Njebluk ji, njebluk beh.

Njebluk siji, njebluk kabeh.

Ini gara – gara banyak pengeluaran karena sedang sering naik mobil sedan paska bayar. Bikin njebluk atau meledak dalam bahasa nasional, ongkos perjalanan pulang – pergi kerja. Sudah cari sedan paska bayar yang tarif hemat, tetep aja njebluk gak karu – karuan.

Sudah coba juga naik angkutan massal yang tak punya jalur khusus, malah njebluk waktu perjalanan. Belum lagi jotos- jotosan sama, katanya, preman daerah rumah. Akhirnya coba naik bis cap burung garuda bondol, memang dingin, tapi malah njebluk otot kaki gara – gara berdiri dari Ragunan sampai Cempaka Tengah. Jadi biarpun ada semburan angin buatan dari mesin penyejuk, bukan berarti nyaman. Asyu! Njebluk tenan.

Njebluk ji, njebluk beh. Meledak satu, meledak(lah) semua.

Makin pusing karena rencana jalan ke negeri seberang yang dadakan. Dadakan karena sedang banyak pengeluaran. Dan tetep nekat pergi ke negeri seberang. Wis lah, wong kere kok pengen nonton balapan sing mutu internasional. Lha piye? Di Jakarta gak ono rek!

Lagipun, ini bukan masalah kere apa ndak kere. Ini masalah cari kesenangan. Lha, wong kere kan ya perlu senang – senang. Perkara susah untuk dapet senangnya, yo iku masalahe wong kere. Sing penting kan seneng. Wong yo gak mesti tiap bulan senang – senang. Jenenge ae wong kere. Yok opo carane iso seneng ben wulan?

Toh kere itu relatif. Dan harus kreatif. Tergantung siapa yang melihat. Kalau Pak Menteri yang baru dinobatkan sebagai orang terkaya oleh sebuah majalah itu yang melihat, bisa jadi gue di bilang kere. Tapi kalau menurut pemulung yang hampir tiap hari mampir ke rumah, pasti gue dibilang sugih gak karu – karuan.

Asyu, njebluk ji njebluk beh.
Wis lah, kok malah nesu. Iki mesti kakehan ngopi.

Advertisements

One thought on “Njebluk ji, njebluk beh.

  1. halaaahh Gil!Ribut banget sih lo, bokap gw yang Hitler itu mengajari anak2nya agar bangga jadi orang kere,karena ga masuk dalam golongan syetan yang terkutuk suka makan duit orang,prinsip yang ditanamkan: Biar kere asal sombong….nah prinsip itu gw modifikasi donk: biar kere asal gendut…cakep lagi! *sambil tetep kalem ga emosi*

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s