Awal seru tahun 2008.

Bapak gue telpon jam 10 pagi tanggal 1 Januari 2008. Gue baru bangun dan belum sadar penuh. Lha wong gue baru tidur pas subuh. Seperti normalnya anak laki (yang pernah) badung, perasaan gue langsung ga enak pas mau terima telpon ini. Dalam hati udah ada perasaan salah-apa-lagi-gue-? Soalnya tadi malem kita barusan merayakan malam tahun baru bersama keluarga besar dari bapak, jadi ga mungkin banget sepagi ini bokap gue telpon kalau cuma sekedar mau nanya kabar anak gue. Sudah pasti ga mungkin.

Ternyata betul. Gue ditegur dengan gaya santai bapak gue karena semalam gue dateng ke acara tahun baruan dengan memakai celana pendek. Haduh!

Emang sih, acara itu digelar di rumah adik dari bapak gue dan kebetulan, si adik ini sekarang sedang jadi pejabat. Masalahnya, gue pikir itu adalah acara santai keluarga. Jadi boleh dong gue pakai celana pendek dan polo shirt? Toh gue dateng dengan mengucap salam, mencium tangan dan berlaku sopan terhadap tuan rumah dan semua tamu *yang mana adalah, saudara gue semua.Hiks*. Kok hiks? iya soalnya disitu banyak yang cantik, tapi sodara gue semua geto looo. Hiks.

Nah kalau menurut standar bapak gue yang kebetulan juga dulunya adalah pejabat, pakaian gue semalam itu sangat tidak sopan. Bapak agak kaget ngeliat kamu pakai pakaian seperti itu, begitu katanya tadi pagi jam 10 di telepon. Haduh pak, untung aku pakai baju. Kataku dalam hati.

Sebetulnya, aku dan bapak pagi itu cuma (seperti biasa) punya masalah perbedaan cara pandang. Menurut beliau yang mantan petinggi era ABRI, cara berpakaian yang sopan itu adalah bercelana panjang apapun acaranya. Sementara gue yang sudah melihat om gue jadi pejabat di masa TNI, lebih suka menyesuaikan pakaian dengan acara yang bakal gue datengin.

Ya kurang lebih, masalah ini sama aja dengan celetukan gue pada saat menerangkan ke anakku tentang isi pasar tradisional. Gue yakin, jaman dulu orangtua gue ngga akan kasih jawaban seperti jawaban yang gue kasih ke anakku ini. Gue bilang, di dalam pasar tradisional itu ada tukang sayur, tukang daging, tukang beras, tukang kelontong, tukang angkut barang, tukang parkir dan tukang gosip. Ngga salah tho?

Advertisements

4 thoughts on “Awal seru tahun 2008.

  1. walah…SAMA!!!!!!
    nasib yang sama….Papi ku tiba2 di email tahun baruannya kirim
    “jangan pake baju yang mini midi mici!” wong baju ku semua grondong…tapi agak dipotong…
    sempet nangis2 juga waktu dapat greeting itu…eehhh ternyata ada temennya..pppffffffyyyyyuuuuuhhhhhh

    Like

Silakan ngobrol di kolom ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s