Aset dan beban.

Mobil bisa jadi aset kalau dia berfungsi atau bisa menjadi modal usaha, kalau tidak, maka dia bakal jadi beban. Nah, kalau anak? Aset atau beban? qkqkqkqkh jangan dijawab lah.

Enggak usah ngomongin itu deh, kita ngomongin kecerdasan anak aja. Semua pasti senang kalau punya anak cerdas. Apalagi kalau si anak yang cerdas ini punya hobi yang sama dengan orangtuanya. Ambil contoh aja, dia suka otomotif. Kita pasti suka kalau dia dengan kecerdasannya mulai bertanya soal berbagai tipe mobil. Pasti kita bakal jawab dengan suka rela.

Pada saat kita di jalan raya, pasti banyak yang bakal ditanya sama si anak kecil yang cerdas ini. Karena di situ banyak sekali tipe mobil yang kita lihat. Maka si anak pun bakal bertanya mulai dari jenis mobil sampai brand mobil yang dia lihat. Kita pasti senang, disamping karena kita punya hobi yang sama dan juga karena ada bahan obrolan. Tapi kalau jalanan mulai macet dan di sekitar kita ada 15 jenis mobil, apa kita masih senang menjawab? Bisa jadi masih. Apalagi kalau jenis pertanyaan mulai menantang, misalnya dia tanya arti SUV, MPV, Tdi, VTEC dan VVTi. Kita pasti akan segera menjawab dengan gembira, karena toh hobi kita sama, bahwa SUV itu adalah Sport Utility Vehicle, MPV itu Multi Purpose Vehicle, Tdi itu Turbo diesel injection, VTEC itu Variable Valve Timing and Lift Electronic Control dan VVTi itu adalah Variable Valve Timing intelligence.

Nah kalau dia mulai bertanya, dari 15 jenis mobil tadi mana yang SUV dan mana yang MPV? Apa kita masih senang menjawabnya? Jangan lupa, ini sedang dalam kondisi macet lho. Ya bisa jadi kita masih suka menjawabnya. Toh kita punya hobi yang sama.

Kesabaran mulai diuji pada saat si anak mulai bisa berdebat dengan menggunakan logika anak kecil tentunya. Dan ingat, ini sedang macet. Menurut dia, seharusnya mobil A itu masuk jenis MPV, bukan SUV. Dan mobil B itu harusnya mini SUV bukan SUV, karena bentuknya lebih kecil dari mobil C.

Apalagi ketika dia mulai “mempertanyakan” alasan mobil Toyota dan Honda dalam hal penggunaan kata VVTi dan VTEC. Kalau memang cara kerjanya sama, kenapa namanya harus beda? Ingat ini dalam kondisi macet, bahkan untuk bergerak 20 meter pun perlu waktu 30 menit. Dan di antara pertanyaan – pertanyaan itu, masih ditambah dengan “pengecekan” jumlah BBM di tangki setiap 10 menit, karena dia sudah paham dengan berbagai indikator yang ada di dashboard.

Huhuhu..jadi gimana? Masih mau jawab pertanyaan soal aset dan beban tadi? smiles-boxing.gif

3 thoughts on “Aset dan beban.

  1. aha !!! * tinggg nyala lampu diatas kepala*
    gue tau neh, maksud judul posting kali ini….
    aset = aryo
    beban = berat badan buntelan
    huahahahahahahohohohohuhuhuhhehehehe

    Like

  2. udah ajakin ke sepang aja nonton F1,.pasti diem deh
    palagi klo pake ngajakin tante2nya yg imut2 ini, pasti tambah kalem deh
    hihihi

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s