PSSI yang miskin prestasi dan salah urus organisasi karena yang pegang kendali ada di balik terali besi.

Advertisements

5 thoughts on “Ng-Uber Thomas

  1. buat yg mengharap diuber :
    ngak salah tuh, bukannya ngak diuber pun sudah didapat :))

    ah, sudah ada kawan kau itu kak. Main catur lah kalian berdua. Kalau sendirian, buka lapak tambal ban pulak nanti.

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s