Panen di ladang.

Ini buah dari hasil memanen bareng pak gubernur. Gubernur mana? Mungkin gubernur jendral. Jendral apa? Entahlah, kemungkinan besar ya jendral kancil. Lalu apa yang dipanen? Terserah kalianlah itu.

Buahnya kira – kira seperti ini:

Bagi warga yang sudah merasa sumpek dengan kota ini, mungkin bisa dipikirkan untuk segera pindah kota. Kotanya bebas, terserah warga yang mau pindah tentunya. Gubernur jendral kancil tidak bisa memberi saran karena beliau sudah cukup pusing dengan kotanya sendiri. Salah satu masalah yang membuat pusing adalah soal banjir. Banjir yang sejak puluhan tahun sering mampir ini tidak bisa ditolak karena sebagai tuan rumah yang baik, kita harus selalu membuka tangan dengan lebar untuk menerima semua tamu apapun yang datang.

Sementara itu bagi warga yang sudah terbiasa dengan berbagai kenyamanan kota ini dan berat hati untuk pindah kota, gubernur jendral kancil menyarankan untuk pindah rumah saja. Coba cari rumah yang dekat dengan tempat mencari nafkah, ini kata beliau. Menurutnya, dengan cara ini kemacetan bisa berkurang karena penggunaan sarana transportasi otomatis berkurang. Kalau soal biaya pindahan, gubenur jendral kancil juga tidak bisa memberi saran karena masih pusing menghitung biaya proyek – proyek warisan pejabat sebelumnya yang belum juga menghasilkan profit manfaat bagi masyarakat banyak.

Gubernur jendral kancil juga menyarankan bagi warganya untuk memiliki mobil tidak lebih dari satu dan memaksimalkan penggunaannya untuk seluruh anggota keluarga. Ini juga akan sangat membantu mengurangi kemacetan. Bahkan untuk urusan mobil ini, gubernur jendral kancil membandingkannya dengan agama. Dia bilang, kita hanya bisa memiliki satu agama, coba tanamkan prinsip itu untuk kepemilikan mobil. Jangan tiru orang geblek yang pernah berkata bahwa kita bisa punya dua agama karena kalau dengan satu agama saja kita bisa masuk surga, apalagi kalau kita punya dua. "Itu jangan ditiru!" begitu kata sang gubernur sembari mengakhiri aktifitas memanennya.

4 thoughts on “Panen di ladang.

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s