Komparasi

Setelah CR-V terjual, saya dan istri mulai diskusi soal mobil pengganti. Mungkin karena saya sudah pernah merasakan dan merawat berbagai macam jenis mobil sejak saya masih tinggal di rumah orangtua sampai sekarang setelah saya punya keluarga sendiri, maka pertimbangan saya dalam memilih mobil adalah karena fungsi, kenyamanan dan tentunya anggaran.

Dari situ saya coba membuat komparasi. Awalnya saya bikin komparasi antara Xenia Xi vs Avanza 1.3G, Terios vs Rush vs SX4 dan Innova Diesel D4D vs Ford Everest TDCi.

Kemudian tersaring menjadi:
1. Xenia, karena perbedaan teknis tidak terlalu banyak dan tidak perlu menunggu sampai bulan Mei. Untuk Xenia, bisa didapat pada bulan Februari/Maret.

2. Terios, karena harganya yang jauh lebih murah. Rush memang lebih mahal karena banyak pernak – pernik yang tidak terlalu penting, ini menurut saya lho.

3. Everest, karena memang lebih nyaman. Kalau soal harga yang bakal jatuh pada saat kita mau jual lagi ya memang parah kalau dibandingkan dengan mobil – mobil berlabel Jepang itu. Tapi karena saya gak pernah dagang mobil, jadi saya gak terlalu mikir soal itu.

Nah akhirnya pilihan jatuh ke mobil yang sama sekali gak saya duga 0000ythn.gif yaitu Avanza yang 1.500 cc. Kenapa saya pilih Avanza 1.5? Karena sudah pakai rem ABS, back sensor yang saya yakin bakal bikin brisik pada saat parkir mundur, audio single cd, velg R15 dan yang paling penting, bisa didapat pada bulan Februari. Jadi setelah saya repot – repot komparasi soal teknis, akhirnya pilihan ditentukan oleh cepat atau lambatnya pengadaan unit mobil biggrin.gif.

Selain itu, dengan mesin yang berkapasitas 1.500 cc, mobil ini setara dengan Rush, Terios dan SX4. Harganya pun jauh lebih murah, apalagi jika dibandingkan dengan Everest. Tapi keputusan ini pun hampir berubah karena tiba – tiba istri saya mengusulkan Jazz sebagai pilihan.

Setelah saya tanya alasannya, dia bilang karena mobil ini lucu. Awalnya saya sempat kaget dengan alasan ini tapi akhirnya saya bisa terima karena toh dulu dia mau menikah dengan saya juga karena alasan yang sama biggrin.gif.

Huh sok lucu kamu, begitu kata istri saya di akhir diskusi.

2 thoughts on “Komparasi

  1. “toh dulu dia mau menikah dengan saya juga karena alasan yang sama”

    hati hati..beliau bakalan sayang ma mobil nya….untuk beli si ijo ijo ijo….

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s