Kartiniku, Kartinimu, Kartini kita.

Selamat merayakan hari Kartini, bagi yang merayakan. Tanpa memandang gender.

Kebetulan lagi terima telpon dari temen yang intinya curhatan. Dia ini kerja di Bali sementara suaminya kerja di Jakarta. Hari ini kebetulan dia di Jakarta selama beberapa hari.

Intinya dia cerita tentang sukanya bisa memasak untuk suami selama di Jakarta. Lha kok ceritanya ke saya? Mau masakin buat suami orang juga? Aih.

Buat saya, orang – orang seperti teman saya ini bisa dibilang Kartini masa kini. Dia pilih tinggal di kota yang berbeda demi karirnya tanpa lupa bahwa dia juga punya status sebagai istri. Semoga suaminya gak lupa kalau punya istri.

Soal hari Kartini, kenapa kita sekarang memperingatinya dengan cara memakai baju daerah? Terutama untuk anak – anak SD. Hubungannya apa antara emansipasi wanita dengan parade baju daerah? Terus kenapa juga hari ini, semoga enggak hanya hari ini saja, penumpang kereta wajib mengutamakan penumpang wanita. Jadi kalau anda cowo, hari ini harus memberikan tempat duduk anda kepada penumpang cewe dan mempersilahkan mereka untuk masuk kereta duluan. Begitu yang saya dengar di radio tadi pagi.

Pertanyaannya, apa masih perlu kita peringati hari emansipasi ini kalau kenyataannya di luar sana masih ada perlakuan diskrimatif? Misalnya, kenapa harus ada parking spot khusus untuk ladies driver di beberapa mall? Kenapa enggak kasih spot khusus itu untuk penyandang cacat tanpa memandang gender? Apakah perempuan itu dianggap lemah sehingga perlu diberi perlakuan khusus bahkan hanya untuk sekedar mendapat tempat parkir?

Aduh, gini nih kalau di Senin pagi yang hectic dapet curhatan dari binor. Please deh, jangan mentang – mentang id YM gw itu spot-parkir-yang-bagus trus lo bisa markir yang gak penting di Senin pagi. Parkiran itu kadang juga suka penuh lho.

10 thoughts on “Kartiniku, Kartinimu, Kartini kita.

  1. nitip taroin di blognya diaz dong

    >> mau nanya dong ama abang…emang ga punya telor??? iiiih ga komplet dong ? eh bang, kalo dagang jangan bunyi tek tek dong…jorok sebutin yang abang me punya, kok punya kita kita disebut iiii ga kreatip < < makasih ya gil, abis ga di apruv ama diaz, numpang yaaa

    Like

  2. nitip komen lagi

    >>>>iiih komen me ko di apruv ko ko me n gw ga??? hiks ga adil ?!!! mana keadilan disini?!!! huh gw harus nyewa lawyer deh kalo kek gini ,karna ga ada keadilan.< << gil, nitip komen yaaa

    Like

  3. “Terus kenapa juga hari ini, semoga enggak hanya hari ini saja, penumpang kereta wajib mengutamakan penumpang wanita.”
    ==> jarene emansipasi..kok gak mo disamain rebutannya ama si eman..(cowo maksudnya..)ahhh sudah lah…

    Like

  4. hari kartini hrs dirayakan tiap hari… masak kasih tempat duduknya cuma 1 hari aja 🙂
    btw baru2 ini jg ada tempat parkir dg tanda ibu+anak, saya mah malah senang krn parkirannya lebih besar, enak utk turun naik in dorongan bayi.

    Like

  5. Ini malah BERTENTANGAN DENGAN EMANSIPASI GAK BISA BAHASA INDONESIA YA KESETARAAN GENDER. APA DISRIMINASI GENDER MENJADI BOLEH KALAU YANG DIRUGIKAN ADALAH PRIA? (jawab ya), untungnya sekarang kebijakan t***l itu tidak pernah dilakukan lagi.

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s