Upacara pernikahan = prosesi hukum gantung.

Setelah nonton film The Jack Bull di HBO, saya jadi kepikiran dengan judul diatas itu. Filmnya sendiri enggak ada hubungannya dengan pernikahan. Film ini tentang, saya copy paste dari wikipedia aja deh, The Jack Bull tells the story of Myrl Redding (John Cusack), a Wyoming horse trader who clashes with Henry Ballard (L.Q. Jones), a fellow rancher, after Ballard abuses two of Myrl’s horses and their Crow Indian caretaker, Billy (Rodney A. Grant). When a local judge throws out Myrl’s complaint, the war he wages to force Ballard to nurse the emaciated animals back to health escalates into a vigilante manhunt, murder, and the possible defeat of Wyoming’s bid for statehood.

Di akhir cerita, si Myrl Redding ini dihukum gantung karena dinilai menjadi penyebab matinya beberapa orang. Henry Ballard pun dihukum, tapi sekedar hukuman penjara dan merawat 2 ekor kuda sesuai tuntutan si Myrl.

Ceritanya bagus dan enggak terlalu “film”. Maksud saya, walaupun tetep ada pesan – pesan moral seperti misalnya kita harus membela hak kita dan melawan kesewenang – wenangan tapi di film ini enggak selalu yang baik itu pasti menang.

Nah soal hukuman gantung itu. Pasti sudah sering lihat gallows di film – film kan? Gallows itu nama untuk gambar di samping ini.

Bikinnya cukup ribet. Paling enggak, perlu waktu setengah hari atau malah sehari penuh untuk membuat gallows yang besar. Sementara pada saat gallows ini dipakai, hanya perlu waktu beberapa detik untuk menamatkan nyawa orang yang digantung. Kecuali kalau dia sebangsa superhero. Pasti lebih lama proses matinya.

Sekarang kalau kita bandingkan dengan upacara pernikahan, kurang lebih hampir sama kan? Perlu waktu lama untuk persiapan dan hanya perlu waktu sekian detik untuk mengucapkan janji nikah.

Dampaknya pun sama – sama permanen. Maksud saya bukan sama – sama kehilangan status hidup hehehe. Tapi kalau kita sudah mengucapkan janji nikah, maka selamanya kita enggak akan punya status single lagi. Walaupun kita cerai atau mungkin pasangan kita meninggal, tetep aja sudah ada yang berubah dari status kita.

Atau jangan – jangan ada yang lebih suka kena hukuman gantung daripada harus mengucapkan janji nikah? Hohoho menikah itu enak lho. Apalagi kalau kita sudah mulai bisa “mengucapkan” janji itu dari hati ke hati, bukan sekedar mengucap di mulut di depan penghulu.

Hmmm kalau sudah bisa seperti itu, rasanya nyesel gak nikah sejak SD. Enak lho yang legal itu 0000ythn.gif.

2 thoughts on “Upacara pernikahan = prosesi hukum gantung.

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s